
Keesokan hari.
Kia dan Asha bersiap-siap untuk pergi bekerja. Hari ini wajah mereka berseri kembali seperti biasa, raut sedih yang sebelumnya tampak kini berganti sebuah senyuman yang ceria. Mereka telah bertekad untuk melanjutkan hidup dengan bahagia.
"Kak, aku berangkat duluan ya. Hari ini ada audit soalnya," pamit Kia.
"Kamu tidak sarapan dulu memangnya?" tanya Asha.
"Tidak perlu, nanti aku sarapan roti saja. Bunda, aku berangkat. Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam,"
Asha dan ibunya melambaikan tangan ke arah Kia. Kia melajukan motornya dengan kecepatan sedang, namun tiba-tiba ada mobil yang menyalip dan menyenggol motornya hingga ia kehilangan keseimbangan. Spontan Kia oleng ke jalur seberang, karena ingin menghindar dari mobil yang melaju berlawanan dengannya akhirnya dia menabrak motor, Kia bermental sekitar 3 meter. Sebelum tidak sadarkan diri ia seperti melihat seorang wanita yang ia kenal dari dalam mobil yang menyenggol motornya tadi.
♥︎♥︎♥︎
"Apa benar ini kakak dari saudari Kia?" tanya seorang pria di telepon.
"Iya benar, ada apa dengan adik saya? Ini saya berbicara dengan siapa Ya?"
"Kami dari pihak kepolisian, adik anda mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit islam, tolong anda atau keluarga bisa kesini segera,"
"Astagfirullah, bagaimana keadaan adik saya Pak?" tanya Asha sembari menangis.
"Kita belum bisa memastikan, pasien sedang di tangani. Tolong segera kesini ya,"
"Baik, Pak,"
Asha segera memberi tahu ibunya, saat itu juga warung ia percayakan kepada karyawannya. Baru saja beberapa menit yang lalu Kia berpamitan, sekarang justru kabar duka yang mereka dengar. Mereka berboncengan dengan perasaan yang tidak karuan, hanya bisa berdoa agar Kia tidak parah dan bisa cepat pulih.
"Atas nama Kia yang baru saja kecelakaan, ada di ruangan mana ya?" tanya Asha kepada petugas.
"Masih di tangani di UGD mbk, tolong di urus administrasinya dulu biar setelah selesai bisa langsung di pindahkan ke kamar,"
__ADS_1
"Oh baik, saya urus dulu,"
Asha menyuruh ibunya menunggu di dekat UGD, sedangkan dia pergi mengurus semua administrasi Kia. Saat ia telah selesai dan kembali ke UGD, terlihat ibunya sedang bersama petugas kepolisian. Mereka terlihat serius berbicara.
"Selamat pagi Pak, saya kakaknya Kia," sapa Asha.
"Jadi seperti ini mbk, menurut saksi mata nona Kia itu di senggol mobil sehingga ia masuk ke jalur yang berlawanan dan kemungkinan karena menghindar dari mobil dari arah berlawanan itu ia memilih minggir dan menabrak pohon,"
Polisi itu menjelaskan dengan serius kepada Asha.
"Apakah ada unsur kesengajaan atau bagaimana, Pak?" tanya Asha penasaran.
"Itu sedang kami selidiki, sebentar lagi kami akan menyisir tempat kejadian lagi serta akan meminta rekaman cctv di sekitar area sana sebagai bukti. Kita mau memastikan terlebih dahulu jika nona Kia selamat dan ada yang menjaga,"
"Terima kasih Pak, kami tunggu perkembangannya,"
Setelah selesai petugas itu kemudian berpamitan untuk melanjutkan penyelidikan. Asha mulai gelisah, siapa yang ingin membuat adiknya celaka jika memang kecelakaan itu di sengaja. Setahu Asha dia tidak punya musuh, karena hal apapun Kia pasti bercerita kepadanya.
