Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.36


__ADS_3

broomm... broomm...


Suara motor yang mengaung menyambut kedatangan Helmi di Jalan Baru. Dia mengerutkan keningnya melihat jalanan yang dipenuhi anak-anak dari Geng motor lainnya.


Dia kembali menatap lurus pada biang kerok yang ada di depan sana. Suara injakan perseneling mulai terdengar, Helmi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi ke arah Chandra yang berkacak pinggang di depan sana.


Suara sorakan mulai terdengar, seakan itu adalah tontonan yang seru. Namun Helmi tak memperdulikannya.


ckiitt!


Bagian belakang motornya naik karena remnya yang di tekan dengan kuat. Motor Helmi berhenti tepat dihadapan Chandra tanpa menyentuh sedikitpun ujung sepatunya.


Suara teriakan semakin terdengar meriah karena pertunjukan singkat Helmi itu. Helmi membuka helmnya, lalu turun dari motornya dan mendekati Chandra.


"Apa maksud lu kumpulin orang kayak gini?" tegas Helmi.


"Apa perlu gue jelasin?"


"Gue nantang lu!" lanjut Chandra sambil menekan dada Helmi dengan telunjuknya.


Helmi menyeringai sambil membuang muka. Dilanjutkan dengan menggaruk pipinya yang tak gatal, dia kembali menatap Chandra dengan tatapan malas meladeni.

__ADS_1


"Kalo gue gak mau, lu mau apa?!" tanya Helmi datar.


"Mungkin gue bakal mempermainkan dia.." jawab Chandra yang membuat Helmi mengerutkan keningnya.


Helmi tidak mengerti apa maksud dari ucapan Chandra. Dia. Dia siapa yang Chandra maksud. Dia memutar otaknya, mencoba untuk memecahkan teka-teki yang diberikan Chandra.


Dan, saat sebuah nama terlintas di pikirannya, Helmi mulai mengangkat tangannya dan mencengkeram erat kerah jaket Chandra.


"Jadi lu ngatur balapan ini cuma karena itu?"


"Lu jangan pernah macem-macem sama dia!"


Chandra menyeringai. Dia mencengkeram lengan Helmi, dan menariknya paksa untuk melepas kerahnya. Lalu menghempasnya.


"Gue gak peduli lu mau suka kek atau apalah. Tapi yang pasti gue gak suka sesuatu yang udah didedikasikan buat gue disentuh sama orang lain.." lanjutnya.


Helmi mengepalkan tangannya kuat-kuat, ucapan Chandra benar-benar keterlaluan. Tidak tau apa yang Margareth rasakan saat mendengar ucapannya tadi.


"Bukannya lu gak mau dijodohin sama dia?"


"Dan, jangan menganggap dia seperti barang yang bisa lu permainkan sesuka hati lu. Dia juga punya hati, dan lu gak pernah tau apa yang selama ini dia rasain!" lanjut Helmi.

__ADS_1


Chandra menggertak kan giginya. Melihat Helmi yang seolah lebih mengenal Margareth membuatnya emosi.


"Bacot!"


Chandra berjalan ke arah motornya dan memasang helmnya. Dia tidak ingin membuang banyak waktu lagi.


"Kalo gue menang, lu harus jauhin dia!" ujar Chandra.


"Kalo gue menang?" tanya Helmi.


"Gue bakal turutin kemauan lu!"


broomm... broomm...


Motor mereka dalam posisi sejajar di belakang garis putih yang baru saja di gambar dengan pylox. Tak jauh didepan sana seorang wanita melambaikan kain yang dibawanya.


Kaca helm mereka masih terbuka, dan tatapan tajam mereka tunjukkan untuk satu sama lain.


tak!


Helmi menutup kaca helmnya dan mulai fokus pada arena didepan sana. Diikuti oleh Chandra setelahnya. Suara motor yang mengaung itu seolah memberi isyarat bahwa mereka telah siapa melaju.

__ADS_1


Kain ditangan wanita itu mulai dilepas. Dan saat kain itu mencapai permukaan aspal, motor mereka mulai melaju kencang.


Helmi tak ingin kalah, begitupun juga dengan Chandra. Tidak tahu bagaimana perasaan Chandra yang sebenarnya hingga dia melakukan hal kekanakan seperti ini.


__ADS_2