
"Far... ini beneran gawat!" seru salah seorang perempuan sambil berlari menghampiri beberapa temannya yang sedang berkumpul di belakang gedung olahraga.
Fara, gadis jelita yang menjadi primadona di Fakultas Perhotelan. Baru-baru ini dia menjadi gadis yang tersohor setelah memamerkan kekuatan keluarganya di bidang perhotelan.
Dia mematikan rokoknya setelah mendengar teriakan heboh temannya yang baru saja tiba itu.
"Lu kenapa sih teriak-teriak?" tegur nya.
"Lu harus liat ini!" ujar Geby sambil menyodorkan ponselnya pada Fara.
Dengan malas Fara menerima ponsel itu dan melihat video yang diputarkan oleh Geby. Keningnya yang mengerut seolah menjelaskan isi video tersebut. Video yang membuatnya tak senang.
"Si*lan! siapa si jal*ng itu?!" umpatnya yang hampir melempar ponsel milik Geby.
"Kayaknya gue kenal.." sahut seseorang dibelakang sana yang ikut menyaksikan video itu.
"Anak Fashion Design, kalo gak salah namanya Margareth," lanjutnya.
"Serakah.. sok cantik banget sih tuh cewek. Udah F4, dan sekarang Chandra?" sahut teman Fara yang lainnya.
"F4?" tanya ulang Fara.
"Astaga Fara.. yang ada dimata elu cuma Chandra doang emang!" seru Geby.
__ADS_1
"Padahal si F4 itu gak kalah gantengnya ama Chandra," Geby mulai heboh dengan imajinasinya.
"Juan, dia anak Hukum. Wajahnya tuh dingin-dingin gimana gitu, pokoknya ganteng banget. Terus Julian, dia anak IT, jago banget kalo masalah programmer. Dia juga manis. Dion, dia anak DKV, jago gulat pula. Anaknya juga ganteng, humor juga. Terus Helmi, dia di jurusan yang sama kayak Chandra, Management Bisnis. Wajahnya kalem, tapi sekalinya alis dia ngerut, gak ada yang berani bicara,"
Selesai Gaby menjelaskan panjang lebar, dia menatap langit cerah pagi itu sambil tersenyum. Entah pikiran macam apa yang sedang dia pikirkan.
"Udah ngehalu nya?" tanya Fara sinis.
Senyum Gaby memudar, wajahnya kembali serius melihat Fara yang mulai memelototi nya.
"Gue harus kasih tuh uler pelajaran!" ujar Fara.
...****************...
Fara dan 3 anak buah Gengnya. Para gadis sombong yang tidak tanggung-tanggung dalam hal penindasan.
Dan sekarang, kabar Chandra dekat dengan gadis lain membuatnya murka.
"Gak bakal gue biarin tuh cewek!" gumamnya.
"Rere! gue dapet susu strawberry kesukaan elu!"
Teriakan Hana yang cempreng sukses membuat penghuni lorong penghubung dua fakultas itu tertawa.
__ADS_1
"Bener itu anaknya?" tanya Fara pada temannya.
Fara berjalan mendekat.
"Nih, gue bukain sekalian. Cepetan minum, kalo enggak gu~ aw~" ucapnya terputus.
Susu strawberry yang dipegangnya melayang dan membasahi sebagian baju Margareth. Lengket dan tidak nyaman. Tapi dia lebih tidak nyaman lagi dengan tiga orang yang melipat tangannya dibelakang Hana.
Dan satunya lagi sedang berpura-pura merasa bersalah. Seburuk itu akting Fara hingga Margareth dapat membacanya dengan mudah.
"Aduh, Dek.. maafin ya, gue gak sengaja nyenggol," ujar Fara.
Senyum profesional dia tampilkan untuk orang-orang yang sengaja mengganggunya itu. "Tidak apa, Kak. Kalo gitu kami permisi dulu," ujar Margareth yang langsung menyeret Hana pergi.
"Eh tunggu," seru Fara.
"Gue jadi gak enak kalo elu pergi gitu aja, sini gue bantu bersihin baju elu. Gue anter ke kamar mandi, ya?" ucap Fara.
"Gak apa, Kak. Biar gue yang bantuin dia.." sahut Hana.
Fara menatap sinis ke arah Hana yang secara tidak langsung telah merusak rencananya. "Ok," jawab Fara ketus.
"Si*lan!" umpatnya saat meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Elu denger kan, Re? kayaknya mereka sengaja deh.." ujar Hana.
"Udah biarin.."