Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.57


__ADS_3

3 hari kemudian..


"Heh, beton listrik! lu ngapain kasih tuh anak ampun? Kalo gue jadi elu, gue penjarain seumur idup tuh anak!" oceh Dion saat menghampiri Margareth yang sedang duduk bersama dengan Gladis.


"Lu dateng-dateng udah bikin ribut aja!" tegur Gladis seraya melempar kaleng kosong ke arah Dion.


Margareth hanya tersenyum kikuk menanggapi hal itu.


"Lu pasti kesel kalo denger ini. Dia dianiaya ama tuh bocah-bocah gila. Terus yang dia lakuin apa? berdamai secara pribadi, dan mereka cuma dapet hukuman skors seminggu! Gila apa tuh Margareth!" cerocos Dion seperti emak-emak menawar harga di pasar.


Gladis, mendengar hal itu dia langsung bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Margareth dengan tatapan tajamnya.


Margareth meringkuk sambil menutup matanya saat Gladis mengangkat tangan.


"Karena dia ini malaikat, gak kayak elu setan terowongan!" cetus Gladis seraya menangkup kedua pipi Margareth.


"Kakak!! kirain mau mukul!" protes Margareth yang mendapat sahutan tawa dari Gladis dan Dion.


Sedangkan Helmi dan Juan yang baru saja masuk itu menatap datar ke arah Margareth.


Dua hari yang lalu mereka berdua menghampiri Margareth ke rumahnya. Namun bukan menenangkan, mereka berdua malah menceramahi Margareth habis-habisan. Dan berakhirlah kedua laki-laki itu diusir pergi oleh Margareth karena kesal.


Helmi menghela napas panjang, kemudian duduk di tempat yang jauh dari Margareth. Diikuti oleh Juan.


"Ngapain lu ngikutin gue?" tanya Helmi kesal.

__ADS_1


"Suka-suka gue dong.." jawab kesal Juan.


Margareth yang melihat tingkah kedua orang itu hanya bisa menahan tawanya. Dia tidak marah. Dia tahu Helmi dan Juan peduli dengannya.


'Jail sebentar gak apa lah..' batin Margareth.


brak~


Suara gebrakan itu mencuri perhatian anak-anak yang sedang bersantai. Dion yang dekat dengan sumber suara itu langsung menghampirinya.


Juan, dia mencengkeram kerah baju Helmi Tatapan penuh amarah dan kebencian terpancar dari mata mereka berdua. Dion yang ingin memisah mereka pun kembali memundurkan langkahnya.


"Woi! kalian ngapain sih?!" teriak Gladis.


Tidak berhenti hanya karena satu teguran itu. Helmi meraih leher Juan lalu membalik posisi, menyudutkan Juan ke tembok. Urat tangannya yang mulai terlihat itu menjadi bukti seberapa kuat dia mencengkeram leher Juan.


"Kalian kenapa sih?" tanya Margareth datar.


Namun tidak ada yang menggubrisnya, menoleh pun tidak. Margareth mencoba untuk memisah keduanya, tapi kekuatannya tidak cukup besar untuk melepas kedua orang yang saling mencengkeram itu.


"Semut kecil ini..kau bisa apa, hah?" seru Helmi seraya melepas cengkeramannya pada Juan dan membenarkan bajunya yang berantakan.


"Kalian menipuku?" tanya Margareth kesal.


"Kalo gak gini apa kamu akan menoleh?" sahut Juan.

__ADS_1


"Sepertinya bos gue nelepon, gue harus berangkat.." ujar Gladis yang ada disebelah sana. Dia meraih tasnya dan pergi setelah memberi sinyal pada Dion.


Dion yang mengerti akan sinyal itupun langsung berpura-pura mengangkat teleponnya. "Iya, gue ke sana sekarang.." ujarnya, lalu meraih jaketnya dan keluar dari sana. Kini tinggal mereka bertiga yang ada didalam sana.


Tatapan tajam Margareth berikan pada kedua laki-laki yang ada dihadapannya saat ini. Seolah meminta penjelasan atas apa yang baru saja terjadi.


"Ya emang cuman ini caranya.." ujar Helmi dengan wajah tak berdosa nya.


plak! plak!


Masing-masing dari mereka mendapatkan pukulan keras dari Margareth.


"Kalian pikir aku benar-benar marah pada kalian? mana bisa aku marah pada kalian?!" seru Margareth dengan nada merajuk.


Dia berbalik kemudian...


"Aku tau kalian peduli padaku.. mana bisa aku marah. Tapi bukankah seharusnya kalian menghiburku? kenapa malah mengomeli ku.." gerutu Margareth seraya berjalan ke arah tempatnya duduk tadi untuk mengambil tas.


"Aku tau itu.." sahut Juan yang tiba-tiba saja sudah ada di samping Margareth dan merangkul pundaknya.


"Apaan sih lu!" seru Helmi seraya mendorong Juan menjauh dari Margareth. Dan kemudian digantikan olehnya.


"Elu yang ngapain?!" Juan membalasnya. Adegan saling dorong pun kini terjadi.


Margareth yang berada diantara kedua anak itupun hanya bisa menghela napas pasrah dan memijat kepalanya.

__ADS_1


"Lanjutkan, aku akan pergi. Sampai jumpa besok.." ujar Margareth yang langsung kabur.


__ADS_2