Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 40 Bertemu Lagi


__ADS_3

Genap satu bulan sudah setelah event di Sidney, saat ini Alea dan Arion tengah melakukan perjalanan ke Inggris, kampung halaman Alea, mereka akan mengunjungi si kembar Rain dan Rian yang kini telah kembali ke sana karena harus mengurus perusahaan daddy James karena sang daddy telah memilih pensiun dini dan membiarkan anak-anaknya yang melanjutkan bisnisnya. Dan saat ini daddy James dan mommy Christine tengah berlibur ke Swiss setelah perdebatan panjang bersama mommy Britney, mommynya Gie saat mereka bertemu satu bulan yang lalu setelah mengantar Arion mengunjungi Ben dan Emily, istrinya cemburu dan tersinggung dengan perkataan mommy Britney yang menyinggung soal masa lalu mereka, alhasil ia harus membujuk sang istri dengan mengajaknya berbulan madu agar tak lagi merajuk kepadanya.


Mereka tak sengaja bertemu di bandara saat daddy James dan mommy Christine hendak kembali ke Trondheim untunglah Arion masih bersama dengan Emily dan Ben kalau tidak mommy Britney dan daddy Grey pasti akan curiga dan bertanya-tanya soal Arion.


Daddy James dengan sabar menjelaskan setelah mendengar omelan mommy Britney yang memusingkan kepala itu. Mommy Christine dan daddy Grey hanya diam membiarkan kedua sahabat serasa saudara itu berbicara.


Mommy Britney yang mendengar penjelasan dari Daddy James sebenarnya tak terima kalau putranya yang memutuskan hubungannya bersama Alea, ia sampai bertanya masalah apa yang membuat mereka harus berpisah namun di situ daddy James tak ingin menjelaskan tentang kata-kata Gie pada Alea karena tak ingin mommy Britney membuka kembali luka lama bagi Alea, ia sudah melihat Alea bahagia sekarang ia tak ingin lagi putrinya harus mengingat masa lalunya dan kembali terpuruk tanpa ia ketahui bahwa putrinya telah bertemu lagi dengan mantan kekasihnya itu bahkan ia masih terus disakiti.


Mommy Britney yang merasa tak puas meminta menghubungi Alea dan Daddy James terpaksa menuruti keinginan mommy Britney karena terus disudutkan oleh wanita yang selalu punya ruang tersendiri di hatinya itu.


Setelah mengangkat panggilannya Alea dibuat terkejut mendengar suara mommy Britney yang sangat dirindukannya itu. Di situ mommy Britney juga marah kepada Alea karena tak pernah menghubungi dirinya dan tak pernah menceritakan masalah mereka, malah pergi menghilang, Alea pun meminta maaf dan kali ini ia berjanji meski tak bersama dengan Gie lagi ia akan cari waktu untuk mengunjungi mommy Britney. Setelah mendengar penjelasan Alea, mommy Britney pun berharap masih ada jalan untuk keduanya kembali karena ia sangat tak menyukai wanita pilihan Gie saat ini.


Dan akhirnya semuanya mulai jelas di mata mommy Britney namun ia marah juga pada suaminya yang ternyata bekerja sama dengan daddy James untuk menyembunyikan semua hal yang terjadi antara Alea dan Gie. Ya, daddy Grey sudah mengetahui segala sesuatunya, ia bahkan sangat marah pada putranya waktu itu, ia sempat mencari lalu menghajar Gie tetapi ketika mendengar penjelasan Gie ia pun sebenarnya kecewa dengan Alea jadi ia memilih mengikuti pilihan Gie untuk berpisah dengan Alea tanpa mencari tahu apapun lagi. Sejak saat itu, ia juga menutup segala akses agar mommy Britney tidak mendapatkan informasi apapun tentang Alea.


Lamunan Alea buyar, ketika taksi yang mereka tumpangi telah tiba di gerbang mansionnya, ia juga tak sadar bahwa ia telah melewati mansion milik Gie yang berjarak seratus meter dari mansionnya yang terpisah oleh taman tempat mereka bermain bersama dulu.


Sekilas ia melirik ke area sekitarnya ternyata sudah banyak mengalami perubahan seiring dengan kemajuan teknologi bahkan taman pun juga semakin cantik tampilannya. Ia menyuruh sang sopir membunyikan klaksonnya, tak lama kemudian pintu gerbang terbuka muncul dua orang penjaga di depan gerbang, Alea segera menurunkan kaca mobil untuk menyapa mereka, mereka dibuat terkejut dengan keberadaan sang nona muda yang telah sekian lama pergi.


