Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 11 Rahasia Reno


__ADS_3

Jason melajukan mobilnya kembali setelah Asha mau menuruti kata-kata. Tidak berapa lama ia sampai di halaman rumah Asha.


"Aku belum memberi tahu rumah ku, dari mana kamu tahu?" tanya Asha heran.


"Aku tahu apapun tentang diri mu," ucap Jason.


Asha memandangi pria di sampingnya, pria yang aneh terkadang sangat lembut namun terkadang kasar dan bermulut pedas.


"Terima kasih," ucap Clara.


"Iya, ingat pesan ku tadi padamu," balas Jason.


"Iya, iya. Hati-hati di jalan," ucap Asha.


"Masuklah, aku akan pergi setelah kamu masuk ke dalam rumah," balas Jason.


"Baiklah," ucap Asha.


Benar saja setelah ia masuk ke dalam rumah, Jason segera melajukan mobilnya kembali.


Hari ini ibunya tidak berjualan karena kurang enak badan, jadi rumahnya tidak seramai biasanya karena warung ibunya tutup.


"Assalamualaikum," Asha memberi salam.


"Waalaikum salam, kok sudah pulang, Nak?" tanya ibunya.


"Iya Bun, tadi tiba-tiba di ajak pergi bos yang punya perusahaan perhiasan. Asha free hari ini tidak ada pemotretan hanya menemani bu Samantha ke salon sama belanja saja," jawab Asha.


"Apa dia orang yang baik?" tanya ibunya lagi.


"Dia baik sekali Bun, tadi aku sudah menolak ketika suruh belanja eh malah di belikan tanpa sepengetahuan ku," jawab Asha sembari menunjukkan belanjaannya.


"Alhamdulillah dapat bos yang baik," ucap ibunya.


"Bunda gimana keadaannya, apa perlu Asha antar ke dokter?" tanya Asha kuatir.


"Ah tidak perlu, Bunda hanya butuh istirahat. Ini saja sudah mendingan kok," jawab ibunya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, Asha mandi dulu ya Bun," pamit Asha.


"Iya,"


♥︎♥︎♥︎


Sementara itu di kantor Kia, Reno tampak gencar mendekati gadis itu. Dia mengajak Kia makan siang bersama Di kantin kantor, membuat karyawan lain mulai berbisik tentang kedekatan mereka. Selentingan Kia mendengar bahwa Reno sudah memiliki seorang istri bahkan sudah di karunia seorang anak.


"Kia, aku ke toilet sebentar ya," ucap Reno.


"Iya," jawab Kia.


Saat Reno ke toilet ponsel pria itu berdering, ia mungkin lupa membawanya karena sepertinya tadi terburu-buru. Awalnya Kia cuek namun karena tidak berhenti berdering ia memberanikan diri untuk melihat. Nama kontak nya si bos, tapi wallpaper wa nya adalah seorang wanita muda bersama Reno Dan seorang anak.


'Pasti ini istrinya, padahal lumayan cantik kenapa dia masih mengejar wanita lain. Dasar pria sama saja, tidak pernah puas hanya dengan satu wanita' batin Kia.


Tidak lama ponsel itu berdering lagi membuat Kia risih, ia akan mematikan deringnya namun tidak jadi karena fokus melihat kontak yang menelepon. Tante Geya, dengan foto profile seorang wanita yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup karena telah merebut ayahnya dan membuat ibunya menjadi seorang janda.


"Eh maaf ya aku lama, tadi antri dan perut ku sedikit bermasalah," ucap Reno membuyarkan lamunan Kia.


"Oh dia tante ku, biar nanti aku telepon kembali. Aku kita lanjutkan makannya," ucap Reno.


Kia tersenyum sambil terus melanjutkan makannya, dia memikirkan kata-kata Reno yang mengatakan pelakor (perebut laki orang) itu adalah tantenya. Apa benar Reno adalah keponakan wanita itu? Jika benar ini kesempatan baik untuk menghancurkan wanita itu melalui Reno. Banyak tanda tanya dalam benak Kia yang harus dia selidiki terlebih dahulu kebenarannya.


