Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 10 Pesona Asha


__ADS_3

"Kenapa Mama bisa bersamanya?" tanya Jason.


"Aku yang mengajaknya jalan-jalan," jawab ibunya.


"Apa aku tidak salah dengar? Biasanya Mama tidak pernah suka dengan gadis berprofesi model, dia itu model baru yang membawakan produk kita," ucap Jason.


"Mama tahu, kita kan tadi bertemu di kantor agency. Dia berbeda, aku menyukainya," jawab ibunya.


Asha telah berada di dekat mereka. Jason memandangnya tanpa berkedip, dia memang sangat cantik, tidak glamour tapi fashionable, make up yang dia pakai juga tidak berlebihan, dia juga pintar dan lembut.


"Apa kabar Pak Jason?" tanya Asha membuyarkan lamunan Jason.


"Baik, kamu terlihat cantik hari ini," puji Jason tanpa sadar.


"Dia memang cantik setiap hari, tanpa make up saja cantik. Sudah jangan di pandang terus, kalau suka langsung di ajak nikah saja," sahut ibunya.


Jason sangat malu dan terkejut mendengar ucapan ibunya, pasalnya selama ini ibunya tidak pernah merestui hubungannya dengan wanita manapun, tapi sekarang justru terang-terangan menyuruhnya menikahi Asha. Sebesar itukah pesona gadis ini sehingga membuat seorang Nyonya Samantha memberikan lampu hijau untuk bersanding dengan putranya?


"Mama, jangan terlalu jujur begitu, aku malu," bisik Jason membuat ibunya menahan tawa.


"Wah jadi ini Nona Asha yang sedang viral di kalangan model ya, ternyata benar-benar cantik dan mempesona," sahut klien Jason.


"Ah Bapak terlalu berlebihan," balas Asha merendah.


"Kenalkan saya Thomas, pemilik Semen Cap Tiga Singa Group," Thomas mengulurkan tangannya.


"Asha, senang berkenalan dengan Anda," ucap Asha.


"Thomas kita lanjutkan lain kali saja ya, aku harus pergi bersama mereka. Sampai nanti ya," ucap Jason.


Dia menggandeng Asha dan ibunya menjauh dari Thomas yang diam membisu karena tidak menyangka dengan apa yang telah rekan bisnisnya itu lakukan. Padahal mereka sedang berbicara tentang proyek besar tapi dia malah meninggalkannya begitu saja saat pembicaraan tentang proyek bahkan baru saja mereka mulai tadi.


"Nak, kenapa kamu tinggalkan rekan bisnis begitu saja?" tanya ibunya.


"Tidak apa-apa nanti biar aku hubungi lagi," jawab Jason santai.


"Kamu mau membawa kita kemana sih?" tanya ibunya lagi.


"Kalian ingin kemana, biar aku antar," jawab Jason.


Ibunya melepaskan tangan Jason, namun Jason masih tetap menggandeng tangan Asha.


"Kalian sangat serasi sekali," ucap bu Samantha melihat mereka bergandengan.


Jason salah tingkah dan segera melepaskan tangan Asha. Asha berusaha bersikap setengah mungkin. Mereka memang serasi jika di pasangkan, Asha sangat cantik dan Jason tampan dan gagah.

__ADS_1


"Maafkan mama ku ya, dia memang suka bercanda orangnya," ucap Jason.


"Tidak apa-apa Pak, saya justru sangat senang dan terhibur dengan sikap bu Samantha," balas Asha.


Asha tersenyum kepada Jason membuat jantungnya berdebar-debar.


'Oh kenapa senyumnya bisa semanis itu, kenapa jantung ku serasa mau lompat? Apa begini rasanya jatuh cinta?' batin Jason.


"Panggil Jason saja, jangan terlalu formal," ucap Jason.


"Kalian mau kemana lagi biar aku antar?" tanyanya.


"Kita sudah capek berkeliling, mau pulang saja. Oh ya Asha Sayang, ini untuk mu," ucap Bu Samantha sembari memberikan beberapa tote bag kepada Asha.


"Apa ini, Bu?" tanya Asha.


