Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.28


__ADS_3

Sementara itu, di tempat lain..


Hana duduk sendiri di kursi penonton pensi dengan wajah cemberutnya. Ketiga anak laki-laki itu telah merampas Margareth darinya. Dan, kimi dirinya sendiri.


"Si Dion itu juga ngapain sih.." gerutunya sambil memandangi buket bunga yang ada di tangannya. Bunga itu pemberian dari Dion.


Dia mengangkat buket itu dan merasakan keharuman dari bunga itu sambil memejamkan matanya.


"Dorrr~"


Sebuah tepukan di pundaknya itu membuatnya terpenjirat kaget. Bunga di tangannya pun sontak terjatuh karenanya. Setelah menoleh dan melihat sosok yang mengganggunya itu, dia semakin marah.


"Apaan sih lu!" bentaknya.


"Sendirian aja," ujar Alfan yang tanpa izin langsung duduk di sebelah Hana.


Melihat buket bunga Hana yang jatuh, dia membungkukkan badannya dan hendak mengambilkan nya untuk Hana.


"Jangan sentuh!"


Namun Hana menghentikannya.


Masih dengan posisinya, dia mendongak dan mendapati ekspresi wajah tak suka dari Hana. Kerutan di keningnya sangat dalam hingga membuatnya tak nyaman saat melihatnya.


Alfan kembali menundukkan kepalanya, "Ck!" decak nya pelan. Kemudian kembali ke posisi duduknya.


Hana meliriknya dengan sinis, kemudian mengambil buket itu sendiri. Dia mengusap buket itu dengan lembut, seolah itu adalah barang yang berharga.

__ADS_1


Alfan menatapnya dengan tatapan tak suka. Senyum itu tidak ada saat Hana menatapnya. Namun mengapa saat melihat buket itu ujung bibirnya terangkat naik. Hana tersenyum.


"Dari pacarmu, ya?" tanya Alfan penasaran.


Senyum manis itu mulai pudar. Raut wajah kesal kembali Hana tunjukkan. Dia menoleh pada pemilik suara itu dengan tatapan tak bersahabat nya.


"Bukan urusanmu!" tegasnya kemudian bangkit dari duduknya dan pergi.


"F*ck!"


Hana menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Kau mengatakan sesuatu?" tanyanya.


Alfan tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. "Kau cantik hari ini.." ucapnya.


Lagi-lagi, untuk kedua kalinya Alfan melihat punggung itu. Melihat gadis itu berbalik darinya. Dia mengepalkan tangannya.


"Gua bakal buat lu gak bisa berbalik dari gue.." gumamnya.


...****************...


Hana mengelilingi sekolah, mencari satu dari ratusan orang yang ada di sekolah itu. Namun bukannya menemukan sosok yang dicarinya, dia malah bertemu dengan sosok yang ingin dia hindari. Dion.


Dia memundurkan langkahnya saat laki-laki yang ada didepan sana melambai padanya.


"Ck~" decak nya, lalu berbalik hendak menghindar. Namun niatnya itu gagal saat Dion berhasil menangkap pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Kenapa lari? emang gue setan apa?" ujar Dion.


"Lu lebih nyeremin dari setan!" cetus Hana.


Dion tersenyum. Bukan karena ucapan Hana, tapi karena benda yang ada di dekapan Hana. Jelas-jelas Dion tadi melihat dengan matanya sendiri, kalau Hana membuang buket itu ke kursi sebelahnya yang kosong.


Sungguh mengejutkan sekali melihat buket itu ada di dekapannya saat ini. Dion menatap Hana dengan senyuman yang tidak bisa dimengerti Hana itu.


Dengan sifat Hana, jika Dion mengulas hal itu, dia pasti akan marah. Dion mengerti hal itu.


"Kenapa lu senyum-senyum gak jelas?" tanya Hana dengan bingung.


Dion menggeleng. "Ikut gue.."


Dion melonggarkan pegangannya pada pergelangan tangan Hana, kemudian menariknya dengan lembut untuk mengikutinya.


"Lu mau bawa gue kemana?"


Dion tidak menjawab, dia terus melajukan langkahnya. Hingga sampailah mereka di parkiran.


Dion mengambil helm yang digantungkan dibelakang motornya itu, lalu memakaikannya pada Hana.


"Tunggu dulu! kita mau kemana?" tanya Hana sambil menahan helm yang ada di atas kepalanya.


"Lu mau ketemu Rere, kan? dia dibawa Juan sama Helmi buat liat kampus," jelasnya.


Hana memanyunkan bibirnya, "Jahat banget, kalo sama mereka gue pasti dilupain.." gerutunya.

__ADS_1


Dion tersenyum tipis, kemudian memasangkan helmnya pada Hana. Lalu, dia mendekat. "Tenang aja, gue gak bakal ngelupain elu kok.." bisik nya.


__ADS_2