Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku
Ch.61


__ADS_3

"Gue gak nyangka hal ini bakal terjadi.." gumam Juan.


"Maksud lu?" sahut Helmi yang berdiri di sampingnya.


Juan melirik dengan malas Helmi yang mendengar gumaman nya itu. Kemudian melengos karena malas menanggapi.


"Gue tau elu suka sama si Margareth, tapi dia udah bahagia sekarang, elu juga harus turut bahagia buat dia.." tutur Helmi.


"Elu kira gue cowok apaan, hah?! bukan itu maksud gue!" pungkas Juan.


"Terus apa?" tanya Helmi setengah mengangkat kepalanya seperti menantang.


"Gue denger dan liat sendiri dengan mata kepala gue. Si Chandra ngancam Rere, kalo sampe hubungan mereka diresmikan, Chandra bakal buat dia sengsara,"


"Kejadian itu emang udah lama, 5 tahun yang lalu. Tapi gimana kalo dia beneran gila?"


Helmi kehilangan kata-kata setelah mendengar cerita Juan. Jika hal itu sampai terjadi, dia tidak akan membiarkannya. Batin Helmi dalam hati.


"Wah, gak bener tuh anak songong!" seru Gladis.


Mendengar ucapan Gladis, tatapan mereka semua langsung tertuju pada panggung. Dimana Chandra yang meninggalkan Margareth sendiri.

__ADS_1


Tatapan Helmi mengikuti kemana arah Chandra pergi. Namun, sebuah sosok yang tampak familier itu membuatnya khawatir. Firasat buruk dia dapatkan setelah melihat sosok itu.


"Mau kemana lu?" tanya Farhan yang tak sempat mendapat jawaban karena Helmi yang sudah pergi jauh.


Helmi mempercepat langkahnya, dia tidak ingin kehilangan jejak. Namun saat sampai di tempat pemberhentian orang yang diikutinya itu, dia tercengang.


Margareth ada di sana. Dia berhenti tak jauh dari dua orang yang ada didepannya. Dua orang yang sedang berpelukan.


"Margareth.." panggil Helmi yang membuat Chandra melepas pelukannya dengan wanita itu.


Wanita yang tampak anggun dan dewasa. Rambut panjang dan tubuh proporsional. Bahkan Margareth yang seorang perempuan pun berpikir kalau wanita seperti itu pasti menjadi tipe ideal para pria, tak terkecuali Chandra.


"Oh, Helmi?"


Wanita itu berjalan melewati Margareth dan menghampiri Helmi yang berdiri dibelakang Margareth.


"Lama tak bertemu.." dia mendekatkan tubuhnya untuk memeluk, namun Helmi memundurkan langkahnya untuk menghindarinya.


Wanita itu tampak terkejut, namun kemudian dia tersenyum tipis dan mencoba kembali aksinya. Sayangnya kali ini Helmi benar-benar merasa kesal. Dia mendorong wanita itu menjauh.


"Kau masih sama, tak berubah sama sekali.." ujar Helmi.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum setelah mendengar ucapan Helmi yang seperti pujian itu. Tapi senyum itu langsung memudar setelah Helmi melanjutkan ucapannya.


"Tetap tak tau malu.."


"Tidakkah kau terlalu kasar?" tegur Chandra.


Helmi menatap tajam Chandra, kemudian melirik Margareth yang seperti patung itu. Tidak, lebih tepatnya seperti sosok tak terlihat. Bahkan Chandra tidak memberi penjelasan apapun padanya.


Helmi menghampirinya dan menggenggam tangannya.


"Apa kau masih mau disini seperti orang bodoh?" ucap Helmi lalu menariknya pergi.


Hingga Margareth pergi pun Chandra tidak melakukan apapun. Menghentikannya? lebih baik tidak berharap pada hal yang sia-sia.


"Dia kah gadis kecil yang dijodohkan denganmu?"


Tidak menjawab, Chandra hanya diam lalu berbalik pergi. Wanita itu tersenyum miring, lalu menyusul Chandra dan merangkul lengannya.


Angela Falen. Dia adalah mantan Chandra. Lebih dari itu, dia adalah cinta pertamanya, juga satu-satunya gadis yang pernah menjadi kekasihnya.


Putusnya hubungan mereka terjadi karena sebuah kesalahpahaman. Dimana hal itu berhubungan dengan Helmi. Hal yang membuat rusaknya hubungan pertemanan Chandra dan Helmi.

__ADS_1


__ADS_2