Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 6 Jason Sang Don Juan


__ADS_3

Tok, tok, tok.


Asha perlahan mengetuk pintu, setelah mendapat jawaban barulah ia masuk.


"Permisi, kata bang Jimmy Bapak mau bertemu dengan saya?" tanya Asha sopan.


"Ya, nama mu Asha bukan?"


"Ya, benar," jawabnya singkat.


"Aku ada penawaran bagus untuk mu," ucapnya.


"Penawaran apalagi, bukankah kita memang sudah bekerja sama?" tanya Asha bingung.


"Bukan sebagai model. Aku ingin kamu menjadi kekasih ku. Akan aku cukupi semua kebutuhan mu, akan aku memanjakan kamu dengan uang dan harta. Dan yang paling penting akan aku buat kamu menjadi model ternama," ucap Jason dengan angkuhnya.


"Maaf Pak, saya tidak tertarik," ujarnya mantap.


"Apa, berani kamu menolak tawaran ku!" hardiknya penuh emosi.


"Kamu itu baru saja terjun di dunia model ini, jadi jangan sombong," ucapnya dengan angkuh.


"Justru karena saya baru, saya tidak ingin terjerumus ke hal-hal yang negatif. Profesi saya model, akan saya lakukan sesuai konsep dalam kontrak yang saya tanda tangani. Tidak lebih dari itu," balas Asha lalu pergi meninggalkan Jason.


Jason geram bukan main, gadis yang menurutnya hanya anak kemarin sore telah berani menolaknya mentah-mentah. Harga dirinya sebagai Don Juan selama ini terasa terjun bebas ke ke titik terendah. Ia segera berpikir untuk memberi pelajaran kepadanya karena secara tidak langsung gadis itu telah menghinanya.


Asha kembali duduk bersama Bella dan menceritakan tentang kejadian barusan. Bella senang Asha tidak masuk ke perangkap Jason yang seorang buaya darat.


"Asha," panggil Jimmy.


Mereka segera menoleh ke arah Jimmy yang tampak wajahnya terlihat pucat pasi.


"Ada apa Bang Jimmy?" tanyanya lembut.


"Ini gawat," jawabnya.


Kening keduanya mengeryit, tidak paham dengan maksud Jimmy.

__ADS_1


"Gawat kenapa, Jim? Apa Asha melakukan kesalahan," tanya Bella yang penasaran.


"Si Jason membatalkan kontrak Asha," jawab Jimmy sedikit berbisik.


"Apa? Pasti karena penolakan Asha tadi ya?" tanya Bella.


Jimmy mengangguk, Asha terlihat santai saja. Tiba-tiba Bella bangkit dan menarik mereka berdua.


"Ayo ikut aku, kita temui si brengs3k itu," ajak Bella.


Mereka melangkah ke ruangan Jason, terlihat pria itu tengah santai menghisap cerutu. Ia terlihat terkejut tatkala melihat kehadiran mereka bertiga.


"Mau apa lagi kalian?" tanya Jason angkuh.


"Kamu tidak bisa seenaknya saja membatalkan kontrak Asha, hanya karena dia menolak tawaran mu," ucap Bella kesal.


"Ya terserah aku lah, produk ini milik ku jadi aku bebas melakukan apa saja," jawabnya masih dengan gaya angkuhnya.


"Kamu licik, harusnya orang kaya seperti kamu lebih punya harga diri, bukannya merendahkan diri untuk mendapatkan seorang wanita," ledek Bella.


"Jaga mulut mu, kamu hanya seorang pekerja jangan berani menantang ku, kamu hanya butiran debu bagi ku," ucapnya merendahkan.


"Kurang ajar, akan aku batalkan juga kontrak mu detik ini juga," ancamnya.


Bella tidak terkejut mendengarnya, dia sudah menyangka ini akan terjadi jika dia memilih berpihak pada Asha. Namun Ia tidak gentar, menurutnya rezeki sudah diatur Tuhan, jika bukan di sini pasti ada rejeki lain untuknya yang sudah menanti.


"Apa kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu?" tantangnya.


"Beraninya, kamu..." ucap Jason sembari mengepalkan tangannya.


"Sudah Bella, bukankah kontrak ini penting bagi mu," bisik Jimmy berusaha menenangkan Bella.


"Maaf Jimmy, dia itu sudah keterlaluan. Sudah berapa banyak yang menjadi korbannya, aku tidak bisa diam saja dia berbuat semena-mena terhadap Asha," ucapnya tegas.


