
Alea dan para tamu-tamu event yang lain baru saja selesai mengakhiri pertemuan mereka dengan makan siang bersama dengan Nyonya Sandra selaku pemilik event, setelah ini mereka akan kembali ke tempatnya masing-masing untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk perhelatan event pagelaran busana yang akan digelar tiga minggu mendatang.
Kali ini Jack yang mewakili Gie, karena Gie tak bisa hadir, ia masih menjalani perawatan akibat syok karena terjebak di lift tadi pagi, ia ditemani oleh tunangannya Silly.
Alea dan Antony tengah berjalan kembali ke kamar mereka ketika Jack datang menghampirinya.
''Lea, maaf mengganggu, boleh kita bicara?'' Tanya Jack.
Alea melihat ke arah Jack yang menatapnya penuh harap kemudian ia mengangguk setuju, ia juga penasaran apa yang ingin dibicarakan oleh Jack, apa soal ia dan Gie tadi pagi atau ada hal lainnya.
Jack tersenyum lega.
Alea kembali menatap ke arah Antony dan tersenyum,'' maaf Ant, aku pergi sebentar bersama Jack, kau duluan saja ke kamar.''
Antony tersenyum dan mengangguk, ia ingin bertanya tentang hubungan mereka berdua kenapa bisa saling mengenal namun ia urungkan, akan ia tanyakan saja nanti, pikirnya.
Jack lalu mengajak Alea pergi ke sebuah kafe yang berada di luar hotel. Mereka memesan minum lalu Jack memulai percakapan.
''Apa kabarmu? Maaf, aku baru menanyakannya padahal kita sering bertemu,'' ucap Jack.
Alea tersenyum lalu berkata,'' tidak apa-apa, aku sangat baik, bagaimana denganmu?'' Tanya balik Alea.
''Aku juga baik-baik saja,'' ucap Jack, sebenarnya ia juga ingin bertanya tentang kabar Lindsay namun bibirnya terasa kelu.
''Apa yang ingin kau bicarakan?'' Tanya Alea to the point.
Jack menatap Alea yang juga tengah menatapnya,'' terimakasih sudah menolong Gie, dokter bilang dia syok karena traumanya, aku baru tahu kalau Gie pernah mengalaminya di masa lalu,'' ucap Jack yang memang tidak tahu mengenai trauma Gie dengan lift yang rusak.
Alea tersenyum,'' kenapa harus berterima kasih, aku tidak menolongnya sama sekali, hanya kebetulan saja aku salah masuk lift dan kami bertemu lalu tiba-tiba liftnya rusak.''
__ADS_1
''Bagaimana perasaanmu? Tanya Jack.
Alea tampak mengerutkan dahinya,'' perasaanku? Kenapa dengan perasaanku?''
''Perasaanmu setelah bertemu dengannya.''
Alea tersenyum,'' sepertinya aku harus menegaskan padamu kali ini bahwa kami adalah dua orang asing yang tidak saling mengenal, tentu saja aku tidak memiliki perasaan apa pun padanya, jadi jangan bertanya lagi soal perasaanku, dan satu lagi kalau kau mengajakku bicara hanya untuk membahas hal yang tak penting seperti ini, maaf, aku tak punya banyak waktu karena aku harus segera membereskan barang-barangku,'' Alea bangkit berdiri lalu hendak pergi namun Jack kembali bertanya kepadanya.
''Apa kau tak ingin tahu apa saja yang terjadi padanya selama sepuluh tahun ini?''
''Tidak! Itu bukan urusanku, maaf aku harus pergi," Alea pun langsung pergi setelah mengucapkan perkataan itu tetapi Jack kembali lagi bersuara yang membuat langkah Alea terhenti.
"Dia hancur tanpamu, meski telah sepuluh tahun berlalu tapi aku tahu bahwa dia masih belum bisa lepas dari bayanganmu, Lea. Apa kau tak ingin mencari tahu penyebab perpisahan kalian?"
Alea berbalik dan hanya menampilkan senyum datar lalu berkata pada Jack,'' Aku sudah tak peduli apapun Jack, bagiku semuanya telah berakhir, aku sudah bahagia dengan hidupku sekarang, jadi berhentilah berbicara soal masa lalu, selamat tinggal.''
Alea meninggalkan Jack yang hanya menatapnya sambil menghela nafas panjang,'' aku akan mencari tahunya untuk kalian, aku yakin masih ada perasaan cinta yang begitu besar di antara kalian berdua." Gumamnya seraya bangkit berdiri dan bergegas pergi ke rumah sakit menemui Gie, sepertinya ia mulai merencanakan penyelidikannya.
