SCHOOL OF LOST SOULS

SCHOOL OF LOST SOULS
Reveal 2


__ADS_3

Tubuh Reyza bergetar ketakutan, tapi ini adalah pilihannya. Sekalipun Reyza takut setengah mati, ia harus tetap memaksakan nyalinya. Tidak boleh ciut apalagi kalah oleh si penguntit.


Reyza masih berusaha mengguncang Andri, berharap masih tersisa kewarasan di sana. Andri belum sadarkan diri. Reyza mengusap keringat yang mengucur, rasanya ruangan itu semakin panas.


Perlahan tangan Andri merayap, menggerayangi lengan Reyza dan dari mulut Andri keluar suara, "kakak! Anton takut."


"****!!" Umpat Reyza terkejut. Siapa dia?


Reyza menelan ludahnya, gagap ia bertanya, "ka... kamu siapa?"


Andri terbangun, tapi bukan dia yang di dalam sana. Ada Anton.


Siapa Anton? Reyza terpaku. Suara Reyza bergetar, ia bertanya lagi, "ka... kamu belum jawab saya! Siapa kamu!?"


Sosok dalam tubuh Andri tersenyum, menjawab ceria seperti bocah, "aku Anton Kak. Ini kita lagi di mana ya Kak?"


Reyza keheranan. Andri bertingkah oces seperti anak kecil, "okey... berapa umurmu?" Tanya Reyza memberanikan diri.


"10 tahun Kak."


Setan cilik ternyata. "Kamu hantu?" Reyza bertanya memastikan.


Tak disangka, anak itu menggeleng. Hah! Hantu bisa berbohong nyatanya.


"Kamu bukan hantu?"


Anak itu mengangguk.


"Jadi kamu apa?"


"Aku Anton," jawab si setan kecil ceria dan ringan dengan senyum sumringah lebar.


Tidak ada gunanya mengobrol dengan setan. Karena terlalu fokus pada sosok di dalam tubuh Andri, Reyza sampai kelupaan tujuannya memanggil si setan cilik.


Penguntit!! Orang hitam! Mana dia?!


Reyza tidak melihat batang hidung si orang hitam! Apa Reyza kehilangan jejak lagi, atau orang itu tidak datang. Tapi tidak mungkin! Orang itu pasti datang. Pasti! Sebab berdasarkan pengakuan Andri, orang itu selalu datang di kala Andri kambuh. Kenapa sekarang tidak terlihat? Tentu mungkin karena Reyza terlalu fokus pada si anak kecil.


"Dek..." panggil Reyza ragu.


"Kakak lagi cari siapa?" Sosok dalam tubuh Andri bertanya, mungkin karena sosok itu keheranan melihat Reyza yang celingak-celinguk seperti orang yang sedang mencari sesuatu.


Reyza menggaruk kepalanya dan malah balik bertanya, "kamu kenapa merasuki Andri?"


"Kakak jahat! Kakak masih anggap aku setan ya!?" Anak itu manyun.


Reyza minta maaf canggung.


"Aku bukan hantu Kak. Aku tidak merasuki."


"Terus kenapa kamu ada di tubuh teman Kakak? Kamu lihat kaca deh!" Reyza menunjuk ke kaca.


Anak itu melirik dirinya di kaca jendela, samar-samar ia melihat tubuh Andri. Anak itu meraba-raba tubuh Andri dan berkata, "kakak!" Ia merengek. "Kakak! Kok tubuhku besar?!"


Reyza tertawa kecil, lucu tingkah si setan kecil. Ia jadi ragu, apa benar ini setan. "Sudah Kakak bilang, kamu itu ada di tubuh teman Kakak, namanya Andri."


"Oh iya... Kak Andri! Aku kenal dia!"

__ADS_1


Angin berhembus semilir.


Tubuh Andri lagi-lagi seketika tumbang. Si anak sepertinya pergi entah kemana, ikut bersama hembusan angin mungkin.


"Kamu jangan ucap nama itu!" Kata sosok lain di tubuh Andri.


Sementara Reyza, tubuhnya membeku semakin ketakutan. "****!" Umpat Reyza lagi. "Siapa lagi di sana?"


Sosok itu menjulurkan tangannya, "hai! Gue Nara."


Reyza dengan ragu, pelan-pelan menyambut salam si setan itu dan dengan konyolnya ia juga mengenalkan namanya.


Sosok itu berseringai. "Ini bukan waktu gue," ucap sosok itu.


Reyza diam tidak paham.


Sosok itu tersenyum seolah menghina Reyza yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi. "Gue tahu apa yang lagi lu lakuin di sini, dan kenapa lu manggil 'kami'. Tapi itu bukan urusan gue dan 'yang lain'."


"Ma... maksudnya?" Tanya Reyza.


