Sang Penakhluk Pria

Sang Penakhluk Pria
Bab 14 Asha Menikah


__ADS_3

"Kurang ajar sekali bedebah itu, apa maksudnya menculik Asha?" tanya Jason.


"Ada dua kemungkinan, dia menginginkan gadis itu. Yang kedua dia ingin membalas mu melalu gadis itu, bukankah kamu pernah bercerita pernah melihat Daniel mendekatinya ketika kamu pergi dengannya," jawab Marco.


"Jika benar dia menculiknya karena ingin membalas dendamnya pada ku, tidak akan aku biarkan dia hidup," ucap Jason geram.


"Kamu jangan gegabah, dia bukan orang lemah seperti dulu. Sekarang dia termasuk orang berpengaruh di kalangan pengusaha, dia pasti banyak dukungan seperti halnya diri mu," balas Marco.


"Aku tidak peduli, kita harus segera menyerang markasnya. Aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri jika sampai terjadi hal buruk kepada Asha," ucap Jason.


"Apa kamu benar-benar mencintai gadis itu?" tanya Marco.


"Aku tidak tahu ini cinta atau apa, yang jelas aku selalu ingin di dekatnya, melindunginya, membuatnya merasa nyaman, membahagiakan dirinya, dan aku ingin menikahinya," jawab Jason.


"Sepertinya dia berhasil membuat mu tergila-gila, pasti pelayanannya sangat memuaskan," ucap Marco.


"Jangan bicara omong kosong, aku bahkan belum menyentuhnya," sanggah Jason.


"Apa? Lalu apa yang membuat mu bertekuk lutut di hadapannya?" tanya Marco tak percaya.


"Entahlah Aku juga bingung, tiap di dekatnya aku selalu gugup. Bahkan mama ku sangat menyayanginya padahal baru sekali mereka bertemu, dia sudah menyuruh ku menikahinya," jawab Jason.


"Wah daya pikatnya sangat kuat, sepertinya dia bukan gadis biasa," balas Marco.


Mereka terus mengobrol membahas tentang Asha dan juga penyerangan ke markas Daniel.


♥︎♥︎♥︎


Sementara itu di markas Daniel, Asha baru saja sadar dari pingsannya. Ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Dia tidak melihat siapapun di kamar ini, kamar yang sangat luas dan indah. Ia berusaha mengingat kejadian yang menimpanya sehingga berakhir di tempat ini.


"Tadi aku ke toilet, kenapa tiba-tiba ada di sini ya?" tanya Asha bingung.


Tiba-tiba terdengar pintu di buka, seorang pria tampan dengan setelan jas rapi masuk ke dalam kamar. Asha seperti tidak asing dengan wajahnya.


"Kamu sudah sadar ya. Maaf ya, aku sudah membawa mu kesini dengan cara seperti ini,"


"Daniel, kamu Daniel bukan?" tanya Asha.

__ADS_1


"Ternyata kamu masih mengingat ku, berarti pertemuan kita sangat berkesan bagi mu," jawab Daniel dengan percaya diri.


"Kenapa kamu membawa ku kesini?" tanya Asha tanpa memperdulikan ucapan Daniel.


"Karena aku ingin memiliki mu,"


"Kita bahkan tidak mengenal satu sama lain sebelum aku tidak sengaja menabrak mu, bagaimana bisa kamu berkata seperti itu,"


"Awalnya aku memang tertarik pada mu, setelah melihat mu dengan pria itu membuat ku lebih tertarik lagi untuk memiliki mu,"


"Pria yang mana maksud mu?"


"Jason,"


"Apa kalian saling mengenal?"


"Lebih dari sekedar kenal, dia musuh yang paling ingin aku hancurkan,"


"Lalu apa hubungannya dengan ku, sehingga kamu menculik ku?" tanya Clara heran.


"Aku sudah mengawasi kalian, sepertinya dia sangat mencintai mu. Aku akan mengambilnya darinya, aku ingin melihat dia hancur," jawab Daniel penuh kebencian.


"Hahaha, aku tahu betul siapa dia. Dia tidak pernah memperlakukan wanita lain seperti dirimu, tatapannya dan perlakuannya sangat spesial terhadap mu,"


"Terserah kamu mau bicara apa, aku mau pulang," Asha melangkah mendekati pintu namun tangannya di tarik sehingga ia hampir terjatuh, beruntung Daniel segera menangkapnya.