"Pasien sudah bisa di pindahkan ke ruangan, tapi masih belum sadar,"
"Pasien terpental cukup jauh, perutnya membentur pohon. Tapi alhamdulillah tidak ada cidera parah, rahimnya juga baik-baik saja. Cidera kepala, tangan dan kaki hanya karena terkena ranting pohon saja. Tapi pasien di sarankan istirahat dari kegiatan yang berat dulu ya agar segera pulih,"
Setelah mendengar penjelasan Dokter Asha dan ibunya sedikit merasa lega, mereka segera mengikuti Kia ke dalam ruangan rawat inap. Setelah mengontrol keadaan Kia, dokter segera keluar. Kia tampak banyak di perban di beberapa bagian, namun mereka tetap bersyukur keadaan Kia tidak begitu parah walau terpental cukup jauh dan membentur pohon.
Setelah sore hari Kia mulai sadar, ia meringis memegang perutnya. Mereka segera menghampirinya.
"Mana yang sakit Nak?"
"Perut Kia sakit, Bunda,"
"Sabar ya Nak, perut mu membentur pohon tapi alhamdulillah tidak parah. Tapi memang pasti terasa sakit,"
"Iya Bunda, mobil itu menyenggol motor ku,"
__ADS_1
"Iya, polisi akan segera menyelidikinya. Ada saksi yang mengatakan sepertinya mobil itu memang sengaja. Apa kamu selama ini punya musuh, Nak?"
Kia menggeleng, selama ini memang ia selalu berteman dengan siapa saja. Kehidupannya selama ini hanya di rumah dan kantor, dan menurutnya semua berjalan baik-baik saja.
"Semoga saja ini hanya prasangka saja, semoga ini hanya ketidaksengajaan belaka," harap bu Aida.
Beberapa saat kemudian perawat datang membawakan makan untuk Kia, ibunya menyuapinya dengan sabar.
"Kia, apa kamu tidak curiga kepada Reno atau istrinya?" tanya Asha.
"Entahlah, sebelum aku tidak sadar tadi, aku sempat melihat mobil yang menyenggol motor ku. Dia berjalan lambat,sepertinya yang mengendarai adalah seorang wanita," jawab Kia.
"Atau mungkin memang wanita itu baru bisa menyetir, semua kemungkinan memang bisa terjadi. Lebih baik kita menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian dari pada berprasangka yang tidak-tidak," ucap Bu Aida.
Mereka membenarkan ucapan bu Aida, menunggu hasil dari kepolisian adalah pilihan terbaik untuk saat ini. Ponsel Kia terus berdering, setelah di cek ternyata dari kantor. Ia lupa memberi tahu apa yang menimpanya, ia segera mengangkatnya.
"Halo,"
"Kia, kamu itu kemana saja dari tadi semua mencari mu? Apa kamu lupa hari ini ada audit? Kenapa kamu tidak datang ke kantor tanpa keterangan sih?" tanya seseorang yang ternyata Sisil.
"Ya ampun Sisil, aku minta maaf. Tolong sampaikan permintaan maaf ku, tadi aku kecelakaan saat berangkat kerja. Saat ini aku sedang di rawat di rumah sakit," jawab Kia.
"Ya ampun, sekarang bagaimana keadaan mu? Biar nanti aku izinkan ke personalia. Kamu di rawat di rumah sakit mana?" tanya Sisil langsung panik.
"Perut ku menatap pohon, rasanya sakit sekali. Selebihnya tidak terlalu parah, aku di rumah sakit Bunda," jawab Kia.
"Ya sudah kamu istirahat saja, nanti pulang kerja aku akan kesana,"
"Terima kasih sekali ya Sisil,"
Kia mengikuti saran Sisil untuk beristirahat, perutnya masih terasa nyeri sekali. Baru saja dia akan memejamkan mata, ada ketukan dari luar. Ternyata beberapa petugas polisi yang datang mengunjunginya, mereka meminta keterangan Kia menyangkut kecelakaan yang menimpanya.
Kia memberikan info sesuai yang ia tahu dan ia ingat. Petugas polisi tampak serius mendengarkan keterangan Kia.
__ADS_1
"Jadi begini, setelah kami minta keterangan saksi dan melihat rekaman cctv sangat jelas kecelakaan ini sudah di rencanakan dengan matang. Mobil itu sudah menguntit Nona Kia sejak keluar gang rumahnya,"