"Dia manusia seperti kalian. Baru saja dia datang dan sudah pergi lagi."


Reyza mulai paham arah pembicaraan si setan. Jadi 'mereka' yang merasuki Andri juga melihat si hitam. Katanya manusia? Jadi siapa kalau begitu? Reyza masih terdiam menunggu informasi selanjutnya diungkap oleh setan dalam tubuh Andri.


"Dia mungkin masih di sekolah ini. Gue harus pergi."


"Tunggu tunggu!" Reyza menahan sebelum Andri rubuh lagi. "Please bantu gue! Kita barter."


Sosok dalam tubuh Andri berseringai, "lu bisa ngasih apa?"


Nara tertawa. "Baik," tapi Nara juga mengabulkan pinta Reyza.


"Ikut gue Rey."


Reyza ragu melangkah. Ia masih menimbang-nimbang apakah metodenya dengan mengajak setan bekerja sama tidak akan berakibat buruk nantinya. Ah tapi setan ini sepertinya tahu banyak tentang si orang hitam.


"Tunggu Nar!" Reyza berhenti. Menahan Nara yang sudah berjalan selangkah lebih depan.


"Kenapa Rey? Lu berubah pikiran?"


"Gue gak ikut lu. Gue cuma mau informasi dari lu."


"Oh okey," lagi-lagi dengan ringan si setan mengiyakan.


Reyza masih berselisih dengan kata hatinya, berdebat tentang apakah ini jalan yang sudah tepat. Bersekutu dengan setan. Ah Reyza tidak tahu. Lagipula, Reyza belum yakin seratus persen kalau Nara dan Anton adalah setan.


"Jadi Rey?" Tegur Nara. Reyza termenung sejenak. "Lu denger gue kan?"


"Ya ya. Pasti gue denger lu."


"Sini Rey!" Ajak Nara ke balik ruangan.


Reyza mengikutinya kini. Tampak Nara ingin menunjukkan sesuatu kepadanya.


Nara meraba lubang di jendela, kemudian mencabut sesuatu dari sana. Benda itu tertanam cukup dalam. "Nah! Ini dia."


"Apa ini?"

__ADS_1


"Gue gak tahu. Yang gue lihat, orang itu menanam ini di setiap ada yang ingin keluar. Selebihnya harusnya teman kamu lebih tahu."


"Temen gue Andri?"


Nara mengangguk. "Oh untuk janji barter kita. Gue kasih tahu nanti. Gue cabut dulu."


Si setan pamit.


Tanpa tumbang terlebih dahulu, proses yang jauh lebih cepat dari biasanya, Andri hanya mengatupkan mata, membukanya lagi, dan angin berhembus terasa dingin. Kewarasan Andri kembali.


"Gimana Rey? Berhasil?" Tanya Andri polos.


Reyza menelan ludah, masih belum sanggup mencerna kejadian yang menurutnya supranatural itu. Seumur hidup baru kali ini Reyza mengobrol kasual dengan setan, wah wah wah! Reyza berdiri mematung dengan raut muka masih belum percaya. Lututnya lunglai, dan ia menjatuhkan diri ke lantai.


"Lu gak bakalan percaya sama apa yang baru aja gue alami!"


"Apa Rey?"


"Besok gue cerita. Sekarang udah malam banget."


***


Langkah kaki Novis dipelankan hingga seakan ia berjalan melayang. Novis tidak ingin ada orang yang memergokinya keluyuran malam-malam.


Novis kembali bersemayam di gedung terbengkalai favoritnya. Ia merogoh sesuatu dari saku celana, itu rokok. Novis menghisap sedap rokok bernikotin tinggi. Kepulan asap memenuhi seisi ruangan sempit yang ia tempati di gedung itu.


GUBRAK!!! Novis menggebrak meja. Kegilaannya kembali.


"F*CK!! F*CK!! F*CK!!"


Gilanya Novis kambuh. Ia menyedot rokok hingga habis, perlahan meniupkan asap racun.


"Si Reyza sialan! Sedang apa dia di sana bersama Andri!" Makinya.


Novis memijat kepalanya, dan berkata pada seseorang melalui headset-nya.


"Sejauh ini lancar. Tapi besok, saya belum tahu pak," ucapnya.


***


Halloo, Salam dari INTAN nih guys 😁



Halo semua... Najwa ucapkan terimakasih karena temen-temen sudah pantengin terus SOLS ☺


Temen-temen, episode Reveal ini pelan-pelan lagi ngasih tahu temen-temen siapa si bayangan hitam loh.


Boleh temen-temen bagi teori temen-temen di kolom komentar tentang sosok orang hitam yaaa 😆


Teori yg paling okey, bakal dapet hadiah dari Najwa.


🙏❤


Terimakasih


Ikuti terus misteri SOLS ☺

__ADS_1


__ADS_2