
Seketika ruangan menjadi riuh, para hadirin semua tiarap. Daniel segera menarik Asha untuk pergi, sedangkan para penembak sedang berkelahi dengan anak buah Daniel. Asha jatuh terjerembab karena pakaiannya tidak membuatnya leluasa untuk bergerak. Daniel segera merobek bawahan Asha sampai belahannya di atas lutut membuat Asha berteriak dan spontan memukul tangan Daniel.
"Diam dan menurutlah jika kamu ingin selamat," hardik Daniel.
Asha meringis menahan sakit, kakinya terkilir karena Daniel menariknya dengan keras. Tapi Daniel tidak peduli melihatnya kesakitan, ia tetap menarik tangan Asha untuk terus mengikutinya.
"Lepaskan aku, kaki ku sakit sekali," pinta Asha.
Daniel menatap Asha yang kesakitan, ia segera menggendong gadis itu.
"Kenapa kamu melakukan ini kepada ku, apa salah ku kepada mu?" tanya Asha dengan mata mengembun.
"Maafkan aku, seharusnya kamu tidak dekat dengan Jason agar semua ini tidak menimpa mu," jawab Daniel, sembari terus melangkah menjauhi kerumunan.
"Apa yang telah dia lakukan sehingga kamu begitu dendam padanya?" tanya Asha penasaran dan terus menatap Daniel.
Daniel menghentikan langkahnya, ia menatap gadis tak berdosa dalam gendongannya. Namun kemudian tetap diam dan melangkah kembali, dia menurunkan Asha setelah sampai di sebuah ruangan rahasia. Banyak sekali senjata dalam ruangan itu, Daniel segera merakit senjata itu.
"Daniel, tolong ceritakan yang sebenarnya?" ucap Asha dengan suara bergetar.
Daniel menghentikan aktivitasnya, ia duduk di samping gadis itu dan memandang lekat kedua mata lentiknya.
"Dia sudah membuat adik ku mengakhiri hidupnya, pria itu sudah membunuhnya Asha. Dia membuat diri ku hidup dalam rasa bersalah karena tidak mampu melindungi saudara kandung ku. Dia pergi tanpa rasa bersalah, meninggalkan adik yang sangat mencintainya bersama wanita lain," jawab Daniel dengan suara bergetar.
"Jadi cerita yang pernah aku dengar itu memang benar ya, aku turut prihatin Daniel. Tapi apa yang kamu lakukan ini tidak bisa di benarkan, apa bedanya diri mu dengan dia jika kamu memperlakukan wanita seperti ini," ucap Asha.
"Tidak sama Asha, aku memang menyukai mu. Tapi aku tahu dia juga mencintai mu, aku berniat menikahi mu agar dia hancur, supaya dia merasakan apa yang adik ku rasakan kala itu. Aku tidak akan mempermainkan diri mu seperti dia mempermainkan perasaan adik ku," balas Daniel.
Asha menghela napas dalam-dalam, dia benar-benar tidak menyangka harus terlibat dengan masalah yang rumit seperti ini. Jason memang orang yang jahat, namun pertemuannya dengan Asha mampu mengubahnya menjadi manusia yang lebih baik. Sedangkan Daniel yang orang baik karena tersulut api dendam justru menjadi seperti sekarang.
"Aku belum merasakan perasaan apapun kepada kalian berdua, tapi kalian telah membawa ku ke dalam masalah yang sulit. Aku harap kalian bisa berdamai, karena balas dendam tidak akan pernah menyelesaikan semuanya. Saat ini jika kamu berhasil membalasnya, mungkin di lain waktu keluarga atau keturunannya akan melakukan hal yang sama dengan mu. Bayangkan jika itu terjadi terus menerus, berapa banyak nyawa yang telah kalian korbankan," ucap Asha sembari menatap Daniel dengan serius.
__ADS_1
"Kamu wanita yang baik, maaf telah menyeret mu ke dalam masalah kami. Aku akan membawa mu kembali ke keluargamu dengan selamat," balas Daniel tulus.
"Terima kasih, kita harus segera menghentikan pertumpahan darah yang terjadi di luar agar tidak semakin banyak nyawa yang menjadi korban," pinta Asha.
Daniel menyalakan monitor-monitor Yang terlihat seperti cctv. Benar saja tampak rekaman keadaan di berbagai tempat. Sepertinya musuhnya berhasil menghabisi banyak anak buahnya.