"Pak Reno, nanti malam apa tidak ingin mengajak ku jalan?" tanya Reno.


Mata Reno membulat mendengar pertanyaan Kia, kemarin malam dia menolak tapi hari ini malah menawarkan. Apa jangan-jangan Kia sudah mulai menyukainya? Reno heran tapi juga senang sehingga lambat merespon pertanyaan Kia tadi.


"Pak Reno," panggil Kia melihat Reno diam saja.


"Eh maaf, tentu saja jika kamu mau. Aku akan mengajak mu kemanapun yang kamu inginkan," ucap Reno.


"Ok, sehabis magrib jemput di rumah ya," balas Kia.


"Ok, aku pasti on time. Oh ya kamu panggil aku Reno saja, dan jangan terlalu formal agar lebih akrab," ucap Reno.


"'Baik Reno, aku tunggu nanti malam ya. Aku mau kembali bekerja dulu," balas Kia.

__ADS_1


"Ok, Kia. Sampai ketemu nanti malam," ucap Reno.


Kia langsung bangkit dan pergi meninggalkan Reno sendiri, namun ia tidak kembali kerja karena masih ada sekitar 15 menit lagi waktu istirahatnya. Ia memantau gerak gerik Reno, menurut pendapatnya ia pasti akan menelepon kembali wanita yang meneleponnya tadi.


"Halo Sayang, ada apa?" tanya Reno yang sedang menelepon.


"Maaf aku tadi sedang di toilet ponsel tertinggal di meja, kamu bawa saja Aura ke rumah sakit aku tidak bisa pulang sekarang karena masih sangat banyak pekerjaan, kamu minta tolong saja kepada tantemu untuk mengantar ke klinik. Tante Geya pasti tidak keberatan, biar aku telepon dia sekarang ya," ucap Reno lalu mematikan panggilannya.


Terlihat Reno menelepon kembali.


"Halo Tante, maaf tadi aku sedang di toilet. Iya, aku sudah menghubunginya barusan. Aura sedang sakit, bisa minta tolong antarkan mereka ke klinik karena aku masih belum bisa pulang," ucap Reno.


"Baiklah tante Geya, terima kasih sekali," ucap Reno kemudian mematikan panggilan.


Kia segera kembali untuk bersiap bekerja kembali. Kia bisa menarik kesimpulan saat mendengar Reno menelepon tadi. Telepon pertama sepertinya memang istrinya, kemungkinan anaknya sedang sakit. Yang kedua adalah si pelapor itu yang ternyata bukan tante Reno tapi tante dari istrinya. Setelah mendengar kenyataan tadi Kia sudah mantap untuk menghancurkan mereka.


♥︎♥︎♥︎


Malam hari sesuai rencana Reno datang menjemput Kia dan mengajaknya pergi. Mereka mengunjungi kafe terapung yang berada di dekat sungai. Suasananya begitu romantis dan nyaman sekali untuk bermesraan.


"Kia, mungkin ini terlalu cepat bagimu tapi aku ingin kamu tahu tentang perasaan ku," ucap Reno sembari menatap kedua mata Kia dan menggenggam tangannya.


"Aku telah menyukai diri mu sejak awal kita berjumpa, semua yang ada pada diri mu membuat aku tergila-gila," imbuhnya.


"Maukah kamu menjadi kekasih ku, Kia?" tanya Reno serius.


'Yes, akhirnya dia masuk perangkap' batin Kia.


"Ehm aku bingung harus menjawab apa, buatlah aku yakin jika kamu benar-benar mencintai ku," jawab Kia.


"Baiklah, aku akan membuktikan jika aku memang serius dengan mu," ucap Reno senang.


"Aku harap tidak ada yang kamu sembunyikan dariku, karena aku tidak akan pernah memaafkan orang yang berbohong," balas Kia tegas.


Reno terdiam, ia tampak berpikir sesaat namun seperti ragu untuk mengatakannya. Setelah beberapa lama, ia bicara juga.


"Kia, sebenarnya aku..."

__ADS_1


__ADS_2