Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.53


__ADS_3

Ditindas dan diancam sama sekali tidak pernah Margareth bayangkan selama menempuh pendidikannya.


Dia selalu bersikap ramah pada siapa saja untuk menghindari pertengkaran. Dia pikir pemicu perselisihan hanyalah sikap. Tidak pernah dia pikirkan bahwa rasa cemburu juga bisa menimbulkan masalah yang fatal.


Tiga hari berlalu setelah kejadian hari itu. Tiga hari itu juga Margareth berangkat lebih awal untuk menghindari Chandra. Bukan karena dia takut dengan ancaman Fara, tapi dia tidak ingin ketenangannya dalam menimba ilmu terguncang.


"Dor!"


Saking kagetnya Margareth sampai menjatuhkan buku yang dia pegang. Apa yang di lamunkan nya pun berhamburan kemana-mana.


"Ngelamun apaan sih?" tanya Julian sambil mengambil tempat di samping Margareth, diikuti Juan dan Helmi.


"Ternyata sepi ya kalo gak ada Kak Dion," ucap Margareth untuk mengalihkan topik.


"Yaa secara kan dia pembangun suasana," jawab Julian.


Julian dan Margareth asyik mengobrol, sedangkan Juan dan Helmi, entah hal apa yang membuat kedua lelaki itu tampak kesal.


Saat mengikuti tatapan mereka berdua, Margareth dipertemukan dengan sosok yang membuatnya menyesal telah menyelidiki apa yang sedang mereka berdua lihat.


Chandra.


Dia berjalan ke arah 4 anak yang sedang duduk di taman itu. Lalu mengulurkan tangannya tepat dihadapan Margareth. Tentu saja hal itu membuat Helmi, Juan, dan Julian kaget.


"Ngapain lu?!" tanya Julian ketus seraya menepis tangan Chandra dengan kasar.

__ADS_1


Margareth menatap Julian dan menggeleng pelan, tatapannya seolah mengatakan 'aku tidak ingin melihat ada keributan'.


"Ayo pulang.." ujar lembut Chandra sambil mengulurkan tangannya sekali lagi.


Meskipun berat, dia terpaksa menerima uluran tangannya. Dia mempunyai firasat buruk kalau seandainya dia tidak melakukannya.


"Kak, aku pulang dulu.."


"Juan.."


Senyum paksa mereka bertiga tunjukkan agar Margareth tidak merasa bersalah.


...****************...


Chandra menepikan motornya dan berhenti di awah pohon rindang tepi jalan.


"Panggilan itu udah gak lucu lagi. Apa Kakak gak lihat? aku udah kurus!" protes Margareth sambil memukul pundak Chandra.


"Tapi bagi aku lucu tuh.." ucap Chandra yang membuat Margareth tidak tahu harus menjawab apa.


Setelahnya, hampir 5 menit mereka terdiam. Chandra juga tidak menjalankan motornya kembali.


Sinar surya yamg hampir tenggelam sangatlah silau, membuat Margareth menyipitkan mata dan menghalang sinarnya dengan telapak tangannya.


Namun, rasa silau itu sepenuhnya menghilang. Bukan karena mentari yang sudah kembali ke rumahnya. Tapi karena Chandra menghalanginya dengan tubuhnya.

__ADS_1


Margareth juga bingung, entah sejak kapan dia turun dari motornya.


"Darimana kau mengenal Helmi?" tanya Chandra tiba-tiba.


"Itu hanya sebuah kebetulan," jawab Margareth seraya turun dari motor.


"Kebetulan macam apa?" tanya Chandra lagi yang membuat Margareth tiba-tiba saja merasa kesal.


Margareth mengerutkan keningnya dan menatap Chandra dengan heran.


"Kenapa?" tanya balik Margareth.


"Jawab!" ucap Chandra tegas.


Margareth menghela napas pasrah, "Anggap saja dia penyelamatan ku saat Papa menghajar ku," jawabnya kemudian.


"Aku tidak suka kau dekat dengan dia," ucap Chandra to the point.


"Kenapa?"


"Dia laki-laki baik, dia juga yang sudah menjagaku selama ini," bantah Margareth.


"Ku kira kau sudah berubah, ku kira kau akan mendengarkan ucapan ku dengan mudah," ucap kekecewaan Chandra seraya memasang kembali helmnya dan naik ke atas motornya.


"Panggil penyelamat mu itu!" ucapnya ketus lalu menarik gas nya pergi meninggalkan Margareth.

__ADS_1


"Dasar bajing*n! kau yang tidak pernah berubah!" teriak Margareth di belakang sana yang hanya berteman asap motor yang Chandra tinggalkan.


__ADS_2