Alea sedang melakukan check out dari hotel, ia sudah harus berangkat ke bandara di antar oleh Antony karena Antony juga masih ada pekerjaan di sini jadi ia belum kembali ke Amerika.
Setelah selesai, Alea dan Antony lalu berjalan keluar dari hotel diikuti oleh dua orang bell boy yang membawakan koper dan juga barang-barang Alea yang lain, mereka berpapasan dengan Silly yang sedang berjalan tergesa-gesa, rupanya Silly ingin menemui Alea karena wanita itu langsung mencegat Alea yang hanya memandangnya datar.
''Tunggu, kita harus bicara,'' ucap Silly.
''Aku tak punya waktu untuk bicara, aku harus segera ke bandara, jadi tolong minggir dari hadapanku!'' Tukas Alea.
Silly memandang tajam ke arah Alea,'' kita harus bicara, aku tidak mau tahu!''
Alea balik menatap tajam kearah Silly,'' kalau aku tidak mau, kau mau apa? Jangan mempermalukan diri anda dengan berdebat denganku di hadapan karyawan anda, Nona Silly!''
__ADS_1
Antony kebingungan melihat Alea dan Silly saling bersitegang, ada apa dengan mereka? Apa mereka sebenarnya saling mengenal? Ia pun mencoba melerai keduanya.
''Maaf, aku tak bermaksud ikut campur urusan kalian, tapi kalau kalian punya masalah, bisakah kalian menyelesaikannya dengan kepala dingin? Lagipula ini di tempat umum, pertengkaran kalian bisa berdampak buruk terhadap citra diri kalian sendiri,'' ucap Antony bijak, entahlah sejak kapan dia bisa berbicara panjang dan bijaksana seperti ini dalam wanita, ini bukan stylenya, mungkin karena Alea!
Ada benarnya juga ucapan Antony, pikir Alea dan lagi ia juga penasaran dengan apa yang ingin Silly bicarakan dengannya.
''Baiklah waktumu hanya lima menit!''
''Sepuluh menit!'' Silly pun tak mau kalah.
''Lima menit atau tidak sama sekali!'' Alea juga tak mau kalah.
Antony memijit pelipisnya, ia pusing melihat kedua wanita itu, dalam hatinya ia merutuki situasinya saat ini yang terjebak di antara kedua wanita ini, untung ia menyukai Alea, kalau tidak, ia sudah pergi meninggalkan mereka berdua, terserah mereka mau berkelahi atau jungkir balik sekalipun, ia tak peduli.
Aku akan menunggumu di mobil, pergilah, selesaikan masalah kalian,'' ucap Antony lalu masuk ke dalam mobilnya tanpa menyapa Silly.
Alea pergi ke kafe bersama Silly, lalu duduk saling berhadapan.
''Apa yang terjadi denganmu dan Gie saat terjebak dalam lift? Silly tampak memicing menunggu jawaban Alea, karena ia merasa khawatir setelah menjaga Gie di rumah sakit, pria itu mengigau memanggil nama Alea dan berkata bahwa ia merindukannya, ia merasa posisinya akan semakin terancam jika mereka terus bertemu.
''Tidak ada yang terjadi!''
''Aku hanya ingin memperingatkanmu Alea, jangan lagi mengusik kehidupan Gie, kami akan menikah, biarkan dia bahagia dan aku janji padamu, aku akan membuatnya bahagia di sisiku,'' ucap Silly tegas.
Alea tersenyum sinis lalu berkata,'' apa kau mulai menunjukkan sisi burukmu padaku? Aku mulai curiga padamu, jangan-jangan kau turut andil dalam masa laluku?''
Deg!
Silly menelan salivanya, namun sebisa mungkin ia tetap bersikap tenang,'' apa kau lupa apa yang aku ceritakan padamu tempo hari? Aku hanya tak ingin lagi terluka dan berada dalam posisi yang sulit, sekarang aku dan Gie saling mencintai, jadi aku mohon padamu, jangan mengusik kebahagiaanku saat ini, aku dan Elf hanya memiliki Gie, jadi tolong mengertilah.''
__ADS_1
''Sejak kapan aku mengusik kehidupan kalian? Aku sudah bilang kalau aku sudah tak peduli pada kalian, kita sudah menjadi orang asing jadi akan seperti itu juga selanjutnya, waktumu selesai!'' Dengan emosi, Alea bangkit berdiri lalu pergi meninggalkan Silly yang tersenyum puas.