Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 34 Berangkat ke Sidney


__ADS_3

Tiga Minggu kemudian...


Alea dan Lindsay tengah bersiap-siap, hari ini mereka akan berangkat ke Sidney karena dua hari lagi even pagelaran busana akan digelar.


''Semua persiapannya telah sempurna,'' ujar Lindsay sambil mengebaskan kedua telapak tangannya.


Alea tersenyum sambil mengangguk, saat ini keduanya sedang berada di kamar Alea.


''Kali ini siapkan hatimu karena kau harus bertemu dengan masa lalumu yang brengsek itu,'' kata Lindsay sambil menatap Alea yang tengah duduk di meja rias.


Alea tersenyum kecut, ia teringat akan semua kejadian yang dialaminya ketika berada di Sidney, begitu menyakitkan, pria yang pernah berbagi banyak hal dengan dirinya bisa berubah seperti itu.


Alea telah menceritakan semuanya kepada Lindsay dan Lindsay begitu marah saat mendengar semua cerita sahabatnya itu, terkadang ia menyesal tidak ikut menemani Alea waktu itu.


Baginya Gie telah berubah menjadi pria brengsek tidak seperti Gie yang ia ketahui. Ia juga bertanya-tanya, ada apa dengan pria itu? Apalagi mendengar tentang hubungan Gie bersama mantan sahabat mereka Silly, darahnya seakan mendidih karena ia tak pernah menyangka sahabat yang telah dianggap seperti saudaranya itu ternyata tega berkhianat terhadap mereka.


Ingin rasanya ia mencabik-cabik wajah Silly saat bertemu, benar-benar wanita iblis, pikirnya.


Apa salahnya Alea pada mereka berdua sampai tega berbuat hal jahat itu padanya.Tapi sudahlah, mulai sekarang ia harus selalu berada di sisi Alea untuk melindunginya. Jika nanti bertemu dengan mereka berdua lagi dan mereka kembali membuat Alea terluka, ia akan memberi pelajaran pada mereka entah dengan cara apa, saat itu kelemahlembutan seorang Lindsay akan benar-benar hilang.


''Kenapa melamun?'' Tanya Alea yang telah berdiri dihadapan Lindsay sambil mengguncang bahu Lindsay karena dari tadi Alea menjawab pertanyaan Lindsay tapi yang ditanya tak meresponnya sama sekali malah sibuk melamun.


''Eh, astaga, kau bilang apa tadi Lea? Maaf, aku malah melamun,'' ucap Lindsay.


''Ayo jujur padaku, apa yang kau lamunkan? Jangan bilang kau sedang melamunkan si dia, karena kita juga akan bertemu dengannya, loh,'' goda Alea pada Lindsay tentang siapa lagi kalau bukan tentang Jack.


''Apa sih, Lea, aku dan Jack tidak memiliki hubungan di masa lalu selain sebatas teman, lagipula kau tahu kan, hubungan kami harus berakhir sebelum memulainya dan lagi dia itu membenciku selama hidupnya, jadi di sana saat bertemu kami pasti akan menjadi asing.''


Alea merasa perkataan Lindsay mengandung kesedihan yang mendalam, ia lalu menepuk bahu Lindsay dan berkata,'' maafkan aku, semuanya salahku, maaf aku tidak bermaksud mem-''


''Hei, kau ini bicara apa? Sudahlah, untuk apa memikirkan masa lalu, memang itulah jalan hidup yang digariskan untuk kita lewati,'' jangan baperlah, Lea,'' potong Lindsay, ia tidak ingin Alea menyalahkan dirinya atas semua hal yang telah mereka lalui bersama.


''Ya, sudahlah, penasihat agung, mari kita berangkat,'' Alea mengajak Lindsay beranjak dari kamar setelah melihat waktu di arlojinya karena mereka sudah harus berangkat ke bandara.


Kali ini ia bernafas lega karena Arion tidak jadi ikut dengan mereka, ia tengah diajak grandma dan grandpanya mengunjungi Ben dan istrinya, untunglah Alea meminta bantuan kepada Emily yang sengaja memakai alasan mengidamnya untuk menolongnya walaupun Emily sebenarnya juga selalu merindukan Arion.

__ADS_1


Saat ini Alea dan Lindsay telah tiba di bandara, setelah melakukan check in, mereka lalu pergi ke ruang tunggu bandara.


Lima belas menit kemudian, mereka akhirnya masuk ke pesawat. Alea dan Lindsay hanya pergi berdua saja karena semua tim serta model yang akan memperagakan busana-busana mereka sudah lebih dulu terbang ke Sidney. Rumah mode Achazia memilih tiga model terbaik yang akan memperagakan hasil desain Alea yang bertemakan gaun musim semi.


''Kau sudah menghubungi Antony?'' Tanya Lindsay saat mereka sudah duduk di dalam pesawat.


''Hm, dia yang akan menjemput kita nanti,'' jawab Alea.


''Sepertinya hubungan kalian sudah semakin dekat, aku harap ada hal baik yang terjadi dalam hubungan kalian ke depannya. Aku sangat setuju jika kau bersama Antony, ternyata dia pria yang baik dibalik sikap dinginnya itu.''


