
Jason mulai membuka jasnya perlahan. Kancing bajunya ia buka sebagian, lalu ia duduk membelai wajah Asha dengan lembut. Kemudian tatapannya meremang, dia menyusul Asha tidak sadarkan diri.
Jimmy tampak mengintip dari balik pintu, setelah memastikan Jason benar-benar tidur ia memberanikan diri masuk.
"Bos, bangun Bos," ucap Jimmy memastikan Jason benar-benar tidur.
Jimmy berlari memanggil anak buah Jason agar mengurus bosnya itu. Ia berkata mungkin bosnya kebanyakan minum sehingga tidak sadarkan diri, beruntung mereka mempercayainya. Ia mencoba membangunkan Asha, namun gadis itu tidak bereaksi. Jimmy terpaksa menggendongnya ke mobil untuk mengantarnya pulang.
Pria itu memberikan Asha susu murni agar bisa cepat sadar. Ia melakukan mobilnya menuju rumah Asha sembari menunggunya sadar. Tak berapa lama Asha tampak memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Asha, kamu sudah sadar?" tanya Jimmy.
"Bang Jimmy, memangnya aku kenapa tadi?" tanya Asha bingung.
"Sepertinya Jason memasukkan obat tidur ke minuman mu, ia berniat buruk kepada mu. Tapi aku sudah bisa menduganya, karena itu memang menjadi kebiasaannya," jawab Jimmy.
"Apa? Apa yang sudah dia lakukan kepada ku Bang?" tanya Asha mulai panik.
"Dia tidak sempat melakukan apapun kepada mu, karena dia juga tidak sadarkan diri," jawab Jimmy.
"Kok bisa, Bang?" tanya Asha bingung.
"Aku melihatnya saat memasukkan sesuatu ke minuman mu. Jadi saat dia lengah aku memasukkan obat tidur ke dalam minumannya," jelas Jimmy.
"Terima kasih ya Bang, sudah menyelamatkan aku dari orang jahat seperti dia," ucap Asha tulus.
"Itu sudah kewajiban ku, kamu bekerja di agency ku jadi keselamatan mu juga merupakan tanggung jawab ku. Aku mungkin tidak bisa secara terus terang menghalanginya, karena dia punya andil besar dalam kemajuan agency ku, tapi aku akan membantu model-model ku secara tidak langsung," balas Jimmy.
"Abang memang orang baik, tapi Abang kok bisa punya obat tidur?" tanya Asha.
"Sebenarnya aku punya masalah susah tidur, jadi selalu stok. Dan setiap pergi dengan Jason pasti aku membawanya, aku juga pernah menyelamatkan Bella darinya," jelasnya.
"Jadi pria itu juga pernah ingin berbuat buruk kepada Bella?" tanya Asha lagi.
"Bukan hanya Bella, tapi kepada semua model yang menurutnya menarik dan cantik," jawab Jimmy.
"Sepertinya dia harus di beri pelajaran, Bang. Dia itu sangat jahat, harus ada yang menghentikan tindakan bertanya itu," ucap Asha.
"Aku juga berharap seperti itu, mungkin jika ia benar-benar jatuh cinta baru dia akan insyaf," balas Jimmy.
__ADS_1
"Eh ini sudah sampai rumah Asha, cepat turun agar keluarga mu tidak kuatir. Jangan lupa tetap waspada dengan Jason," ucap Jimmy.
"Terima kasih ya Bang, sampai ketemu besok ya," Asha turun dan melambaikan tangannya.
Asha membuka pintu rumah, suasananya sepi tampaknya bundanya dan Kia telah tidur. Setelah membersihkan wajah dan berganti pakaian ia juga tidur di samping Kia.
***
Keesokan harinya Asha berangkat lebih pagi ke kantor agency karena ada yang ingin ia bicarakan dengan Jimmy. Ketika baru tiba ia melihat seorang wanita paruh baya dengan gaya elegan dan anggun sedang bicara dengan Jimmy. Wanita itu kentara sekali jika berasal dari kalangan bangsawan.
"Hai Asha, sini," panggil Jimmy.
"Ada apa, Bang?" tanya Asha.
Wanita itu memandang Asha dari bawah ke atas, membuatnya sedikit risih. Namun bibirnya berusaha tetap tersenyum dengan ramah.
"Jadi ini yang namanya Asha, ternyata benar-benar cantik," puji wanita itu.