"Kamu tadi tidak mau belanja jadi aku pilihkan beberapa yang cocok untuk mu," jawabnya.


"Ibu repot-repot sekali, terima kasih banyak ya," ucap Asha.


"Ma, biar aku yang mengantarnya pulang ya," ucap Jason.


"Ya aku tahu kamu akan mengatakan itu, antarkan dia dengan selamat, jangan macam-macam," pesan ibunya.


"Sayang, kosmetik dan hair spa Asha yang tadi beli di salon masih di mobil Mama, kamu ambilkan dulu biar Asha menunggu di pintu keluar mall," ucap ibunya.


"Baik, Ma. Kamu tunggu di pintu keluar ya agar tidak terlalu jauh kamu berjalan," ucap Jason.


"Baiklah," balas Asha.


Jason dan ibunya segera ke parkiran, jarak parkir mobil mereka lumayan jauh sehingga memakan waktu cukup lama. Asha menunggu mereka dengan sabar, saat ia hendak membalikkan badan untuk melihat mobil yang akan keluar tidak sengaja ia menabrak seorang pria.


"Aduh," rintih Asha yang jatuh terjerembab.


"Maaf ya, apa kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu sembari mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


"Tidak apa-apa, hanya kaki sedikit sakit. Justru saya yang harusnya minta maaf, saya yang tidak hati-hati," jawab Asha.


'Wah gadis ini cantik sekali' batin pria itu.


"Ah tidak masalah. Perkenalkan aku Daniel," Daniel memperkenalkan diri.


"Nama ku Asha," balas Asha.


"Sepertinya aku tidak asing dengan wajah mu, apa kamu seorang artis, model atau semacamnya?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Aku hanya seorang model pendatang baru kok," jawab Asha.


Asha masih menoleh kesana kemari mencari Jason yang tak kunjung datang. Ia sampai berpikir jika pria itu mengerjainya dan meninggalkannya sendiri di mall ini. Tapi tadi sikapnya begitu lembut, ah entahlah pria itu tidak bisa di tebak.


"Apa kamu sedang menunggu seseorang?" tanya Daniel melihat Asha gelisah.


"Iya, teman ku tadi berkata mau mengantar ku pulang," jawab Asha.


"Jika dia tidak datang aku bisa mengantar mu," ucap Daniel.


"Ah tidak, terima kasih. Biar aku naik taksi saja," balas Asha.


Tiba-tiba sebuah mobil membunyikan klakson, tampak Jason segera turun dari kursi depan.


"Oh itu teman ku sudah datang, sekali lagi maaf yang tadi ya," ucap Asha.


"Jason," ucap Daniel lirih.


Jason menatap tajam ke arah Daniel. Ia segera menggandeng Asha untuk masuk ke dalam mobilnya. Sebelum masuk ke dalam mobil ia kembali menatap Daniel dengan penuh kebencian.


"Kenapa kamu bisa kenal dengan dia?" tanya Jason saat di dalam mobil.


"Dia siapa?" tanya Asha tidak mengerti.


"Pria yang bersama mu di depan pintu mall tadi," jawab Jason dengan nada kesal.


"Oh Daniel, tadi aku tidak sengaja menabraknya saat menunggu mu. Aku terjatuh dan dia menolong ku," jelas Asha.


"Jangan pernah mengenal apalagi dekat dengannya," ucap Jason.


"Memang kenapa?" tanya Asha heran.


"Dia itu pria brengsek yang sukanya main perempuan, aku tidak mau kamu menjadi korbannya," jawab Jason.


"Bukankah kamu juga begitu, sering mempermainkan perasaan wanita," ucap Asha.


Ciiit...


Tiba-tiba Jason mengerem mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.


"Aku serius, dia itu pria jahat. Jauhi dia, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa," ucap Jason sembari menatap kedua bola mata Asha.


Asha bingung dengan sikap Jason yang melarangnya berteman dengan Daniel, mungkin mereka sudah saling mengenal sebelumnya. Sepertinya mereka tidak akur karena terlihat jelas Jason sangat membenci Daniel. Padahal Dia juga pria bejat bisa-bisanya membenci pria bejat lainnya.


"Baiklah," ucap Asha pada akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2