Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
35 Event


__ADS_3

Hari yang dinanti-nantikan pun tiba, semua orang tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tak terkecuali dengan tim Alea, saat ini mereka juga tengah bersiap-siap, tampak Alea tengah memberi arahan pada ketiga modelnya, pada event kali ini, Alea mendapat kesempatan untuk menunjukkan sembilan hasil desainnya yang telah dirancang menjadi gaun-gaun indah. Setelah semuanya beres Alea kembali ke depan sedangkan Lindsay lebih memilih tinggal dibelakang stage karena ia takut akan bertemu dengan Jack.


Alea tampak cantik dengan midi dress pastel bercorak bunga musim semi, ia duduk di barisan terdepan tanpa sadar bahwa ia tengah duduk bersampingan dengan Gie yang disebelahnya ada Silly sedangkan Jack duduk di belakang mereka.


Saat ia menoleh ke samping, kedua matanya bertemu dengan tatapan Gie yang juga sedang menatapnya.


Deg!


Alea begitu terkejut, namun sebisa mungkin ia kembali menatap ke depan, sedangkan Gie hanya menampilkan tatapan datar dan tajamnya seakan ia juga tak peduli dengan kehadiran Alea di sampingnya.


Selama duduk bersama, tidak ada seorang pun yang bersuara termasuk Silly dan Jack. Mereka seakan-akan tengah menikmati pagelaran busana tersebut padahal ada perasaan tak nyaman yang terjadi di antara mereka terlebih dengan kemunculan Lindsay yang juga tak menyadari ketiga orang yang ia kenal di sekitarnya.


''Bagaimana keadaan di belakang?Tanya Alea setelah Lindsay duduk di sampingnya.


Ya setelah Alea kembali ke depan, Lindsay mengirim pesan pada Alea untuk menyisakan satu tempat duduk untuknya. Jadinya Lindsay bisa duduk di samping Alea.


''Aman terkendali,'' jawab Lindsay penuh semangat sambil tersenyum manis ke arah Alea.


''Katamu tidak ingin ke-''


''Aku juga ingin melihatnyalah,'' Lindsay menjawab cepat dengan memotong perkataan Alea karena takut Alea akan menggoda dirinya.


''Hai, Say, lama tidak berjumpa,'' sapaan Silly dari sebelah Gie, mengagetkan Lindsay.


Lindsay lalu menoleh ke arah Silly, ia memasang wajah masam dan menatap tajam ke arah Silly yang sedang memajukan tubuhnya ke depan sambil menggenggam tangan Gie yang hanya menatap ke depan.


Lindsay mengeratkan rahangnya ketika melihat itu, sementara Alea reflek menggenggam tangan Lindsay untuk meredam emosi sahabatnya itu.


''Lea, pindahlah ke sini, biar aku yang duduk di situ, tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun hanya ingin menyapa wanita iblis itu,'' bisik Lindsay namun masih bisa di dengar oleh Jack yang duduk di belakangnya.


Alea mengangguk karena sebenarnya ia juga ingin melakukan itu dari tadi, hanya ia tak mampu menggerakkan tubuhnya karena Gie yang duduk di sampingnya.


Setelah bertukar tempat, Lindsay lalu melihat lagi ke arah Silly yang masih menatapnya dengan penuh senyuman.


''Oh ternyata ada tuan Gie juga, ya. Wah, aku tidak pernah menyangka, dunia sepertinya begitu sempit sampai aku harus melihat kalian menjadi sepasang kekasih, sungguh menggelikan, kalian benar-benar


manusia yang ti--...''


''Say, please, kita lagi ada di sini, jaga profesionalitasmu, sudahlah ayo kembali fokus ke depan,'' rayu Alea.


Sementara Silly hanya tersenyum sinis lalu kembali fokus ke depan dan Gie hanya memasang wajah datarnya.


Lindsay meredam emosinya, ia sadar ini bukan saat yang tepat untuk membuat keributan dengan Silly.


Jack yang dari tadi duduk di belakang mereka begitu terkejut dengan perkataan Lindsay, sejak kapan Lindsay jadi garang seperti itu? Ternyata waktu telah banyak mengubah wanita itu, dari penampilannya yang semakin cantik dan dewasa juga sikapnya yang berubah menjadi sedikit kasar. Apalagi senyuman Lindsay yang dulu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tanpa sengaja Lindsay menoleh ke arah belakang dan terkejut melihat Jack yang tengah menatapnya.


Deg!


Jantung Lindsay seakan berhenti berdetak melihat pria yang pernah ditolaknya ada di depannya setelah sepuluh tahun tak pernah bertemu, hal yang ingin dihindarinya saat tiba di sini.


