
Gie kembali ke apartemen dengan perasaan marah, kecewa dan terluka mendengar ucapan Ben tadi saat bertemu di bar.
Ia berpikir bahwa Alea lebih memilih pria itu dibandingkan dengannya.
Prang
Prang
Prang
Gie melempar barang-barang yang ada di kamarnya, ia berteriak frustasi.
Aaaaaaakkkkkkhhhhh......
''DASAR JALANNNNGGGGG!!!!!AKU MEMBENCIMU ALEA!!!! DASAR PENGKHIANAT SIALAN!!!!!
prang
Prang
Prang
Ia kembali menghancurkan barang-barang yang ada di sekitarnya.
Jack yang baru tiba dari minimarket begitu terkejut mendengar umpatan dan makian Gie serta barang-barang yang tengah dihancurkan oleh sahabatnya itu, ia segera menaruh belanjaannya di dapur dan menghampiri kamar Gie yang pintunya sedang terbuka.
''Ya ampun Gie, aku tahu kau sedang stres tapi jangan seperti ini!'' Ia memegang tangan Gie untuk menenangkannya namun Gie menepisnya,'' pergilah aku ingin sendiri kali ini!''
__ADS_1
''Tidak, aku tidak akan pergi kemana-mana, aku akan menemanimu di sini, ujar Jack sambil kembali menarik Gie dan duduk di sofa.
''Aku ambilkan kau minum, tenangkan emosimu,'' Jack berlalu ke dapur mengambil minuman dingin yang dibelinya di minimarket. Ia tadi telah dihubungi oleh sang mommy untuk kembali saat berada dalam mobil bersama Gie namun ia memilih ikut dengan Gie untuk sekedar menghibur sahabatnya terlebih berjaga-jaga takut Gie melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri karena ia melihat emosi Gie yang semakin tidak stabil dan setelah menurunkan Gie ia kembali memacu mobil ke seberang jalan karena hendak membeli beberapa camilan dan juga minuman tidak lupa ia meminta kata sandi apartemen Gie agar ia tidak perlu lagi memencet bel.
Jack kembali ke kamar Gie dengan membawakan beberapa camilan dan juga minuman dingin, ia lalu membuka minuman kaleng tersebut dan menyodorkannya pada Gie.
Gie menerima minuman kaleng itu lalu menenggaknya hingga tandas, emosinya sangat menguras energi.
''Aku tahu rasanya berada di posisimu, meskipun aku masih ragu dengan keasliannya, tapi seharusnya saat itu kau langsung bertanya pada Alea bukan malah pergi.''
''Aku tidak kuat menerima kenyataan jika waktu itu dia benar-benar mengkhianatiku, dia cinta pertamaku bahkan wanita yang memberi warna warni dalam hidupku. Aku sangat mencintainya, Jack.''
''Tapi dia menghancurkan segalanya, seharusnya dia jujur padaku jika dia merasa kurang puas dengan aku yang sekarang, aku akan melakukan apapun untuknya, Jack asal dia selalu bahagia di sisiku, tapi kau lihat kan, dia malah mencari pria lain, aku juga berharap setelah aku pergi dia dapat merenungi semua kesalahannya tapi nyatanya dia memilih pergi dan bahagia bersama pria itu,'' timpal Gie lagi dengan sendu.
Jack menatap Gie dengan iba, ia lalu menepuk pundak sahabatnya itu,'' saatnya kau harus bangkit dan tunjukkan padanya ketika di masa depan kalian bertemu bahwa kau benar-benar hidup dengan baik tanpa dirinya sama sepertiku dan Lindsay, hubungan kami saja bahkan belum dimulai tapi sudah harus berakhir dengan menyedihkan tapi aku sudah bertekad untuk melupakannya di masa depan aku ingin tunjukkan padanya bahwa aku pun baik-baik saja.''
Air mata Gie terjatuh, ia tidak menyangka hubungannya akan berakhir seperti ini. Ia merasa sangat berat melepas bayangan Alea dari hidupnya namun jika mengingat masa lalu amarah dalam dirinya muncul. Ia bahkan tak ingin mempercayai wanita manapun lagi selain mommynya. Mungkin setelah ini, ia akan fokus membangun karirnya dan menjadi sukses di masa depan.
Jack tersenyum menatap Gie lalu membuang wajahnya ke depan dan menghela nafas,'' aku juga sedang belajar melupakan Lindsay, rasa yang kupendam bertahun-tahun akhirnya berakhir sia-sia bahkan aku belum merasakan indahnya berbagi cinta dengannya.''
Drrt
Drrt
Drrt
Saat sedang berbincang-bincang ponsel Gie berbunyi menampilkan nama seseorang yang tidak asing baginya.
__ADS_1
Keningnya berkerut, kenapa malam-malam begini orang itu menghubunginya?
''Siapa?'' Tanya Jack.
Tanpa menjawab Gie hanya menunjukkan layarnya pada Jack.
''Diangkat saja, siapa tahu dia punya informasi terbaru.''
Gie lalu mengangkat panggilan itu dan mengaktifkan tombol speaker agar Jack juga mendengarnya,'' ada apa?''
"Bagaimana sudah dapat informasi tentang Alea?''
'' Belum.''
"Aku sudah bilang kan kalau dia itu memang tak sebaik yang kau pikirkan. Sebenarnya aku sudah lama ingin memberitahumu tentang kelakuannya di belakangmu kalau ada kesempatan tak bersamamu seperti apa dirinya, tapi aku tidak tega sampai pada akhirnya aku sudah tak tahan dengan kelakuan terakhirnya. Bahkan saat kau pergi saja, dia pura-pura sedih di depan kami padahal sebenarnya dia tak seperti itu, dia benar-benar jahat dengan pria sebaik dirimu.''
Mendengar perkataan sang penelepon amarah dalam diri Gie semakin besar, ia tak pernah menyangka bahwa wanita yang sangat dicintainya yang juga dikiranya polos itu ternyata adalah wanita munafik dan nakal. Ia memejamkan matanya mencoba meredam perasaan yang membara dalam dirinya lalu berkata," Sudahlah, aku sudah tak peduli dengannya!''
''Apa rencanamu setelah ini?''
''Rencananya aku akan kembali melanjutkan studiku di sini. Paman Jack akan membantuku mengurus kembali keaktifan diriku lagi.''
"Baiklah.'' kalau begitu selamat malam Gie, mimpi yang indah.''
''Hmm," ucap Gie lalu memutuskan panggilannya.
"Aku tak pernah menyangka kelakuan Alea seperti itu,'' ujar Jack yang ikut terkejut dengan perkataan sang penelepon tadi.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi, mungkin jalan Tuhan bagiku menunjukkan wujud aslinya padaku." Timpal Gie yang dibalas anggukkan oleh Jack.
Dan akhirnya malam itu mereka berdua berkomitmen untuk melupakan semua masa lalu mereka dan mulai melangkah ke depan. Untung paman Jack mau membantu Gie untuk kembali aktif dalam perkuliahannya yang sudah ia tinggalkan berbulan-bulan itu.