Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 13 Siapa Penculik Asha?


__ADS_3

"Rasanya tidak mungkin pak Jason yang melakukannya," ucap Jimmy.


"Apanya yang tidak mungkin, orang seperti dia mampu berbuat apa saja," balas Bella.


"Tapi sepertinya dia telah berubah, sekarang dia tidak semena-mena lagi, dia memperlakukan Asha dengan baik dan tidak memaksanya lagi," ucap Jimmy.


"Kamu dan Asha itu terlalu naif, bagaimana mungkin orang seperti dia begitu cepat berubah. Ini pasti hanya akal-akalannya untuk mengelabui semua orang, lihat sekarang Asha menghilang itu pasti ulahnya," balas Bella.


Kali ini Jimmy terdiam menyimak penjelasan Bella, ia merasa gadis itu ada benarnya. Bisa saja memang semua itu adalah ulah pria itu, selama ini dia berpura-pura baik agar kewaspadaan mereka berkurang dan dengan mudah bisa membawa Asha kabur.


"Terus bagaimana sekarang Bel? Apa lebih baik kita hubungi polisi saja?" tanya Jimmy.


"Bella," panggil seseorang dari belakang mereka.


"Ya, ada apa?" tanya Bella.


"Kok ada apa sih, ini sudah waktunya pemotretan. Semua sudah siap tinggal kamu dan Asha, dari tadi di tunggu malah diam di situ," gerutu Haris.


Bella menatap Jimmy, mereka bingung harus menjawab apa. Akhirnya mereka menghampiri Haris.


"Ris, Asha sepertinya hilang. Tadi dia pamit ke toilet tapi tidak kembali lagi, kami menemukan antingnya jatuh di dekat toilet," jelas Jimmy.


"Apa maksud kalian? Dia pergi atau di culik?" tanya Haris bingung.


"Kalau pergi atas kemauan sendiri tidak mungkin, tadi dia hanya pamit ke toilet. Pasti seseorang telah menculiknya," jawab Bella.


"Kalian serius? Tapi siapa yang menculiknya?" tanya Haris sembari menatap mereka bergantian.


"Bella curiga dengan pak Jason, sebelumnya dia pernah menolak menjadi kekasihnya dan mereka juga sempat bersitegang," jawab Jimmy.


"Wah ini sudah tindakan kriminal, harus di laporkan ke polisi. Tapi kalian harus punya bukti, tidak bisa menuduh orang hanya berdasarkan asumsi saja," ucap Haris.


"'Itu masalahnya, kita sama sekali tidak memiliki bukti," balas Jimmy.


"Kalian diam dulu, aku akan coba menghubungi pak Jason," Haris segera menelepon Jason.


"Ada apa Haris? Apa pemotretannya sudah selesai?" tanya Jason.


"Belum, Pak," jawab Haris.

__ADS_1


"Lalu untuk apa kamu menghubungi aku? Bukannya aku sudah bilang beritahu aku jika pemotretan telah selesai agar aku bisa mengantar Asha pulang," ucap Jason.


"Sepertinya bukan dia pelakunya," bisik Jimmy kepada mereka.


"Dia hilang, Pak," ucap Haris.


"Siapa yang hilang?" tanya Jason.


"Model kita, Asha yang hilang. Kata Bella tadi dia pamit ke toilet, tapi sampai sekarang tidak kembali. Ketika di cek di toilet tidak ada siapa-siapa, hanya antingnya yang di temukan di dekat toilet," jawab Haris.


"Apa? Kamu serius?" tanya Jason.


"Iya," jawab Haris.


"Kalian itu bagaimana, menjaga model saja tidak becus. Tunggu aku di sana," bentak Jason langsung memutus panggilan.


"Dia marah besar, bagaimana ini?" tanya Haris panik.


"Kita juga tidak tahu apa-apa, dia hanya pamit ke toilet lalu tiba-tiba hilang. Dia tidak bisa menyalahkan kita, lagi pula aku masih belum percaya kepada pria itu, mungkin saja dia pura-pura2 marah untuk mengelabui kita agar tidak curiga kepadanya," jawab Bella.


Sekitar dua puluh menit kemudian Jason tiba, wajahnya pias menahan marah. Ia segera menghampiri mereka bertiga.