Cepat-cepat Lindsay kembali melihat ke arah depan, ia tidak sanggup terus menatap Jack yang hanya memasang wajah datar dan dinginnya.

__ADS_1


Dari jauh Antony hanya mengamati mereka, ia melihat ada ketegangan yang terjadi di sekitar Alea, namun ia tak bisa mendekat karena ia tengah ikut mendampingi aunty Sandra.


Acara berakhir di pukul sepuluh malam, semua orang mulai meninggalkan tempat acara, selanjutnya akan dilanjutkan besok pada jam yang sama.


"Karyamu sungguh luar biasa, Lea," puji Antony yang tengah berjalan bersama Alea dan Lindsay menuju ke penthouse Alea.


"Karya Alea memang luar biasa," timpal Lindsay.


"Terimakasih Ant, tapi karyamu juga sungguh luar biasa," puji Alea.


Antony hanya tersenyum, tanpa terasa mereka sudah tiba di depan penthouse Alea.


''Terimakasih sudah mengantar kami, selamat malam, Ant,'' ucap Alea.


''Selamat malam, Antony,'' sambung Lindsay.


''Selamat malam juga untuk kalian, sampai bertemu besok,'' Antony membalas ucapan keduanya lalu beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Alea dan Lindsay.


...****************...


Hari berikutnya adalah hari terakhir event tersebut, kali ini Alea dan Lindsay duduk berdekatan dengan Antony sedangkan Gie, Silly serta Jack duduk di seberang mereka dengan saling berhadapan, Silly membawa putrinya Elf yang sedang bergelayut manja di pangkuan Gie, mereka terlihat seperti ayah dan anak yang saling menyayangi di mata Alea dan Lindsay.


Melihat pemandangan itu, ada perasaan sedih dalam hati Alea, ia jadi teringat Arion putranya yang sejak kecil tak pernah bersama dengan ayah kandungnya, bagaimana nanti kalau Arion tahu bahwa daddynya masih hidup dan telah memiliki keluarga, ia tak pernah membayangkan betapa marahnya Arion pada dirinya karena membohonginya selama ini. Alea menggelengkan kepalanya membuat Lindsay yang sempat menatapnya merasa aneh lalu berbisik padanya,'' ada apa?''


''Hah? Tidak ada apa-apa, Say,'' jawab Alea.


''Kau membayangkan sesuatu setelah melihat kebahagiaan pengkhianat itu, lihat mereka sangat bahagia di atas penderitaanmu, dasar iblis!'' umpat Lindsay sambil melirik ke arah depan namun ia dibuat terkejut dengan kehadiran seorang wanita cantik yang datang mengecup pipi Jack lalu duduk di sampingnya.


''Siapa wanita itu? Apa dia kekasihnya? Tunangannya atau...?'' batin Lindsay, hatinya teriris manakala melihat Jack tersenyum hangat ke arah wanita cantik itu.


Sementara Gie juga ikut memperhatikan Alea yang lagi tersenyum manis melihat para modelnya yang tampak anggun dengan gaun musim semi yang dirancangnya.


Ia benar-benar merindukan wanita itu, ada perasaan berdesir melihat senyuman indah mantan kekasihnya itu namun sejurus kemudian wajahnya berubah masam saat melihat Antony merapikan rambut Alea yang sedikit berantakan, mereka terlihat romantis.


Menyadari perubahan wajah Gie, Silly langsung mengecup pipi Gie yang membuat Gie terkejut dan menoleh dengan ekspresi biasa saja tanpa marah ke arah Silly yang langsung mengedipkan matanya dan memasang senyum semanis mungkin.


Bersamaan dengan itu Alea, Antony dan Lindsay melihat ke arah mereka.


'' Mereka terlihat manis, ya,'' bisik Antony kepada Alea.


Alea hanya tersenyum tanpa menanggapi ucapan Antony.''


Tanpa terasa telah sampai di penghujung acara, kemudian acara diakhiri dengan memberikan penghargaan kepada para desainer muda berbakat hingga Alea juga mendapatkan kesempatan menjadi salah satunya.


Karya-karya Alea mendapat respon yang luar biasa dan itu membuatnya semakin terharu dan bangga dengan dirinya sendiri begitupun juga dengan Lindsay yang ikut bangga dan bahagia melihat keberhasilan sahabatnya.


"Selamat Lea, kau berhasil," Lindsay langsung memeluk Alea ketika Alea menghampirinya setelah menerima piala dan mengucapkan terimakasih.