''No-na Alea?'' Sapa salah satu penjaga.


Alea hanya menanggapi dengan senyum manisnya lalu segera memberi isyarat agar mereka minggir dari gerbang karena saking terkejutnya mereka masih tetap berdiri di tempatnya.


Menyadari mobil taksi yang dinaiki majikannya hendak masuk mereka pun segera bergeser dari situ.


Halaman di depan mansion Alea sangat luas berjarak kurang lebih lima puluh meter dari pintu utama mansionnya makanya sopir taksi Alea harus masuk sampai ke dalam.


Arion sampai tercengang melihat mansion milik grandma dan grandpanya yang benar-benar mewah. Saat turun dari taksi, ia tak berhenti memuji kemewahan mansion tersebut.


Sama seperti dua penjaga di depan gerbang, para maid yang telah lama bekerja di mansion Alea pun terkejut melihat kedatangan sang nona muda yang telah lama hilang, mereka menunduk hormat lalu tak lama kemudian muncul kepala pelayan Alea sekaligus pengasuh Alea yang sudah Alea anggap sebagai salah satu orang penting dalam keberhasilan hidupnya. Wanita paruh baya itu berlari menghampiri Alea dengan linangan air matanya.


''Oh, Nona Lea sayang, bibi sangat merindukanmu,'' Bibi Lus langsung memeluk erat Alea yang juga membalas pelukannya tak kalah erat.


''Lea juga sangat merindukanmu bibi.''


''Kenapa tidak menghubungi bibi atau tuan Rian dan tuan Rain?'' Tanya bibi Lus seraya melepas pelukannya.


''Sengaja ingin memberikan kejutan,'' Alea tersenyum menatap bibi Lus.


Bibi Lus pun ikut tersenyum kemudian matanya tertuju ke arah Arion yang tengah menatap bingung keduanya.


''Apa ini tuan muda Arion? Wah, dia sangat tampan ya, matanya persis sepertimu, Nona Lea,'' puji bibi Lus seraya memberi hormat pada Arion.


''Tentu saja putra ku sangat tampan, bi,'' puji Alea seraya mengelus rambut Arion yang hanya menatap malas ke arah sang mommy.


''Hallo tuan muda, saya bibi Lus, kepala pelayan di sini,'' bibi Lus memperkenalkan dirinya.


Arion pun menyapa balik bibi Lus,'' halo bibi, senang bertemu dengan anda.''


Bibi Lus tersenyum dan mengangguk.


Alea sedikit menjelaskan kepada Arion tentang bibi Lus dan Arion hanya mengangguk-anggukan saja kepalanya.


Setelah itu, bibi Lus membawa Alea ke kamar yang ditempatinya dulu, kamar itu selalu dibersihkan setiap harinya oleh maid.


Alea melihat setiap sudut kamarnya, tatanannya masih seperti dulu, semua barang-barangnya tidak ada yang berubah, hanya semua hal tentangnya bersama Gie yang telah dimusnahkan.


''Mommy, dimana kamarku?'' Arion mulai bosan berada di kamar Alea.


''Sedikit lagi sayang, mereka masih menyiapkannya, mereka tidak tahu kalau kau akan ikut bersama mommy, kalau kau ingin tidur, sini naik ke ranjang mommy,'' ajak Alea.


''No mom, aku ingin berkeliling saja, boleh?'' Tanya Arion.


''Tentu saja, son,'' jawab Alea.


''Tunggu, mommy akan menyuruh salah satu pelayan mendampingimu,'' sambung Alea lagi.


''Tidak usah, mom, aku sendiri saja, jangan lupa pindahkan koperku ke kamarku tapi jangan dibuka, biar aku saja yang akan membereskannya nanti,'' Arion langsung berbalik meninggalkan Alea yang hanya menganggukkan kepala mendengar permintaannya.

__ADS_1


...****************...


Arion berkeliling mansion dengan menggunakan Segway hingga tanpa sadar ia sudah berada tepat di depan gerbang. Sebenarnya ia sudah sangat lelah berkeliling namun ia teringat akan taman yang terletak di samping mansionnya dari pada ia kembali dan beristirahat di kamar akan lebih baik kalau ia duduk-duduk sebentar sambil menikmati udara sore di kota London.