"Kamu tidak perlu sok pahlawan, kamu masih membutuhkan aku untuk bisa bertahan hidup. Dasar wanita tidak t*hu dir*," umpatnya membuat Bella makin tidak tahan.


Bella ingin memakinya lagi namun di tahan oleh Asha.

__ADS_1


"Orang seperti dia jangan di lawan dengan kekerasan, tapi dengan ini," bisik Asha sembari menunjuk kepalanya.


"Apa yang kalian bicarakan sampai berbisik begitu, apa kalian sudah berubah pikiran ya, hahaha," Jason mengolok mereka.


"Maaf Pak Jason saya telah membaca semua isi kontrak, tidak ada di sana kata-kata pembatalan kontrak secara sepihak jika model tidak melakukan mangkir terhadap pekerjaan. Jika Anda membatalkan kontrak, kami tetap berhak atas bayaran kami selama kontrak, karena itu permintaan sepihak," ucap Asha.


"Jika anda tidak membayar, kami berhak menuntut. Kalau ini sampai di bawa ke jalur hukum, nama baik anda akan jadi taruhannya. Anda harus siap jika mantan-mantan anda ikut bersaksi menjatuhkan Anda di pengadilan,"


Jason terdiam, terlihat ia mulai mencerna kata demi kata yang Asha ucapkan. Ternyata gadis itu sangat cerdik sehingga membuatnya berpikir lagi untuk membatalkan kontraknya. Sepertinya gadis itu bukan orang biasa, terlihat dari gaya bicaranya yang sopan tapi tajam. Akhirnya ia mengalah.


"Ok masalah ini tidak akan aku perpanjang, kalian bisa tetap bekerja dengan baik untuk membuat produk ku makin terkenal di pasaran. Pergilah dan kembalilah bekerja" balasnya.


Mereka bertiga tampak tersenyum bahagia, sama sekali tidak menyangka Asha bisa membungkam mulut pria itu hanya dengan sekali saja bicara.


"Kamu hebat Asha, kamu cerdik dan berani sekali," puji Bella dengan tulus.


"Ah tidak, biasa saja kok Bel," ucapnya merendah.


"Kamu cerdas Asha, selama ini tidak ada yang berani melawannya. Aku sudah ketar-ketir tadi saat mendengar dia akan membatalkan kontrak kalian berdua," ucap Jimmy juga memujinya.


"Tenang Bang Jim, kamu sudah sangat baik dengan membantu ku mendapatkan kontrak ini, jadi mana mungkin aku akan membuat mu bangkrut," balas Asha yang membuat semua tertawa.


"Eh kenapa ini dari tadi kita tidak di panggil-panggil lagi, lama sekali istirahatnya," ucap Bella.


"Oh itu Pak Jason sedang mengajak fotografernya berbicara tentang konsep barunya untuk produknya yang akan segera launching," jelas Jimmy.


"Oh baguslah, kita bisa lanjut mengobrol. Senang bisa istirahat lebih lama," ucap Bella sembari meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku.


"Walaupun kalian selamat saat ini, tapi harus tetap waspada dengan pria itu. Pria itu sangat tidak berperikemanusiaan, aku menjadi saksi perjalanan hidupnya sejak dulu," ucap Jimmy.


"Maksudnya bagaimana Jim, jangan membuat kita mati penasaran?" tanya Bella.


"Dia mempunyai rahasia yang mungkin hanya aku saja yang tahu," jawab Jimmy berteka-teki.


"Jangan membuat aku kesal dengan bercerita setengah-setengah, Jim," ucap Bella dengan melirik tajam ke arahnya.


"Tapi janji kalian akan jaga rahasia ini, apapun yang terjadi ya?" tanyanya memastikan.

__ADS_1


"Iya, kami berjanji," jawab Bella mewakili.


"Dulu dia pernah berpacaran dengan seorang wanita. Dia sangat baik dan benar-benar mencintai Jason. Bahkan ia rela menyerahkan kesuciannya kepadanya, namun Jason justru mengkhianatinya. Jason berselingkuh dengan sahabat gadis itu, bahkan dia melihat sendiri dengan mata kepalanya saat mereka tengah beradegan panas. Gadis itu tidak bisa menerima kenyataan, ia di temukan gantung diri di kamarnya. Dan kalian tahu, Jason tidak peduli bahkan keesokan harinya ia mencari kekasih baru," cerita Jimmy membuat keduanya merinding namun sangat mengutuk perbuatan Jason.


__ADS_2