Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 8 Jason Menjebak Asha


__ADS_3

"Apa maksud Pak Reno?" tanya Roki kira-kira tidak mengerti.


"Jangan berpura-pura, aku tahu kehidupan semua anak buah ku," ucap Reno sembari tersenyum sinis.


"Maaf, saya benar-benar tidak paham," balas Roki masih berkelit.


"Apa perlu aku beritahu Eva tunangan mu itu, kalau kamu mengejar wanita lain di tempat mu bekerja?" tanya Reno lagi.


"Dari mana anda tahu semua itu?" tanya Roki sangat terkejut.


"Sudah aku bilang aku tahu apapun tentang bawahan ku," jawab Reno.


"Jadi bagaimana, apakah kamu akan mundur dengan teratur?" tanya Reno.


"Tidak, sebaiknya kita bersaing dengan sehat, siapapun pilihan Kia harus saling menerima," jawab Roki.


"Kurang ajar kamu, berani mengatakan itu pada ku. Aku akan memberi tahu tunangan mu segera," ancam Reno.


"Silahkan, saya juga akan mengatakan perbuatan anda kepada istri anda," ucap Roki santai.


"Hahaha, Aku masing single, kamu tidak perlu menggertak ku," balas Reno.


"Ok, saya akan bawa ibu Gina besok ke kantor," ucap Roki dengan wajah mengesalkan.


"Darimana kamu tahu hal itu?" tanya Reno heran.


"Rahasia. Jika Pak Reno cerita pada tunangan saya, saya juga akan cerita pada istri Bapak," jawab Roki tegas.


"Baiklah bagaimana kalau kita melakukan kesepakatan, kita akan saling menjaga aib masing-masing. Kita akan bersaing secara sportif untuk menarik hati Kia," ucap Reno melakukan penawaran.


"Ok, deal," balas Roki setuju.


Mereka pun segera berlalu, melajukan kendaraan ke tujuan masing-masing.


***


Sementara itu di rumah Asha dan Kia sedang bercengkrama dengan ibu mereka. Mereka saling bercerita kegiatan masing-masing di hari ini. Begitulah keluarga kecil ini, selalu hangat walaupun sekarang tanpa kehadiran sosok ayah ataupun suami.


Tring... tring...


Ponsel Asha berdering, dia segera berlari ke dalam kamar.


"Halo Bang Jimmy, ada apa menghubungi ku?" tanya Asha ramah.


"Pak Jason sedang mengadakan acara untuk produk yang kamu tampilkan, kamu di undang datang," ucap Jimmy.

__ADS_1


"Bolehkah aku tidak datang?" tanya Asha yang merasa malas keluar.


"Dia sangat mengharapkan kehadiran mu, sekalian ingin mengenalkan model produknya kepada klien-kliennya," ucap Jimmy.


"Baiklah aku akan segera bersiap-siap," jawab Asha.


"Berpakaian yang elegan ya, sebentar lagi sopir akan segera menjemput mu," ucap Jimmy.


"Siap Bang, aku tunggu," balas nya.


Asha segera bersiap, pilihannya jatuh pada gaun merah lengan pendek selutut berwarna merah, dengan bagian leher berbentuk sabrina. Gaun ini sangat menonjolkan keseksian bagian leher, punggung serta kaki Asha. Untuk riasan ia memilih yang natural apa-apa bintang k-pop korea.


"Duh cantik sekali, Kakak mau pergi kemana?" tanya Kia melihat kakaknya berdandan.


"Sayang, kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya ibunya.


"Asha ada undangan pesta sebentar Bun, merayakan launching produk yang aku bawakan," jawabnya.


"Ya sudah hati-hati, jangan terlalu malam ya, Nak," pesan ibunya.


"Iya Bun, aku usahakan cepat pulang ya," jawab Asha.


"Kakak mau naik motor?" tanya Kia.


"Iya" jawab Asha sengaja menggoda Kia.


"Hehehe, bercanda Kia. Itu di jemput sopir, aku berangkat ya," Asha segera naik mobil setelah menyalami ibunya dan Kia.


Sekitar 20 menit mobil tiba di sebuah klub malam. Asha yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat hiburan malam seperti ini merasa sangat asing dengan suasanya. Beruntung Jimmy segera menemuinya dan mengajaknya ke dalam. Jimmy memuji penampilan Asha.