Mereka ketakutan, belum pernah selama bekerja dengannya ia melihat pria itu sangat marah seperti ini. Mereka hanya menunduk, bahkan Bella pun yang biasanya berani hanya bisa diam dan pasrah. Jason menghela napas untuk menurunkan emosinya.


"Dimana terakhir kali dia terlihat?" tanya Jason setelah mulai tenang.


Merekapun mulai bercerita dan menunjukkan toilet tempat anting Asha di temukan. Pemotretan segera di batalkan, para model dan kru di biarkan istirahat. Beruntung ada cctv yang berada di sekitar tempat itu, Jason segera minta rekaman kejadian hari itu.


Ternyata benar, di cctv tampak Asha di bius oleh dua orang pria dan di masukkan ke dalam mobil yang memang telah berada di sekitar daerah itu sejak para model dan kru datang, sepertinya mereka telah mengikuti sejak dari kantor.


"Apa Asha punya musuh?" tanya Jason kepada mereka bertiga.


"Sepertinya tidak, dia gadis yang baik jadi tidak mungkin punya musuh," jawab Bella.


"Iya, dia orangnya tidak pernah macam-macam. Setahu ku juga dia tidak akan tega menyakiti seseorang, tidak mungkin punya musuh," sahut Jimmy.


"Benar, selama ini dia penurut dan mudah di arahkan. Selalu ramah kepada semua, jadi rasanya tidak mungkin punya musuh," ucap Haris.


Jason tampak berpikir, ucapan ketiganya memang benar. Asha sangat baik dan lembut, tidak mungkin rasanya jika ada yang tidak menyukainya.

__ADS_1


"Bagaimana jika yang melakukannya justru orang yang menyukainya, seperti fans, pengagum rahasia dan sejenisnya? Bukannya banyak sekarang terjadi hal yang seperti itu?" tanya Haris.


"Bisa jadi, lebih baik kalian sekarang kumpulkan informasi mengenai dia. Aku akan meminta anak buah ku menyelidikinya. Aku harus segera menemukannya, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadanya," Jason segera meninggalkan mereka yang masih terpana dengan ucapannya.


"Sepertinya Asha telah berhasil membuatnya benar-benar jatuh cinta," ucap Jimmy.


Mereka semua mulai membantu menggali info mengenai Asha, di kantor agency, rumah Asha, bahkan meminta keterangan Kia yang masih berada di kantor. Mereka tidak berterus terang tentang hilangnya Asha karena takut membuat keluarganya kuatir.


***


Di tempat lain, Jason telah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menyelidiki tentang hilangnya Asha. Dia begitu kuatir, baru saja merasakan jatuh cinta, sekarang justru gadis itu menghilang.


"Halo Nak, apa benar calon menantu mama hilang?" tanya bu Samantha di telepon.


"Ya, Ma. Tolong doakan supaya aku bisa segera menemukannya ya," jawab Jason merespon cepat.


"Astaga, siapa yang begitu tega menculiknya. Dia gadis yang begitu lembut, tidak mungkin orang tidak menyukainya," ucap Bu Samantha.


"Justru aku curiga ini perbuatan orang yang menyukainya," balas Jason.


"Oh ya ampun, nekad sekali orang itu. Jika sudah ketemu lebih baik kamu segera menikahinya dan suruh berhenti kerja jadi model, gadis itu terlalu baik untuk berada di dunia entertain," ucap Bu Samantha.


"Ya nanti Mama bantu aku membujuknya, agar kita bisa segera menikah," balas Jason.


"Ya tenang saja, pasti nanti aku bantu. Sekarang kamu cepat segera temukan dia, jika sampai Asha terluka awas kamu," ancam bu Samantha.


Jason heran dengan mamanya, begitu sayangnya dia kepada Asha sampai mengancamnya begitu. Padahal Mereka baru bertemu sekali, tapi mamanya bahkan menyuruhnya segera menikahi Asha.


"Iya, iya Ma. Ya sudah, aku akan mencarinya lagi," ucap Jason.


Baru saja panggilan berakhir, teleponnya berdering kembali. Salah satu tangan kanannya yang menghubungi.


"Jason, kita sudah tahu siapa tersangkanya," lapor pria itu.


"Siapa, Marco?" tanya Jason.


"Musuh bebuyutan mu, Daniel,"


"Apa? Daniel?"

__ADS_1


__ADS_2