"Terima kasih, Bu. Anda juga terlihat mempesona," puji Asha tulus.
"Ah manis sekali, ternyata apa yang di katakan Jimmy tidak salah, kamu orang yang baik," puji wanita itu lagi.
"Asha kenalkan ini nyonya Samantha, beliau ibunya Pak Jason," ucap Jimmy.
Mata Asha membulat tidak percaya dengan yang ia dengar, mungkin inilah cara Tuhan memberinya jalan untuk mendekati Jason secara personal, melalui ibunya. Asha berusaha bersikap setenang mungkin, walau hatinya sedikit berdebar. Ia berharap bisa mendekati ibunya Jason.
"Oh, senang sekali bisa bertemu dengan Nyonya Samantha," ucap Asha.
"Aku juga sangat senang bertemu dengan mu, kamu sedang banyak di bicarakan orang-orang di luar sana. Panggil saja ibu jangan nyonya, sepertinya aku akan menyukai mu Asha," balasnya.
"Ah, Ibu Samantha bisa saja," ucap Asha.
"Hari ini kita jalan-jalan yuk," ajak bu Samantha.
"Maaf bu, tapi hari ini masih ada pemotretan," tolak Asha halus.
"Tidak apa-apa itu bisa di jadwal ulang kok," ucap Bu Samantha.
"Ikuti saja apa katanya Asha, beliau kan bosnya," sahut Jimmy.
__ADS_1
"Apa tidak apa-apa, Bang?" tanya Asha masih merasa sungkan.
"Tentu saja Asha, kamu bekerja untuk perusahan ku, jadi tenang saja," jawab bu Samantha.
"Jimmy kita berangkat dulu ya, kalau Jason bertanya katakan saja aku sedang pergi bersamanya," ucap Bu Samantha.
"Beres, Nyonya," balas Jimmy.
Mereka berdua pun langsung berangkat, pertama dia mengajak Asha ke salon untuk treatment. Setelah itu mereka makan di restaurant ternama. Mungkin yang tidak tahu pasti mengira mereka ini Ibu dan anak karena terlihat mesra sekali, tak jarang ibu Samantha merangkul dan memeluk Asha layaknya anak sendiri.
Asha sangat heran anaknya punya sifat jahat sedangkan ibunya terlihat begitu baik.
"Ibu ingin di temani kemana lagi setelah ini?" tanya Asha.
"Kita belanja dulu ya sebelum pulang, kamu bisa beli apapun yang kamu inginkan, aku yang bayar," ucap Bu Samantha.
"Terima kasih Bu, tapi ibu sudah terlalu baik kepada ku," jawab Asha.
Bu Samantha menyuruhnya tidak bersikap formal, lebih baik biasa saja seperti terhadap keluarga, agar terlihat lebih akrab. Asha pun menurutinya. Mereka pun menuju mall yang terkenal dengan barang-barangnya yang branded. Bu Samantha berbelanja tanpa melihat harga, terlihat sekali jika ia memang dari kalangan berada.
"Asha, ayo ambil saja yang kamu mau. Pilih saja, jangan sungkan-sungkan," ucap Bu Samantha.
"Tidak Bu, sepertinya aku belum butuh semuanya," tolak Asha.
"Kamu itu aneh, biasanya wanita pasti kalap kalau suruh berbelanja, apalagi gratis. Eh kamu malah menolak," ucap Bu Samantha sambil geleng-geleng kepala.
Bu Samantha membeli barang-barang yang menurutnya cocok untuk Asha, ia akan memberikannya saat pulang nanti. Ketika lewat coffe shop ia melihat putranya bersama teman bisnisnya, lalu ia menghampirinya.
"Kamu di sini rupanya, Nak," sapanya lembut.
"Loh, Mama sedang apa di sini? Mama sendiri?" tanya Jason terkejut melihat kehadiran ibunya.
"Ya shoping masa iya mau demo masak," seloroh bu Samantha.
"Mama ada-ada saja," Jason tertawa mendengar candaan ibunya.
"Asha, sini," Panggilnya.
Jason terkejut ibunya memanggil nama Asha, ia berpikir tidak mungkin yang ibunya panggil adalah Asha yang semalam ingin ia kerjai. Ia spontan melihat ke arah gadis yang di panggil ibunya.
__ADS_1
'Oh My God, itu benar-benar dia' batin Jason.