Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.11


__ADS_3

Sampai di halaman mansion keluarga Hekamartha, Margareth turun dari motor Juan. Satu, dia masih berusaha untuk melepas helmnya.


"Kenapa gak bisa lepas sih!!" gerutunya kesal.


Juan tertawa kecil, lalu turun dari motornya dan menarik Margareth mendekat. Karena itu helm teropong, jadi sulit bagi Juan untuk melihat tali strap nya.


Dia mendongakkan kepala Margareth dan mendekatkan wajahnya untuk melihat jelas tali strap nya.


tak~


Beres. Chin strap helm nya sudah terlepas.


Kita semua tahu apa yang sebenarnya mereka berdua lakukan.


Tapi tidak dengan orang yang baru saja sampai dengan motor ninja hitamnya itu. Memang jika dilihat dari sudutnya, mereka terlihat seperti sedang berciuman.


Chandra turun dari motornya setelah Juan melesat pergi. Dia mempercepat langkahnya sebelum Margareth membuka pintu.


"Margareth!"


Margareth menghentikan tangannya dan berbalik pada sumber suara itu berasal. Dia membelalakkan matanya saat menyadari siapa yang baru saja memanggil namanya.


Belum sampai Chandra di hadapan Margareth, mobil Heka sampai. Keduanya menatap mobil Heka yang baru saja sampai itu.


"Astaga, syukurlah kalau kalian sudah di rumah," ujar Vivian setelah turun dari mobil.


Sedangkan Heka, hal yang dia lakukan setelah keluar dari mobil adalah menatap tajam putrinya. Tangannya sudah siap melayang jika saja dia tidak melihat keberadaan Chandra di sana.


Setelah Margareth pergi bersama Juan tadi, Chandra duduk dan berpikir lama di lobby. Sebelum akhirnya dia ikut pergi dan menyusul.


Chandra berbalik menatap Margareth dengan tatapan 'kau berhutang padaku'.


Heka menghampiri Chandra dan menepuk punggungnya pelan. "Kamu belum menghabiskan makananmu tadi. Ayo kita masuk dulu untuk minum teh," ajaknya.

__ADS_1


"Tidak usah Om, terima kasih.." jawab Chandra.


"Ayolah, sudah lama kan kamu tidak main ke sini. Apa kamu tidak penasaran dengan seberapa berantakan nya kamar Margareth sekarang? dulu kamu sering mengomelinya tentang hal itu, kan?" bujuk Vivian dengan dalih masa lalu.


"Ma!" seru Margareth tak setuju dengan ucapan Ibunya.


"Baiklah.." jawab Chandra mengalahkan Margareth.


...----------------...


Dalam kamar Margareth.


Margareth meninggalkan Chandra dan masuk ke walk-in closet nya. Dia sangat kesal saat ini. Bagaimana bisa laki-laki yang katanya membencinya itu bisa sampai di dalam kamarnya.


Dia sudah mengganti pakaiannya, tapi dia masih enggan untuk keluar.


Sedangkan Chandra yang ada di luar sana sedang berkeliling melihat beberapa foto yang tergantung dan yang diletakkan di meja.


Hanya ada dua orang yang selalu menemani dalam setiap foto. Hana dan seorang anak laki-laki.


Chandra mengerutkan keningnya saat melihat setiap foto kelulusan Margareth yang selalu ada anak laki-laki itu di sampingnya.


Di sebelah sana ada foto yang lebih menarik perhatiannya, dan memancing emosinya. Dia mengangkat bingkai foto yang di letakkan di meja dekat ranjangnya. Foto Margareth dengan anak laki-laki yang tidak dikenalnya itu. Mereka berdua tampak mesra dan bahagia dalam foto itu.


"Jangan sentuh itu!" ujar Margareth setelah keluar dari walk-in closet nya.


Dia memutuskan untuk keluar karena dia memiliki firasat yang tidak baik. Dan ternyata benar.


Chandra menyeringai, lalu meletakkan kembali foto itu ke meja dengan membantingnya.


"Kenapa? apa dia orang yang spesial bagimu?" tanya Chandra.


Margareth tak menghiraukannya. Dia berjalan ke arah meja dan membenarkan letak bingkai fotonya.

__ADS_1


Foto itu diambil beberapa bulan yang lalu saat mereka datang ke taman hiburan yang baru saja dibuka.


"Kamu tidak mau menjawab?"


Chandra berjalan mendekat ke arah Margareth. Semakin dekat, lalu mendorongnya hingga terjatuh di atas kasur. Dia pun ikut merangkak dan memperangkap tubuh Margareth dari atas.


Margareth melirik kedua tangan Chandra yang memperangkap sisi kanan dan kiri tubuhnya. Lalu menatap Chandra dengan kerutan yang dalam di dahinya.


"Mau apa kamu!?" ujarnya ketus.


"Kamu sudah dijodohkan denganku!" ucap Chandra yang membuat Margareth tak habis pikir.


Margareth menyeringai, lalu meletakkan tangannya di pipi Chandra dan membelainya.


"Ku pikir kakak tidak sudi terikat oleh ku, apa kakak berubah pikiran?" ujar Margareth dengan nada menggoda.


Chandra tidak memberikan tanggapan apapun. Margareth pun semakin ingin menggodanya. Dia mengalungkan lengannya di leher Chandra, lalu berbisik.


"Kalau kakak berubah pikiran, maka aku akan mengejar mu.."


Chandra meraih tangan Margareth dan mencengkeramnya dengan erat, hingga membuat sang pemiliknya merintih. Tatapan dingin pun tidak lupa dia berikan.


"Coba saja, aku tidak akan pernah luluh.." tegasnya.


"Kau sulit untuk dimengerti," gumam Margareth.


'Lalu apa maksudnya dia bilang aku dijodohkan dengannya? dasar makhluk aneh!' Margareth menggerutu dalam hati.


Margareth menghempas tangan Chandra saat cengkeramannya sedikit melonggar. Lalu mendorong tubuhnya ke samping.


Margareth berdiri dan menyiah rambutnya yang berantakan. Lalu menoleh pada Chandra yang masih di atas kasur.


Dia kembali mendekat dan menghentakkan sebelah tangannya di samping kepala Chandra. Dan sebelah tangannya lagi dia letakkan di atas dadanya.

__ADS_1


"Bersiaplah.." bisik nya lalu bangkit dan pergi dari kamar itu meninggalkan Chandra yang masih tercengang.


__ADS_2