Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 37 Wisata


__ADS_3

Keesokan harinya, Alea dan Lindsay serta tim mereka melakukan perjalanan wisata yang dipandu oleh seorang tour guide yang telah disiapkan oleh Antony.


Alea dan Antony berada dalam satu mobil yang dikendarai oleh Antony sendiri sedangkan Lindsay lebih memilih bersama dengan tim mereka yang menggunakan bus pariwisata, ia tidak ingin mengganggu Antony dan Alea.


''Boleh aku bertanya sesuatu?'' Tanya Antony pada Alea saat mereka sudah berada di dalam mobil.


''Mau tanya soal apa?'' Alea balik bertanya.


''Apa kau mengenal tuan Gie dan Nona Silly sebelumnya? Maaf, aku tidak bermaksud untuk mencari tahu tapi aku melihat kalian seperti merasa tidak nyaman satu sama lain,'' jawab Antony.


Alea tertawa,'' rupanya kau memperhatikannya juga, ya.


Hm, seperti yang kau lihat aku memang mengenal mereka, dulu kami sangat dekat namun tidak lagi untuk sekarang.''


''Kenapa?'' Tanya Antony yang merasa penasaran dengan hubungan mereka di masa lalu.


''Sepertinya kau sangat penasaran?''


''Ah, maaf aku tidak bermaksud apapun, tidak apa-apa kalau kau tak ingin cerita.'' Antony merasa tak enak hati karena terus bertanya pada Alea.


Alea menggeleng lalu berkata,'' tidak apa-apa, aku akan cerita padamu, tapi berjanjilah untuk tidak menceritakannya pada siapapun, kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu,'' ancam Alea namun sejurus kemudian ia tertawa melihat ekspresi Antony yang terlihat tegang.


''Hei, santai saja, aku hanya bercanda.''


Antony tersenyum kikuk sambil sebelah tangannya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Alea menarik nafasnya lalu mimik wajahnya berubah menjadi serius, ia pun mulai bercerita tentang kisahnya bersama Gie juga Silly.


Dimulai dari mereka kecil hingga mereka beranjak dewasa, kuliah dan tinggal bersama hingga rentetan kejadian yang telah membuat hubungan mereka berakhir.


Antony begitu terkejut, ia tak pernah menyangka bahwa Alea memiliki kisah cinta yang tragis seperti itu ditambah lagi dengan sahabat yang ternyata menikungnya dari belakang.


''Jadi, Arion putranya tuan Gie?'' Tanya Antony.


Alea mengangguk lalu berkata,'' sampai sekarang Gie tak pernah tahu kalau Arion adalah putranya, aku juga tak berniat memberitahunya karena semua tentang kami telah usai.''


''Apa Arion tahu siapa daddynya?''


''Tidak, aku terpaksa berbohong kepadanya kalau daddynya telah meninggal, aku tidak ingin Arion bertemu lagi dengan Gie.''


''Bagaimana kalau suatu saat Arion mengetahui faktanya, kau tidak memikirkan bahwa Arion pasti akan sangat marah padamu?''


''Sebenarnya aku sangat takut jika hal itu sampai terjadi, Ant, tapi kau tahu kan, Gie sangat membenciku karena berpikir aku mengkhianati dirinya, aku yakin dia pasti akan menolak untuk mengakui Arion sebagai putranya, aku tak ingin Arion terluka,'' Alea menjadi sedih mengingat putra semata wayangnya.

__ADS_1


''Maaf aku tak bermaksud membuatmu kembali mengingat luka lama,'' Antony jadi merasa bersalah, ia pun menepikan mobilnya lalu menghadap ke arah Alea serta salah satu tangannya menggenggam erat satu tangan Alea.


''Sekali lagi maafkan aku,'' ucap Antony.


''Tidak apa-apa, Ant, Arion adalah hidupku, aku hanya ingin dia selalu bahagia,'' Alea balas menggenggam tangan Antony.


'' Aku mengerti, aku yakin kau adalah ibu yang hebat, Arion sangat bangga memilikimu.''


''Terimakasih, Ant.''


Antony tersenyum mengangguk sambil melepas genggamannya lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Sebenarnya banyak yang ingin Antony tanyakan pada Alea, namun ia urungkan, ia tak ingin Alea berpikir bahwa ia tak sopan mencari tahu lebih dalam tentang masa lalunya.


...****************...


Sepanjang hari ini Alea, Lindsay dan timnya dibuat begitu bahagia karena mereka berkeliling hampir semua objek wisata yang ada di kota Sidney, dimulai dari gedung Opera Sydney, jembatan Harbour hingga kebun binatang Taronga dan masih banyak lagi tempat yang mereka kunjungi, mereka mengakhiri perjalanannya dengan makan malam bersama di salah satu restoran yang menyajikan berbagi menu seperti fillet steak, salmon papiotte, chicken breast supreme yang menjadi andalan di restoran tersebut.


Selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan kembali ke hotel untuk beristirahat.


Meski sangat lelah namun mereka begitu puas dengan kegiatan wisata mereka hari ini.


Alea mengucapkan terimakasih pada Antony setelah mengantarnya kembali ke hotel. Sedangkan Lindsay dan tim mereka sudah lebih dulu tiba di hotel.


Alea dan Antony masih berbincang-bincang sebentar di lobby hotel sebelum akhirnya Antony pamit kepada Alea untuk kembali ke apartemennya. Antony tidak mengantar Alea sampai ke penthousenya karena Alea melarang, kasihan juga Antony ia pasti sudah sangat lelah.


