
"Kebetulan nanti sore adik saya juga akan pulang dari rumah sakit, insyaallah kami akan mampir kesana," ucap Asha.
Asha merasa lega karena Reno sudah tertangkap, ia segera memberitahukan informasi ini kepada Kia dan juga ibunya. Sama halnya dengan Asha mereka berdua juga merasa senang, sebentar lagi mereka akan tahu siapa saja yang bekerja sama dengan pria itu. Ketika akan meletakkan ponselnya berdering kembali, Jimmy yang menghubunginya.
'Astaga, karena terlalu kuatir dan sibuk mengurus Kia sampai lupa tidak menghubungi bang Jimmy' batin Kia.
"Ya Bang, maaf aku lupa memberi kabar," kata Asha.
"Kamu kenapa tidak datang pemotretan?" tanya Jimmy.
"Iya Bang maaf ya, adik ku kecelakaan saat tadi berangkat ke kantor. Ada orang yang berniat jahat kepadanya, tapi alhamdulillah pelakunya sudah tertangkap. Ini aku masih di rumah sakit, hari ini izin tidak ikut pemotretan ya Bang," jawab Asha.
Jimmy terkejut sekali mendengar Kia kecelakaan, ia maklum Asha sampai tidak memberi kabar. Apalagi kecelakaannya memang sudah di rencanakan. Ia berencana akan menjenguknya nanti.
Waktu kepulangan Kia telah tiba, setelah memastikan semua tidak ada yang ketinggalan Asha segera memesan taksi online. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit mereka tiba di kantor polisi. Asha mendorong kursi roda Kia perlahan, perutnya yang sakit masih tidak memungkinkan untuk berjalan normal.
"Selamat sore, Pak," sapa Asha.
"Selamat sore, oh mbak Asha dan keluarga. Silahkan duduk, saudara Reno sudah di masukkan ke dalam sel," ucap petugas itu.
Mereka berbicara panjang lebar, Asha juga menginformasikan jika ketika di rumah sakit ada seorang pria yang menghampiri ruangan Kia namun ketika ibunya datang ia kabur.
Petugas kepolisian juga mengatakan hasil interogasinya terhadap Reno, pria itu sudah mengakui semuanya. Ia berkata memang benar ia yang menyuruh pasangan itu untuk mencelakakan Kia dengan iming-iming imbalan yang cukup besar serta sedikit menfitnah Kia, karena awalnya pasangan itu tidak mau melakukannya.
Petugas itu membawa Reno agar bisa bertatap muka dengan Kia, tentunya dengan pendampingan petugas. Reno datang dengan seragam tahanan, wajahnya yang dulu bersih terlihat sedikit kecoklatan dengan sedikit jambang dan kumis tipi. Ia hanya menunduk tidak berani menatap Kia. Kia menatap iba melihat Reno mengenakan pakaian tahanan.
"Apa benar saudara Reno juga mengirim seseorang untuk mencelakakan nona Kia saat di rumah sakit?" tanya petugas.
"'Tidak Pak, saya hanya menyuruh orang saat ia berangkat kerja," jawab Reno.
Karena Reno mantap mengatakan tidak tahu walaupun berkali-kali bertanya, polisi akhirnya memasukkannya kembali ke dalam sel tahanan. Kia dan keluarga menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Setelah tidak ada kepentingan lagi, mereka segera pulang.
__ADS_1
♥︎♥︎♥︎
Taksi memasuki pelataran rumah mereka, Asha segera membantu Kia turun. Sesampainya di depan rumah ada sebuah bingkisan cantik dibungkus kertas kado berwarna warni. Asha segera membaca pengirimnya setelah membawa Kia masuk ke dalam rumah. Ia membantu ibunya membaringkan Kia di kasur, setelah semua selesai ia segera membuka bingkisan tadi.
Selamat pagi mentari pagi ku
Sumber dari segala kekuatan ku
Cahaya dari segala sumber cahaya ku
Rembulan merindu ku
Hasrat dalam hidup ku
Asha tersenyum membacanya, ia beralih membaca surat dengan kertas berwarna merah muda yang unyu-unyu.