''Kau ini bicara apa sih, Say? Jangan berpikir terlalu jauh, aku tak punya perasaan apapun padanya, kami hanya sebatas teman.''


''Ya baiklah, terserah padamu, yang penting kau selalu bahagia.''


''Kau juga, Say. Jangan hanya memikirkan diriku saja, setidaknya aku sudah memiliki Arion.''


Mendengar perkataan Alea, Lindsay mencebik ke arahnya, ujung-ujungnya ia juga yang kena jebakan pembicaraannya sendiri. Ia belum memikirkan tentang sebuah hubungan, ia hanya ingin mengejar karirnya terlebih dahulu meski sang daddy sudah mendesaknya berulang kali untuk menikah. Terlebih masih sangat sulit melupakan cinta pertamanya yang bahkan belum sempat ia rasakan itu.


Setelah sedikit berbincang-bincang, mereka kembali diam dan tidak ada pembicaraan lebih lanjut lagi, mereka kembali menikmati perjalanan dengan memilih memejamkan matanya.


...****************...


Dari jauh mereka melihat Antony tengah melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Alea.


''Maaf, kami merepotkanmu,'' ujar Alea setelah tiba dihadapan Antony dan asistennya.


''Tidak masalah, aku senang direpotkan olehmu,'' gurau Antony.


Alea hanya tersenyum, sementara Lindsay langsung mengucapkan terimakasih.


Antony mengambil alih koper Alea sedangkan asistennya membantu Lindsay membawakan kopernya.


Mereka menuju ke mobil, Alea dan Lindsay duduk di belakang sementara Antony duduk di samping sang asisten yang menyetir mobilnya. Mereka menuju ke hotel Legie tempat semua model dan designer dan para timnya menginap.


Sebenarnya ada perasaan tak nyaman yang dirasakan Alea untuk kembali ke hotel itu, namun apa boleh buat ini demi event jadi sebisa mungkin ia harus menekan perasaannya dengan bertindak secara profesional.

__ADS_1


''Bagaimana kabar Arion?'' Tanya Antony memecah keheningan yang terjadi saat ini.


''Dia baik-baik saja, saat ini dia sedang berada di Amerika bersama Ben dan Emily,'' jawab Alea.


''Kenapa tidak membawanya saja, aku telah berjanji padanya jika ke sini aku akan mengajaknya berkeliling kota Sidney,'' ucap Antony.


''Emily sangat ingin bertemu dengannya jadi dia memilih ikut daddy dan mommy ke sana,'' jawab Alea beralasan dan diangguki oleh Antony.


Ya, Antony telah pergi ke Trondheim satu Minggu setelah Alea kembali ke sana, sekedar berkunjung seperti yang ia bilang pada Alea dan ternyata ia dibuat terkejut oleh fakta bahwa Alea telah memiliki seorang putra tanpa memiliki suami, tapi ia menyukai Arion yang terlihat cuek namun mudah akrab dengannya.


Tiga puluh menit kemudian, mereka telah tiba di hotel Legie. Seorang petugas hotel menyambut mereka.


Semua keluar dari mobil, asisten Antony membantu petugas hotel mengeluarkan koper Alea dan Lindsay lalu membawa masuk ke dalam hotel diikuti oleh Lindsay lalu Alea dan Antony yang berjalan beriringan.


Tiba di lobi hotel, ternyata sudah ada tim Alea yang sedang menunggu mereka.


''Hallo Nyonya Lea dan Nyonya Say juga tuan Antony, selamat sore,'' sapa bibi Lexa selaku ketua tim dari delapan orang anggota itu.


Selamat sore bibi Lex,'' sapa balik Alea dan Lindsay bersama sedangkan Antony hanya mengangguk saja.


Setelah bibi Lexa sedikit memberikan laporan kegiatan mereka selama di situ, mereka langsung berangkat ke penthouse room yang sebelumnya telah di pesan Alea agar lebih luas dan mereka bisa lebih bekerja sama saat even yang berlangsung selama dua hari itu. Kemudian anggota lain mengambil alih barang bawaan Alea dan Lindsay, bibi Lexa mengantar mereka ke penthouse yang tepat berada di roof top hotel itu.


Tiba di depan pintu penthouse, Antony dan asistennya langsung pamit.


''Aku akan kembali, kita bertemu saat makan malam,'' ucap Antony pada Alea.


''Kalau langsung kembali seperti ini seharusnya kau tak perlu repot-repot mengantarku sampai ke sini,'' ujar Alea tak enak hati.


Antony terkekeh,'' tidak apa-apa, aku hanya ingin memastikan kau masuk ruanganmu dengan selamat.''


''Astaga Ant, aku bukan Arion.''


Sekali lagi Antony terkekeh,'' iya, I know, sekarang masuklah, sampai bertemu saat makan malam,'' ucap Antony sambil mengacak-acak rambut Alea,


''Iya, terimakasih, Ant, aku masuk dulu.''

__ADS_1


''Sama-sama, cantik.''


Alea tersenyum mendengar kata cantik dari mulut Antony lalu ia masuk ke dalam penthouse meninggalkan Antony dan asistennya yang juga langsung berbalik pergi.


__ADS_2