"Selamat untuk kita, Say, bukan untuk aku saja, ini berkat kerjasama dirimu dan tim kita, terimakasih semuanya,'' ucap Alea sambil memeluk satu persatu semua timnya.


Tak lupa juga Antony, Nyonya Sandra dan para desainer lainnya memberikan ucapan selamat untuk Alea dan timnya.


Sedangkan Gie, Silly, putri mereka dan Jack langsung meninggalkan tempat acara setelah acaranya berakhir tanpa menghampiri Alea.

__ADS_1


Antony harus berpisah dengan Alea dan Lindsay di lobby hotel karena ia masih harus bersama dengan Nyonya Sandra dan keluarga besarnya yang juga datang mengikuti acara tersebut apalagi daddy dan mommynya yang juga turut serta hadir. Sebenarnya ia mengajak Alea dan Lindsay untuk bergabung tetapi Alea menolaknya karena merasa tidak berhak hadir di tengah-tengah kebahagiaan Antony dan keluarganya saat ini.


Ketika mereka hampir mencapai lift, terdengar suara seorang anak kecil,'' daddy, ayo kejal Elf,'' teriak anak kecil itu dengan suara cadelnya.


Alea dan Lindsay membalikkan badan dan bersamaan dengan itu mereka melihat anak kecil itu tengah berlari ke arah mereka dan...


Brukk


Anak kecil itu menabrak Alea dengan keras untung Lindsay sigap menahan Alea kalau tidak, sudah dipastikan Alea akan terjatuh karena ia memakai heels yang tinggi.


''Solly aunty, Elf tidak sengaja,'' ucap gadis kecil itu yang mendongak menatap Alea yang sedikit meringis.


Alea dan Lindsay tampak terkejut karena ternyata itu adalah putri Gie dan Silly.


''Makanya anak kecil sepertimu jangan berkeliaran di tengah malam seperti ini, kau seharusnya sudah naik ke ranjangmu lalu tidur!'' Lindsay bernada ketus saat melihat bahwa itu adalah anak musuh mereka.


''Say, jangan bicara seperti itu, dia masih anak-anak, kendalikan emosimu,'' tegur Alea yang merasa iba melihat ekspresi gadis kecil itu yang hampir menangis mendengar bentakan Lindsay.


''Maafkan Elf, aunty,'' gadis kecil itu meminta maaf pada Alea dan Lindsay.


Alea berjongkok lalu merapikan rambut Elf,'' tidak apa-apa sayang, kenapa kamu lari-lari?''


''Bial dikejal daddy, aunty.'' Jawab Elf.


Tak lama kemudian muncul Gie dan Silly yang tengah berjalan ke arah mereka.


Lindsay lalu memasang wajah garangnya sementara Alea lalu langsung berdiri dari jongkoknya.


''Elf!!'' Seru Gie dan Silly bersamaan.


''Daddy! Mommy!'' Teriak Elf langsung berlari ke arah Gie dan Silly. Gie menangkap Elf dan menggendongnya.


Alea dan Lindsay langsung berbalik dan hendak pergi saat mendengar Silly mengucapkan terimakasih kepada mereka.


Terimakasih, Lea, Say.''


Lindsay berbalik lalu berkata,'' untuk apa berterima kasih pada kami? Tidak ada yang kami lakukan untuk kalian!'' Ketus Lindsay langsung berbalik dan menggandeng tangan Alea lalu memencet tombol lift dan masuk ke dalam lift.


Silly hanya menunduk dan berkata,'' maaf.''


Gie berbalik dan meninggalkan Silly yang mengangkat wajahnya memandang pintu lift dengan masam kemudian ikut berbalik dan sedikit berlari menghampiri Gie dan Elf yang lebih dulu pergi.


''Daddy, aunty yang belbicala tadi sangat galak, dia tadi membentakku,'' adu Elf pada Gie.


''Benarkah? Akan daddy marahi dia lain kali jika bertemu lagi,'' jawab Gie.


''Iya, dad, tapi Elf sangat suka dengan aunty cantik yang satunya, dia membela Elf.''


Gie hanya tersenyum, ia tahu siapa yang dimaksud Elf.


''Cantikkan siapa dengan mommy, sayang?'' Tanya Silly yang sudah berada di samping mereka.


''Auntynya memang sangat cantik tetapi mommyku jauh lebih cantik,'' puji Elf yang langsung membuat Silly tersenyum dan mengecup pipi putrinya.

__ADS_1


''Good girl,'' ucap Silly.


Mereka meninggalkan hotel dan menuju ke arah Jack yang telah menunggu mereka dengan mobil di depan hotel.


__ADS_2