"Ayo mereka ada di ruang privat," ajak Jimmy.


Mereka segera masuk ke dalam ruangan yang cukup luas. Semua mata terpana ketika melihat Asha masuk, tidak terkecuali dengan Jason yang memandang Asha dari bawah ke atas dengan pandangan takjub.


"Perkenalkan ini Asha Elina Meera, model yang membawakan produk saya," ucap Jason memperkenalkan Asha.


Asha tersenyum dengan ramah. Jason tidak berkedip memandangnya, ia benar-benar terpesona dengan gadis itu. Mereka segera berkenalan dengan Asha, walaupun mereka kaum ber-uang tetapi mereka sangat ramah dan menghargai Asha yang berprofesi sebagai model.


Banyak di antara mereka yang minta nomor agency Asha untuk bekerjasama, namun dengan bangga Jason mengatakan jika gadis itu telah di kontrak perusahaannya selama setahun penuh.


Suasana pesta sangat meriah sekali, beberapa orang terlihat sudah mabuk. Asha yang tidak pernah minum alkohol hanya meminta orange jus saja. Ia merasa beruntung dengan kehadiran Jimmy yang selalu berada di dekatnya.


"Bang aku ke toilet dulu ya," pamit Asha.


"Ok," jawab Jimmy.

__ADS_1


"Dia kemana, Jim?" tanya Jason.


"Sedang ke toilet," jawab Jimmy.


Jason memasukkan sesuatu ke minuman Asha saat Jimmy tak melihat, ia tidak sadar jika Jimmy sudah mengetahui niatnya itu.


"Jim, bawa Asha ke ruangan ku setelah minumannya habis ya," perintah Jason.


"Siap, Bos," jawabnya.


Tidak berselang lama Asha datang, tanpa di suruh ia telah meminum jusnya. Jason tersenyum licik ketika melihatnya dari kejauhan.


"Asha ayo kita kesana," ajak Jimmy.


"Tapi sebentar saja ya Bang, aku tidak boleh pulang terlalu malam," ucap Asha.


"Iya hanya sebentar, setelah itu aku antar kamu pulang," balas Jimmy.


Mereka pun pergi ke ruangan Jason, tampak ia sedang minum sendirian. Mereka duduk di dekat Jason.


"Wah ponsel ku kok tidak ada, pasti terjatuh di sini. Tolong bantu aku menemukannya," ucap Jimmy sembari mencari kesana kemari.


"Ada-ada saja kamu, Jim," balas Jason kesal.


Jason dan Asha ikut membantu mencari namun tidak ketemu.


"Coba tolong telepon nomor saya Bos," pinta Jimmy.


Jason menurutinya agar dia cepat keluar. Tiba-tiba terdengar dering ponsel, ponsel Jimmy ketemu.


"Tadi aku sudah mencari di sana tapi tidak ada, aneh," ucap Jason.


Ia mulai menenggak minumannya lagi. Sementara Asha sudah mulai merasakan pusing di kepalanya.


"Jimmy tolong kamu ambilkan dokumen kerjasama kita yang belum sempat aku tanda tangani di mobil ku ya, ini kuncinya," pinta Jason.


"Baiklah," jawab Jimmy.


"Bang," ucap Asha sembari memegang tangan Jimmy.


"Aku hanya sebentar saja," balas Jimmy segera keluar.


Kepala Asha terasa semakin pusing, pandangannya mulai kabur dan akhirnya ia tidak sadarkan diri. Jason senang melihatnya, ia minum lebih banyak lagi. Tampaknya obat tidur itu sudah bereaksi terhadap Asha. Ia berdiri di dekat pintu memastikan keberadaan Jimmy, setelah yakin pria itu sudah pergi ia menutup pintu kembali.


"Kamu sangat cantik dan menarik, harusnya kamu bisa menjadi milik ku tanpa adanya paksaan seperti ini," ucapnya.

__ADS_1


Ia memandangi wajah gadis itu yang seperti bidadari. Kulitnya juga sangat halus, putih dan bersih. Jason segera menelan salivanya membayangkan bisa menyentuh keindahan dunia yang ada di hadapannya. Naluri kejantanannya menyeruak minta di salurkan.


__ADS_2