Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 12 Asha di Culik


__ADS_3

"Kamu kenapa?" tanya Kia.


"Sebenarnya aku sudah pernah menikah, tapi kami sudah berpisah. Aku adalah seorang duda," jawab Reno.


"Baguslah jika sudah jujur, aku tidak keberatan mempunyai kekasih seorang duda," ucap Kia.


"Apa? Itu berarti kamu bersedia menerima cinta ku ya?" tanya Reno.


"Tunjukkan dulu bahwa perasaan mu itu bukan sekedar omong kosong,"


"Baik, pasti akan ku buktikan,"


Reno sangat senang perasaannya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Ia benar-benar menyukai Kia, walaupun sebenarnya dia telah beristri dan memiliki anak. Bukan ia mulai bosan atau tidak mencintai istrinya lagi namun menurutnya memiliki dua orang wanita dalam hidup merupakan hal yang wajar bagi seorang pria. Bahkan dalam agama juga memperbolehkannya.


Mereka sangat menikmati kebersamaan ini, Kia benar-benar berakting dengan sempurna. Reno begitu tergila-gila di buatnya.


***


Keesokan hari.


Reno menjemput Kia untuk berangkat kerja bersama. Dengan mobil dan penampilannya yang rapi dan tampan, membuat ibu-ibu yang sedang antri di warung bu Aida terpesona.


"Assalamualaikum," sapa Reno.


"Waalaikum salam. Oh Nak Reno temannya Kia ya, Kia ada di dalam. Masuk saja ke rumah, ibu masih melayani pembeli," ucap Bu Aida.


"Oh tidak apa-apa, saya di sini saja. Makanannya laris manis ya bu," Reno sok akrab dengan bu Aida.


"Alhamdulillah Nak, sekarang sudah banyak langganan. Kalau dulu awal-awal juga sepi, sekarang malah kadang keteteran kalau pagi atau saat makan siang," balas bu Aida.


"Alhamdulillah bu, saya juga lebih suka membangun bisnis daripada kerja di kantor orang. Rencananya saya akan berhenti dan membangun usaha sendiri," jelas Reno.


"Wah saya doakan usahanya lancar Ya, Nak," ucap bu Aida.


Kia datang menghampiri Reno.


"Sudah tadi ya?" tanya Kia.


"Tidak kok, ayo kita berangkat. Bu kami pamit dulu ya," Reno ikut menyalami bu Aida.


"Bu apa itu calon menantunya ya?" tanya seorang ibu.


"Iya, mereka sangat serasi yang wanita cantik yang pria tampan," sahut ibu yang lain.


"Mereka hanya teman kantor kok ibu-ibu," jawab bu Aida.


"Yang benar bu, tapi sepertinya mereka dekat," seorang ibu masih memaksa.

__ADS_1


"Sejauh ini masih berteman, tidak tahu jika memang Allah menjodohkan mereka nantinya," sanggah bu Aida.


Tak berapa lama Asha juga keluar untuk berangkat bekerja. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di halaman rumah mereka. Seperti biasa ibu-ibu mulai kepo dengan tamu yang datang. Seorang pria gagah dan tampan dengan kaca mata hitam tampak keluar dari mobil itu. Ibu-ibu histeris dan saling berbisik.


"Selamat pagi," sapanya.


"Pagi," jawab ibu-ibu serempak membuat Asha memandang mereka.


"Ada apa pagi-pagi kesini?" tanya Asha datar.


"Tentu saja untuk mengantar mu pemotretan," jawab Jason.


"Aku bisa naik motor, tidak perlu kamu antar,"


"Jangan, lebih aman naik mobil,"


"Biasanya juga naik motor kok,"


"Kamu adalah model ku, keselamatan mu adalah tanggung jawab ku juga,"


"Ya, baiklah terserah kamu," Asha mengalah.


Dia segera berpamitan kepada ibunya, Jason juga menyalami bu Aida membuat ibu-ibu lainnya ikut bersalaman dengannya. Jason merasa lucu namun tetap menjabat tangan mereka.


"Tetangga kamu lucu-lucu juga ya," ucap Jason membuka obrolan.


"Ya lucu saja, yang aku salami ibu kamu mereka malah ikut-ikutan berjabat tangan," jawab Jason.


"Mungkin karena kamu tampan makanya mau berjabat tangan juga," ucap Asha.