"Astaga kamu benar-benar cantik, pantas saja Jason tergila-gila kepada mu,"


Asha langsung melepaskan diri dari Daniel, membuat pria itu justru tersenyum.


"Kita akan menikah malam ini, bersiap-siaplah," Daniel bergegas keluar kamar sebelum Asha melakukan protes.


Asha tidak tahu harus berbuat apa, ia sudah memeriksa seluruh kamar namun tidak ada jalan keluar. Dia pasrah dan hanya duduk di atas kasur. Tiba-tiba pintu terbuka, dua orang wanita membawa baju dan peralatan make up.


"Mau apa kalian?" tanya Asha tanpa bergerak dari duduknya.


"Kami di perintahkan untuk merias dan membantu Nona Asha memakai baju," jawab salah seorang dari mereka.

__ADS_1


"Aku tidak mau, pernikahan itu bukan untuk main-main. Keluarga keduanya harus di libatkan, tidak main paksa seperti ini," tolak Asha.


"Lebih baik kamu menurut, jika masih sayang dengan nyawa ibu dan adik mu," ucap Daniel yang tiba-tiba datang.


Pria itu tampaknya sudah mempersiapkan semuanya, dia telah berpakaian rapi. Asha takut dengan ancamannya sehingga memilih menurutinya.


"Nah begitu kan bagus, malam ini akan menjadi malam pengantin kita," ucap Daniel sembari tersenyum penuh arti.


Asha mulai di rias, ia begitu sedih. Pernikahan yang sangat di dambakan akan ia lakukan dengan orang yang ia cintai, justru akan terjadi dengan orang yang baru saja dia kenal. Benar apa kata Jason jika Daniel adalah pria bejat, dia sudah memaksanya untuk mau menikah dengannya.


Setelah sekitar satu jam Asha telah selesai di rias dan berganti pakaian, mereka segera melapor kepada Daniel.


"Luar biasa, sempurna," puji Daniel saat melihat penampilan Asha.


"Tolong lepaskan aku, aku tidak ada hubungannya dengan dendam kalian," pinta Asha.


"Tenang saja, aku tidak akan melukai mu. Justru aku akan membuat mu bahagia, aku bisa memuaskan diri mu lebih dari Jason," ucap Daniel.


"Bicara apa kamu, kita tidak pernah bersentuhan," balas Asha.


"Wah benarkah, berarti dia benar-benar menjaga mu. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana hancurnya perasaannya jika tahu gadis yang di cintainya telah menjadi istri ku dan tidur dengan ku, hahaha," Daniel tertawa puas.


"Ternyata kamu pria yang sangat jahat," maki Asha.


"Sudahlah ayo cepat kita keluar, semua sudah menunggu kehadiran kita," Ajak Daniel, segera menggandeng tangan Asha.


"Tersenyumlah jika kamu masih ingin keluarga mu bisa tersenyum, besok aku akan mengabarkan pernikahan kita ini ke seluruh penjuru dunia," ucap Daniel.


Asha terpaksa tersenyum, mereka berdua menuruni tangga bak putri dan pangeran. Di bawah ternyata telah banyak orang, padahal tadinya Asha mengira ini hanya pernikahan bohongan. Perasaannya menjadi tidak karuan, rasanya ia ingin menangis sekencang-kencangnya, namun ancaman Daniel membuatnya hanya bisa menahan semua keinginannya.


"Pak Daniel apakah semua sudah bisa di mulai sekarang?" tanya seorang bapak-bapak yang sepertinya penghulu.


"Iya Pak silahkan, dia anak yatim dan tidak punya saudara jadi pakai wali hakim saja," jawab Daniel, membuat Asha seketika melotot ke arahnya.


Daniel hanya tersenyum dan bersiap melakukan ijab kabul. Penghulu terlihat memberi pengarahan sebentar, setelah Daniel paham mereka langsung melakukan prosesi ijab kabul.


"Saya nikahkan dan saya dikawinkan engkau..."

__ADS_1


Dor... dor... dor...


__ADS_2