Melihat tuan muda kecil berdiri di depan gerbang, seorang penjaga menghampirinya lalu bertanya,'' tuan muda, anda mau kemana?''


''Bisa tolong buka gerbangnya? Aku ingin berjalan-jalan di taman,'' pinta Arion.


''Maaf tuan muda, apa anda sudah diberi izin?'' Tanya penjaga tersebut.


''Belum, tapi tidak perlu, aku hanya sebentar, mommy tak pernah membatasi pergerakanku, jadi bukakan saja gerbangnya,'' tukas Arion.


''Tap--


''Jangan membantahku, lagipula taman ini letaknya di samping mansion jadi aku tidak akan tersesat, jangan khawatir, aku tidak sebodoh anak kecil yang lain,'' sekali lagi Arion beriskeras hendak pergi ke taman.


Penjaga pun hanya pasrah, walaupun tuan mudanya masih kecil namun pandai dalam hal berbicara.


Setelah pintu gerbang dibuka, Arion langsung keluar dengan Segwaynya dan langsung masuk ke taman.


Ini waktu sore, jadi banyak yang berkumpul di sana. Tamannya sungguh indah, tidak sia-sia ia datang kemari, lelahnya terbayarkan!


Melihat ada kursi taman yang kosong, ia langsung menuju ke sana.


Sialnya saat duduk ia merasa sangat haus namun ia tidak membawa minuman apalagi uang.


"Ah, aku memang bodoh, seharusnya aku membawa bekal tadi, bawa uang juga percuma, tidak ada apapun di sini yang bisa di beli, sebaiknya aku pulang saja, besok saja baru kemari sekalian ajak mommy," gumamnya seraya bangkit dan hendak mengambil Segwaynya namun pergerakannya yang terburu-buru membuatnya menabrak seseorang.


Bruk!


"Maaf, aku tidak sengaja," Arion mengucapkan permintaan maaf seraya mengangkat kepalanya dan menatap orang yang ditabraknya.


Keduanya sama-sama terkejut saat saling pandang.


"Kau!"


Seru keduanya bersamaan bahkan saling tunjuk.


Pria yang Arion tabrak adalah Gie, rupanya pria itu sedang berada di London juga.


Seutas senyum terlihat di bibir Gie saat melihat keberadaan bocah yan paling ingin ditemuinya itu.


"Akhirnya kita bertemu lagi! Entah kenapa aku merasa senang sekali bertemu dengannya" Batinnya.


Arion yang melihat Gie terus tersenyum ke arahnya berkata,'' uncle jahat, apa kau sedang kesurupan jin?''


"Eh, apa kau bilang? Uncle jahat? Kesurupan jin? Jangan sembarangan bicara pada orang dewasa!'' Gie pura-pura marah untuk menutupi tingkah senangnya.


''Hm, baiklah, kau orang dewasa yang aneh!'' Arion mengambil Segwaynya dan hendak pergi padahal sebenarnya dia ingin sekali lebih lama berbicara dengan pria itu, setidaknya ia ingin lebih dekat, bukankah ini seperti Tuhan sedang menunjukkan jalan padanya untuk memperkenalkan pria ini pada sang mommy?


''Tunggu dulu, jangan pergi, kita bertemu di Amerika dan sekarang kita bertemu lagi di London, kau sedang apa di sini?'' Tanya Gie.


" Belikan aku minuman, baru ku jawab pertanyaanmu uncle jahat,'' ucap Arion memberi penawaran.


Gie tertawa, bocah ini sangat lucu dan unik.


''Baiklah anak tampan, disini tidak ada yang jual minuman tapi jika berjalan sedikit ke luar dari taman ini, kita akan menemukan mobil eskrim, kau suka es krim? Aku akan membelikannya untukmu.''


Arion melihat ke arah yang ditunjuk Gie, tidak ada mobil eskrim di sana karena mereka masih di dalam taman, ia terlihat berpikir sejenak lalu memandang ke arah Gie yang sedang melihatnya juga.


''Benarkah? Uncle tidak berbohong kan? Uncle tidak bermaksud ingin menculikku?''


Pertanyaan Arion membuat Gie kembali tertawa, dia tak habis pikir dengan tingkah bocah ini.


''Apa aku terlihat seperti penjahat?''


''Kesan pertama kita saat bertemu sangat buruk, mungkin saja terjadi,'' jawab Arion.