Alea melepas kasar tangannya dan ikut menatap tajam ke arah Gie.


''Kau mau apa?!'' Tanya Alea


''Aku ingin bicara denganmu!'' Jawab Gie.


''Aku tak punya waktu bicara denganmu!'' Tukas Alea.


''Mau ikut denganku secara baik-baik atau aku harus menyeretmu!''


''Memangnya siapa dirimu yang seenaknya mengancamku?'' Alea geram dengan sikap Gie yang semena-mena.


Tanpa mendengar perkataan Alea lagi, Gie langsung memanggul Alea seperti karung beras di pundaknya dan masuk ke dalam lift.


Setelah pintu lift tertutup, Gie menurunkan Alea yang terus memberontak. Alea hendak menampar Gie, namun Gie menahan tangannya dan menarik Alea merapat ke tubuhnya.


''Apa yang kau inginkan dariku? Jangan menjilat ludahmu sendiri tuan Gie yang terhormat!" Ucap Alea tepat di wajah Gie.

__ADS_1


"Sebuah penjelasan!"Jawab Gie.


"Penjelasan apa?!"


"Kau bisa tenang tidak? Kita bicara di ruanganku!"Gie


''Tidak mau!''Alea


''Jangan seperti anak kecil, Lea!''Gie


''Kau yang tidak tahu malu!''Lea


Mereka saling tensi hingga pintu lift terbuka, Gie langsung menarik tangan Alea masuk ke ruangannya, setelah masuk ia langsung mengunci kamarnya.


Alea menghempaskan tangan Gie yang masih memegang tangannya.


''Katakan apa yang kau inginkan, kau tidak lupa kan dengan apa yang kau tulis? Atau perlu kuingatkan lagi?!'' Alea memandang tajam ke arah Gie yang juga menatap dingin ke arahnya.


Tanpa menggubris perkataan Alea, Gie bertanya,'' ada hubungan apa kau dan Antony?''


''Bukan urusanmu, aku punya hubungan atau tidak dengan siapapun! Dan lagi ada apa denganmu? Kau sepertinya sangat penasaran dengan kehidupanku, ya?'' Alea tersenyum sinis ke arah Gie sambil melipat kedua tangannya di dada.


''Jangan besar kepala, Lea, aku hanya ingin mengingatkanmu, Antony adalah pria yang baik, jangan merusaknya dengan tingkah liarmu! Aku yang rela melakukan banyak hal untukmu saja kau khianati apalagi dia!" Ketus Gie.


Mendengar perkataan Gie yang menusuk hatinya, Alea menjadi sangat marah, tubuhnya gemetar bahkan air matanya sudah menggenangi pelupuk matanya.


"Kau menyebutku liar? Menuduhku mengkhianatimu? Apa kau sedang memainkan drama untuk memutar balikkan keadaan yang sebenarnya?! Kau dan Silly yang sudah bermain api di belakangku lalu kalian membuat drama seolah-olah aku yang telah menyakiti dirimu? Kenapa kau tega padaku, Hah?! Apa salahku padamu, hum?! Di bagian mana aku mengkhianatimu? Katakan! Dari dulu ini yang ingin aku tanyakan padamu! Kau menulis kata-kata kasar untukku bahkan telah lewat sepuluh tahun tapi setiap kali kita bertemu kau selalu menghinaku, di matamu aku seperti sampah yang tak ada harganya! Jadi katakan, dari segi mana aku mengkhianatimu!" Alea maju ke depan dan menarik jas Gie dengan air mata yang akhirnya jatuh juga di kedua pipinya.


Gie yang juga masih terbawa emosi, bahkan sudut matanya juga berair, ia tetap memandang marah ke arah Alea.


"Jangan sangkut pautkan hubunganku dan Silly dengan masa lalu, Alea! Kau benar-benar tak ingat atau berpura-pura lupa? Atau kau perlu aku menunjukkan buktinya padamu?!"


"Jangan terlalu bertele-tele! Ayo tunjukkan buktinya padaku kalau aku benar-benar mengkhianatimu!" Alea jadi penasaran tentang bukti yang Gie maksudkan.


Gie maju ke meja kerjanya dan hendak menghidupkan laptopnya, tiba-tiba ponsel yang ada di saku jasnya berbunyi.


Drrt


Drrt


Drrt


Gie segera merogoh ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata itu adalah Silly. Malas mengangkat panggilan Silly, ia meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya lalu kembali melanjutkan membuka laptopnya.

__ADS_1


Namun ponselnya kembali berbunyi dan masih Silly yang menghubunginya, ia tetap tak ambil pusing hingga deringan berikutnya tertera nama pengasuh putrinya Elf, merasa sangat penting, Gie pun mengangkat panggilan tersebut, entah apa yang dibicarakan tiba-tiba Gie menjadi panik, ia langsung mematikan panggilannya dan menutup laptopnya tanpa bicara apapun pada Alea, ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Alea yang kebingungan melihat kepergiannya.


Dasar pria tak waras!" Umpat Alea sambil merapikan rambut juga wajahnya lalu ikut pergi dari ruangan Gie, sebelumnya ia menoleh ke arah laptop milik Gie, sebenarnya ia penasaran juga dengan apa yang tadi Gie bilang namun ia menggelengkan kepalanya tanda ia tak ingin peduli lagi, ia pun benar-benar keluar dari ruangan itu.


__ADS_2