
brooomm~
Kecepatan tinggi ditambah dengan emosi. Seperti itu Chandra mengendarai motornya. Namun emosinya tidak mempengaruhi konsentrasi nya. Dia fokus pada kendalinya.
Beberapa saat kemudian motornya berhenti di sebuah tempat remang-remang di pinggiran kota. Itu adalah markas Geng yang dia pimpin. Mad Dog.
Musik kencang terdengar hingga luar sana, membuat Chandra semakin naik darah. Segera dia memasuki tempat itu untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam sana.
Bau minuman keras tercium sangat kuat. Beberapa wanita dengan pakaian seksi terlihat sedang menari di bawah lampu blink-blink di depan sana. Dan sisanya sedang bermesraan dengan beberapa anggota Geng nya.
"Yo, kapten~"
Seseorang menghampirinya dan merangkul pundaknya. Dengan nyawa yang tidak genap itu dia tertawa di hadapan Chandra.
"Bukankah kau pergi ke pesta kalangan atas itu?"
bugh!
Tinjunya tepat mendarat di wajah anak buahnya itu, dan membuatnya terlimbung. Kegaduhan itu sontak membuat para wanita-wanita itu berteriak.
"Apa kau sudah sadar sekarang?" bentak Chandra mengalahkan suara musik yang berdentum dalam tempat itu.
Musik keras itu berhenti sesaat kemudian.
"Sudah berapa kali ku bilang, jangan pernah membawa pelacur masuk kedalam sini!" tegasnya sambil melirik wanita-wanita yang masih berdiri ketakutan di sebelah sana.
"Dimana Steven?" tanyanya sambil menatap satu-persatu anak buahnya.
__ADS_1
"Menggantikan mu melawan Geng Black Bull," jawab Rio, laki-laki yang dia pukul tadi.
"Hubungi dia, aku akan segera ke sana dan menyelesaikannya sendiri," ujar Chandra yang kemudian keluar dari tempat itu dan pergi menuju tempat balapan yang dia setujui sebelumnya.
...****************...
"Kenapa kau disini?" tanya Steven setelah berhadapan dengan Chandra.
"Kau tidak lihat? aku ingin melawan mereka,"
Steven menatap Chandra yang sedang memasang sarung tangannya. Dengan melihat wajahnya saja dia sudah bisa membaca kalau Chandra sedang dalam suasana hati yang buruk.
"Lebih baik kau pulang, biar aku yang melawan mereka," ujar Steven seraya menepuk pelan pundak Chandra.
Chandra menatap tajam Steven. "Kenapa?" tanyanya.
Setelah kain putih itu dilempar ke udara, mereka berdua mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Leo, perwakilan dari Geng Black Bull itu kini menyusul di samping Chandra. Mereka saling bertatapan. Leo menyeringai, lalu menarik gasnya lebih keras lagi dan melaju mendahului Chandra.
Leo, dia terkenal dengan cara ampuhnya yang mematikan konsentrasi lawan.
"Woooo~" teriak para penonton saat Leo sampai di garis finish.
"Sial!" teriak Chandra.
Leo memutar motornya dan berhenti di tempat Chandra menghentikan motornya. Kemudian turun dari motornya dan menghampiri Chandra.
__ADS_1
"Kau kurang beruntung malam ini," ujarnya sambil menepuk pundaknya pelan.
Melihat raut wajah Chandra yang kurang bersahabat membuat Leo semakin ingin membuat pembalap yang tidak pernah kalah itu down.
"Beberapa minggu yang lalu gue balapan ama anak pemula. Dan lu tau? gue kalah. Luar biasanya lagi, tuh anak cewek," cetus Leo memprovokasi Chandra.
Chandra mengepalkan tangannya, rahangnya mulai mengeras. Hal yang paling dia benci adalah di bandingkan.
Chandra mendekat dan mencengkeram kerah jaket Leo, "Terus maksud dari ucapan lu apa!?" tegasnya.
"Lu bego apa budek sih? apa perlu gue perjelas lagi?"
Leo mengangkat tangannya, lalu mengacungkan telunjuknya di dada Chandra. "Lu bahkan kalah sama cewek!" per-kata dia mendorong Chandra dengan telunjuknya.
bugh!
Chandra tidak bisa menahannya lagi dan akhirnya mendaratkan tinjunya di wajah Leo. Balapan itu berubah menjadi pertarungan yang sengit. Mereka berdua saling pukul untuk memuaskan ego mereka masing-masing.
Para penonton pun bukannya melerai tapi malah mendukung. Sedangkan Steven yang baru saja datang setelah membeli air, langsung menjagang motornya dan memisah dua orang yang sudah kesetanan itu.
"Dra, cukup!" Steven melayangkan tinjunya, lalu mengguncang tubuh Chandra dengan menarik kerah jaketnya.
"Lu kenapa sih, Dra!?" bentak Steven.
Chandra menghempas tangan Steven, lalu melesat pergi dengan motornya.
"Jangan bilang dia kayak gitu gara-gara bocah itu.." gumam Steven.
__ADS_1