Dear Asha,
Sudah lama sekali kita tidak bertemu, hanya bisa berkomunikasi di aplikasi berwarna hijau. Aku sudah mendengar kepopuleran diri mu di dunia modeling yang sudah sampai di negara ini. Aku berdoa semoga nama mu semakin di kenal di sana bahkan mancanegara. Aku masih mengingat senyuman mu yang mampu meluluhlantakkan hati ku.
by: Erik Estrada
Asha melihat foto dirinya yang pernah Erik ambil diam-diam waktu itu, ia jadi teringat tingkah lucunya bersama Kia yang selalu saja bertengkar. Asha segera mengambil ponselnya dan menelepon Erik. Namun 2x mencoba tidak juga di angkat, ia memutuskan mengirim pesan.
[Terima kasih, hadiahnya sudah sampai dan aku suka 😍]
Setelah mengirim pesan Asha memutuskan untuk membersihkan badan dan istirahat.
♥︎♥︎♥︎
Keesokan hari saat jam besuk sudah di buka, seorang wanita memakai kerudung yang dipasang ala kadarnya dengan kacamata besar dan masker datang menemui Reno. Ia mengatakan bahwa ia adalah keluarga dari Reno yang berasal dari desa dan ingin menjenguknya. Setelah lolos tahap pemeriksaan baru ia diperbolehkan masuk.
__ADS_1
Para petugas terlihat sedikit curiga dengan gerak geriknya, mereka terlihat memantau pergerakan wanita itu. Namun tanpa mereka duga bahwa wanita itu sudah menyangka jika akan di curigai dan sudah antisipasi sebelumnya.
"Tante aku tidak suka berada di sel, Tante harus segera mengeluarkan aku dari sini," ucap Reno.
"Sabar, semua membutuhkan waktu tidak bisa instan. Kamu juga sih bagaimana bisa tertangkap, bukankah sudah aku katakan untuk pergi menjauh sampai suasana tenang," balas wanita itu lirih.
"Iya, aku tahu. Hanya saja aku tidak menyangka mereka berdua akan mengaku setelah aku mengintimidasi mereka. Bagaimana keadaan istri dan anak ku?" tanya Reno.
"Mereka baik-baik saja, putri mu juga sudah membaik. Awas jangan sampai kamu mengatakan keterlibatan ku dalam kasus mu ini, jika tidak bukan hanya kita yang akan terus mendekam di penjara, tetapi anak dan istri mu juga akan mengetahui tentang hal ini," ucap wanita itu lirih.
"Ya, tenang saja aku tidak akan cerita. Apa Tante yang mengirim orang saat Kia di rumah sakit?" tanya Reno.
"Ya benar, aku sudah mengirim dua orang waktu itu untuk eksekusi dan pengalih perhatian. Sayang sekali ibunya itu keburu datang, untung tidak ada yang tertangkap," jawabnya.
"Aku kasihan kepadanya, dia terluka dan kesakitan. Kemarin aku bertemu dengannya di sini,"
Reno tertunduk sedih, sebenarnya dia tidak ada niatan untuk melukai Kia. Namun wanita di depannya itu berhasil meyakinkannya untuk balas dendam.
"Siapa? Kia?" tanyanya sinis.
Reno hanya tertunduk, di hatinya masih mencintai Kia.
"Sudah kamu jangan pernah ingat wanita itu lagi, dia itu hanya seorang perebut suami orang," ucapnya kesal.
Wanita itu berdecak kesal, suasana yang tadinya tenang merubah wajahnya menjadi masam saat Reno terlihat masih mengingat Kia.
"Kalau kamu masih mengingat wanita itu, lebih baik aku tidak perlu mengeluarkan mu dari sini,"
"Apa? Ini semua karena Tante, hasutan Tante yang membuat aku di sini,"
"Tutup mulut mu, jika masih ingin bebas!" perintahnya sambil berbicara tertahan.
__ADS_1
Wanita itu meninggalkan Reno yang masih memanggilnya pelan.
"Tante, Tante Geya..."