"Lihatlah itu, mereka pasti juga memiliki keluarga yang harus mereka nafkahi. Bahkan uang kalian tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran mereka di sisi keluarganya,"
Daniel sedih mendengar ucapan Asha yang memang sangat benar, keluarga mereka pasti sedih seperti halnya ia bersedih saat kehilangan adiknya dulu.
"Aku minta maaf, aku memang salah. Aku akan segera menghentikan semua ini," ucap Daniel yang segera melangkah keluar meninggalkan Asha.
"Stop, berhenti semuanya!" perintah Daniel, ia segera mengangkat tangan.
"Sudah jangan ada yang menembak lagi, aku menyerah. Asha baik-baik saja," Daniel menatap Jason.
"Kamu sudah terdesak sehingga memilih menyerah, ternyata nyali mu hanya segini," cemooh Jason.
"Terserah kamu menilai bagaimana, yang jelas aku tidak mau ada orang terluka lagi karena masalah ini," ucap Daniel.
Sementara Asha yang melihat semua kejadian itu dari cctv di tempatnya, berusaha untuk berjalan keluar dengan tertatih-tatih untuk menengahi mereka yang sedang adu mulut.
"Asha bukan milik mu, kalian tidak ada ikatan apapun jadi jangan seolah-olah kamu berhak atas hidupnya," ucap Daniel kesal.
Dor... dor... dor...
Tiba-tiba terdengar suara tembakan entah dari mana, membuat suasana kembali memanas dan terjadi saling baku tembak. Daniel tertembak dua kali di lengan dan kakinya membuat pria itu tersungkur ke lantai. Ia berusaha menggapai pistolnya yang terjatuh untuk pertahanan diri, namun Jason menganggapnya dia akan menembakkan itu senjata itu ke arahnya.
Dor...
Jason menembaknya persis di dadanya, membuatnya kembali jatuh tersungkur.
__ADS_1
"Daniel..." teriak Asha menghambur ke arah pria yang sedang sekarat itu.
"Daniel kamu akan baik-baik saja, aku akan segera memanggil ambulan untuk membawa mu ke rumah sakit," ucap Asha yang sudah tidak dapat membendung air matanya.
"Terima kasih, Asha. Maukah kamu membuka hati mu untuk ku jika aku selamat nanti?" tanya Daniel dengan sedikit terbata-bata, ia sangat berharap kepadanya.
Asha mengangguk sembari berderai air mata.
"Sudah jangan bicara lagi, kita harus segera pergi dari sini," ucap Asha.
Namun saat dia akan membantu memapah Daniel, Jason menghentikannya.
"Apa yang kamu lakukan, dia adalah orang yang telah menculik mu," ucap Jason sembari menarik tangan gadis itu namun di tepinya.
"Ini hanya salah paham, kita harus membawanya ke rumah sakit," balas Asha, ia meletakkan Daniel kembali untuk membujuk Jason.
"Tidak ada salah paham, dia memang pria jahat," sanggah Jason.
"Dia tidak jahat, justru karena kamu dia menjadi begitu," teriak Asha.
"Asha dengarkan aku, jangan pernah terpengaruh olehnya. Dia itu adalah pria yang brengsek, jangan tertipu olehnya,"
"Lalu menurut mu apakah kamu orang baik? Kamu mencampakkan adiknya setelah kamu hisap madunya, lalu bercumbu dengan sahabatnya. Bahkan kamu seolah tidak bersalah saat gadis itu bunuh diri karena mu, bayangkan betapa terluka hatinya sebagai seorang Kakak," teriak Asha sudah tidak bisa menahan emosinya.
Jason menunduk, ia baru sadar betapa brengseknya dia.
"Maafkan aku Asha,"
Asha menjauh tidak mau di sentuh pria itu.
Dor... dor...
__ADS_1
Asha terkejut mendengar 2x suara tembakan. Jason jatuh terkena tembakan di perut dan dada, darah segar segera keluar dari lukanya. Daniel langsung ambruk setelah menembak Jason. Asha menangis sejadi-jadinya melihat adegan yang terjadi di depannya. Dia mendekati Jason.
"Aku minta maaf, aku sadar aku salah. Tapi aku benar-benar tulus mencintai mu, kamu telah merubah ku menjadi orang baik," ucap Jason sebelum tidak sadarkan diri.