Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.52


__ADS_3

Keesokan harinya..


Lagi, seperti kemarin. Laki-laki dengan motor hitamnya itu menunggu kedatangan Margareth. Bukannya tidak senang, tapi dia masih belum terbiasa dengan sesuatu seperti ini.


Dan, mau sampai kapan Chandra akan terus mengantar jemput Margareth. 'Kalo gini terus aku gak bisa main sama anak-anak Geng..' gerutu Margareth dalam hati.


"Kangen Kak Gladis ama Kak Sania.." gumamnya.


Dengan bossy nya Chandra melambaikan tangan agar Margareth mendekat. Namun bukannya mendekat Margareth malah melarikan diri dan masuk kedalam mobil yang sedang Mas Cahyo cuci.


"Mas, cepetan berangkat..." teriak Margareth heboh.


Mas Cahyo pun kebingungan lantaran mobilnya yang masih berbusa. Disisi lain juga ada Chandra yang memelototi nya.


"Ta-tapi, Non.." ucapnya tergagap.


"Udah ayo cepet berangkat!!"


Menuruti kemauan Nona nya itu, Mas Cahyo pun segera masuk dan menyalakan mesin mobilnya. Lalu menancap gas nya.


"Mobilnya masih belum saya bilas, Non, masih banyak busan~ astaga~"


Mobil di rem mendadak, membuat Margareth yang ada dibelakang sana hampir terbentur.


"Non gak apa, kan?" tanya Mas Cahyo khawatir.

__ADS_1


Margareth menghela napas panjang, lalu membuka kaca mobilnya. "Apa kamu bodoh?!" teriaknya.


Namun pelaku yang ada didepan sana malah terkekeh. Entah merasa itu sebuah lelucon, atau memang karena dia tidak menyadari kesalahannya.


Tidak membuang waktu lagi, Chandra turun dari motornya dan menghampiri mobil Margareth. Dia mengetuk kaca Mas Cahyo dan memberi isyarat untuk membuka kunci pintunya.


Senyum miring dia tunjukkan pada Margareth dari balik kaca mobil itu, lalu membuka pintunya. "Silahkan keluar, tuan putri ku.." ujarnya sambil mengulurkan tangan.


Tidak bisa menolak. Chandra pasti akan lebih menggila kalau Margareth menolaknya. "Anda kembali dan bilas mobilnya saja, Mas Cahyo. Terima kasih.." ujar Margareth.


Dengan malas dia mengikuti Chandra ke arah motornya diparkir. Tiba disana, Chandra membungkukkan badan dan menyiah rambut Margareth. Senyum manis tidak lupa dia berikan.


"Ini tidak akan tersangkut seperti kemarin," bisik nya, lalu memasangkan helmnya dengan penuh hati-hati.


...****************...


Tatapan tidak biasa dia dapatkan dari beberapa mahasiswa perempuan yang ada disekitar sana. Termasuk Fara. Hari itu dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.


Kebenciannya semakin memuncak. Rasa ingin memberi pelajaran kepada Margareth pun semakin tidak bisa dihentikan.


Turun dari motor Chandra, Margareth langsung berlari pergi setelah memberikan helmnya kepada Chandra. Dia tidak ingin menjadi musuh para anak perempuan karena kedekatannya dengan Chandra yang menjadi incaran semua orang.


Namun, nasib sial tetap bisa menjangkaunya. Dia terjatuh. Bukan tanpa alasan, Fara dan teman-temannya sengaja menyandung kakinya.


"Oops, kita ketemu lagi.." ucap Fara dengan tatapan sinis nya.

__ADS_1


"Girls, bawa dia.." seru Fara kemudian melangkah pergi.


Gaby dan kedua temannya menarik Margareth untuk berdiri, lalu menyeretnya mengikuti Fara yang berjalan didepan mereka.


brak!


Dia menendang pintu kamar mandi, lalu mengusir beberapa anak yang ada didalam sana dengan kasar.


Gaby menghempas tubuh Margareth hingga tersungkur dilantai kamar mandi. Digantikan oleh Fara, dia menghentakkan kakinya didinding, tepat di samping kepala Margareth.


"Heh cewek gatel!" cetusnya sambil mencubit dagu Margareth.


"Apa hubungan lu sama Chandra?!"


Margareth sudah menduganya sejak kemarin, inilah maksud mereka yang sebenarnya. Dia diincar karena Chandra.


"Bukan apa-apa.." jawab Margareth.


plak!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Margareth.


"Kalo bukan apa-apa, kenapa lu turun dari motornya?" bentak Fara.


"Far, cepetan.." seru kedua temannya yang sedang berjaga diluar kamar mandi.

__ADS_1


"Denger ya, kalo gue masih liat lu deket sama Chandra, habis lu!" ancamnya sambil menjambak rambut Margareth.


__ADS_2