__ADS_1


Sekali lagi Gie tertawa, ia benar-benar menyukai bocah itu, dia terlihat mirip dengan seseorang yang saat ini dirindukannya. Benar-benar menghibur dirinya yang sedang frustasi.


''Dengar, Pertama, aku minta maaf karena di pertemuan pertama kita, aku membentakmu, saat itu aku benar-benar sedang sangat lelah. Yang kedua, aku bukan orang jahat dan yang ketiga, bisakah sekarang kita menjadi teman?''


Arion melihat kejujuran di mata Gie kemudian ia kembali berpikir lagi, mungkinkah keinginannya untuk memperkenalkan pria ini kepada sang mommy sedang dalam proses persetujuan Tuhan?


''Bagaimana?'' Gie semakin tak sabar mendengar jawaban Arion.


''Hm baiklah, untuk saat ini aku percaya pada uncle, kalau begitu, ayo traktir aku makan eskrim.''


Gie tersenyum puas mendengar jawaban Arion, perasaannya menjadi hangat ketika Arion menggenggam tangannya.


Seandainya dulu Alea tak mengkhianati dirinya mungkin ia juga sudah memiliki seorang anak atau bahkan lebih dari satu.


Ah, kembali lagi mengingatnya, entah sedang apa wanita itu sekarang, sudah sebulan ini ia tak pernah lagi melihatnya, ia ingin pergi ke Trondheim hanya untuk sekedar melihatnya dari jauh namun Silly selalu saja menyulitkan dirinya karena Elf.


''Uncle? Kenapa melamun? Katanya kau ingin mentraktirku makan eskrim?''


Pertanyaan Arion membuyarkan lamunan Gie.


''Ah, maaf, ayo jangan lepas genggamannya, kau naik Segwaynya.''


Arion naik ke atas Segwaynya tangan sebelahnya tetap memegang tangan Gie yang berjalan kaki di sampingnya.


Andai mereka saling tahu bahwa sebenarnya mereka adalah ayah dan anak terlihat sangat cocok dan manis.


Tak lama berjalan mereka tiba di tempat mobil eskrim itu parkir.


''Uncle, pesankan aku, eskrim coklat,'' pinta Arion.


''Kau juga suka es krim coklat?''


Arion mengangguk.


''Aku juga suka es krim coklat,'' Gie langsung memesan dua cup es krim berukuran besar untuk dirinya dan Arion.


Mereka duduk di bangku yang tersedia di situ dan mulai menikmati es krimnya.


''Ternyata kita satu frekuensi, ya, daddyku juga suka es krim coklat,'' ucap Arion di sela-selanya makannya.


''Benarkah? Oh, ya, aku sudah membelimu eskrim sekarang katakan, sedang apa kau di sini?'' Tanya Gie penasaran.


''Hm baiklah, aku sedang berkunjung ke rumah mommy dan ini hari pertamaku di kota London,'' jawab Arion.


''Mommymu orang London?'' Gie semakin penasaran dengan keluarga Arion.


Arion mengangguk.


''Lalu daddymu?


''Kata mommy, daddy sudah meninggal saat mommy sedang mengandungku,'' Arion jadi sedih ketika mengingat perkataan mommy Alea tentang sang daddy, ia juga sangat sedih apalagi tidak ada satu pun kenangan yang tersimpan tentang sang daddy yang bisa ia kenang kala ia merindukannya.


''Maaf aku-


''Tidak apa-apa, uncle, jangan merasa tak enak seperti itu,'' potong Arion.


Tidak ada lagi pembicaraan setelah itu, mereka terus menikmati es krimnya dalam diam.


Setelah eskrimnya habis, Arion langsung pamit pada Gie karena hari sudah mulai gelap, ia takut sang mommy akan mencarinya dan sudah pasti ia akan dimarahi karena pergi tanpa pamit.


''Eh, tunggu dulu, kita belum-


Arion tak lagi mendengar perkataan Gie karena langsung menghilang kembali ke dalam taman meninggalkan Gie yang terlihat kesal.


''Anak itu, semakin membuatku penasaran, belum juga tahu namanya malah ditinggal pergi,'' gumam Gie yang merasa kecewa ditinggal Arion begitu saja.


Ia pun melangkah pergi dari situ setelah membayar eskrim yang tadi dipesannya.

__ADS_1


__ADS_2