Jason senang Asha memujinya tampan, ia berharap dia mau membuka hati untuknya. Jason benar-benar mulai menyukai wanita itu. Setelah beberapa menit mereka sampai di agency.


"Nanti pulang akan aku jemput lagi," ucap Jason.


"Baiklah, terima kasih," ucap Asha sembari tersenyum kepada Jason.


Jason kembali melajukan mobilnya saat Asha telah masuk.


"Wah sekarang ada yang antar jemput nih," goda Jimmy.


"Lumayan mengirit uang buat beli bensin, Bang," ucap Asha.


Mereka tertawa terbahak-bahak. Sambil menunggu model yang lain datang dan fotografer siap mereka berdua mengobrol, Asha menceritakan kejadian kemarin saat bersama bu Samantha dan Jason. Mereka berhenti mengobrol setelah semua model berdatangan termasuk Bella sahabatnya.


"Hari ini kita pemotretan di outdoor, Bella dan Asha ikut mobil ku, yang lain ikut bersama Haris," ucap Jimmy.


Mereka segera naik ke mobil, hari ini mereka akan melakukan pemotretan di pantai yang berbukit. Butuh sekitar satu jam untuk tiba di tempat tersebut. Asha sangat senang ketika sampai di tujuan, ini adalah pengalaman pertama baginya bekerja di luar ruangan. Baginya ini seperti bekerja rasa liburan, karena bisa melihat suasana pantai yang indah. Setelah mengecek riasan mereka, para model mulai beraksi.

__ADS_1


Pakaian yang mereka kenakan cukup seksi sesuai dengan tema pemotretan kali ini, para model mengikuti arahan fotografer untuk berpose. Setelah sekitar satu jam mereka beristirahat sejenak untuk makan.


"Jadi sekarang Jason mendekati kamu?" tanya Bella.


"Sepertinya begitu, ia mengantar dan menjemput ku saat bekerja. Katanya itu sebagai bentuk tanggung jawabnya, karena aku bekerja untuknya," jawab Asha.


"Dasar buaya darat, kamu harus tetap waspada terhadapnya Asha," ucap Bella.


"Iya, tapi sepertinya dia sudah berubah. Sekarang dia baik dan lebih peduli," balas Asha.


"Jangan kamu katakan jika kamu mulai menyukainya?" tanya Bella dengan tatapan tajam.


"Tentu saja tidak," jawab Asha.


"Aku ke toilet dulu ya, sudah tidak tahan," Asha segera berlari ke toilet karena cukup jauh dari tempat pemotretan.


Saat istirahat telah habis, para model sudah mulai berfoto lagi. Tapi Asha belum juga kembali membuat Bella kuatir. Ia segera menghubungi Jimmy.


"Halo Jim, apa Asha sedang bersama mu?" tanya Bella.


"Hah? Tentu saja tidak, dia kan sedang pemotretan bersama mu," jawab Jimmy.


"Dia belum kembali sampai sekarang, tadi dia pamit ke toilet. Ini waktu break sudah habis, anak-anak sudah mulai lagi tapi Asha belum juga datang," jelas Bella.


"Baiklah, aku akan segera kesana,"


Sepuluh menit kemudian Jimmy tiba, ia menanyakan kronologisnya kepada Bella. Mereka mulai mencari Asha di sekitar tempat pemotretan.


"Bang coba kita cari ke toilet, tadi dia pamit kesana," ucap Bella memberi ide.


"Oh iya benar, ayo kita kesana," ajak Jimmy.


Ternyata toilet kosong, tidak ada orang sama sekali di sana. Bella tertunduk lesu, ia duduk di bangku dekat toilet. Dia penasaran Asha pergi kemana tanpa pamit. Tiba-tiba ia melihat sesuatu di depan pintu toilet.


"Jim, cepat kesini," perintah Bella.


"Ada apa Bel?" tanyanya.


"Bukannya ini anting-anting yang Asha pakai tadi ya," Bella menunjukkan sebuah anting.


"Wah iya benar, tadi Asha memakainya. Kenapa bisa ada di sini ya?" tanya Jimmy.


"Apa jangan-jangan dia di culik," jawab Bella.


"Siapa yang menculiknya?"


"Pasti Jason si brengsek itu,"

__ADS_1


__ADS_2