SCHOOL OF LOST SOULS

SCHOOL OF LOST SOULS
Her Mystery 2


__ADS_3


Penerimaan siswa baru adalah momok menakutkan bagi Lily. Kejadian janggal juga seringkali dipicu oleh adanya siswa baru. Reyza, Andri, dan Akbar barulah masuk ke sekolah asrama itu saat SMA.


Pola yang Lily pelajari dari kejadian janggal adalah sekolah ini seperti memanen siswa yang bernasib sama dengan dirinya setiap tahun, tepatnya setiap satu bulan setelah penerimaan siswa baru.


Kali ini yang menjadi target dari sekolah adalah Andri.


Satu bulan sebelum Anton muncul di tubuh Andri, Lily dengan teliti menajamkan perhatiannya kepada seluruh siswa baru.


Reyza adalah teman kecilnya. Prasetyo sering mengajak bermain Reyza ke sekolah ketika Lily masih di SD dan SMP. Dari sanalah kenapa Lily dekat dengan Reyza.


Siswa yang paling banyak Lily perhatikan adalah Reyza. Lily panik ketika tahu Reyza ternyata memilih sekolahnya untuk SMA. Lily sangat khawatir dan takut Reyza menjadi target selanjutnya dari sekolah ini.


Secara kebetulan, teman terdekat Reyza adalah Andri. Karena itu, ketika Lily sudah menemukan gejala janggal pada Andri, Lily tak pernah melepas pandangannya dari Andri. Sebulan kemudian, sekolah ini akhirnya memanen Andri.


Dimulai dengan kemunculan Anton. Bocah kecil umur 10 tahun. Lily tidak heran, ini tidak aneh untuknya. Dengan santai dan kasual, Lily bertanya nama dan siapa di dalam tubuh Andri. Itu Anton, sosok yang pertama muncul dari dalam diri Andri.


***


Bulan kedua, Lily belum melepaskan fokusnya dari Andri. Lily masih menunggu termin kedua dari penyakit Andri.


Kedua, ketiga, keempat, kelima... semua muncul bergantian. Dan Lily sudah pelajari Andri.


Andri adalah gambar pohon yang cerah dan stabil, 'Anton' dengan gambar kekanak-kanakannya yang khas, si pemarah dengan nama asli 'Amar' bergambarkan pohon dengan tornado yang menerbangkan daun-daunnya, dan 'Hazan' bergambarkan seorang pria malang dengan tinta hitam yang menghujaninya.


Lily kehilangan dua gambar terakhir. Gambar Nara dan gambarnya satu sosok tersembunyi yang belum Lily temui.


Lily bisa menjamin bahwa Anton, Hazan, dan Amar bukanlah ancaman untuk Andri. Tapi Nara? Begini cerita pertemuan Lily dan Nara.


Berawal dari Lily yang sudah mulai berani mengejar orang berbaju serba hitam, Nara yang merasuki Andri pertama kali menyapa dengan berkata, "tikus itu tidak hanya satu."


Lily memastikan siapa di tubuh Andri, dengan menyebut semua nama yang ia tahu, tapi Andri tetap menggeleng.

__ADS_1


Akhirnya Nara mengenalkan dirinya. Lengkapnya 'Nararya,' dan minta dipanggil Nara saja.


Lily bertanya ia umur berapa, dan Nara hanya menjawab ia orang paling dewasa di antara semua. Tapi meski tertua, ia ingin Lily berbicara santai saja dengannya.


Lily menurutinya. Lily terus mengajak Nara mengobrol berbincang lama tentang ini dan itu. Tentang teman-temannya yang lain Anton, Hazan, dan Amar.


Lily tahu, Nara tidak mengungkap semuanya. Nara terus berkata, kalau urusan Lily dan sekolah ini bukanlah urusannya. Jadi Nara tidak harus peduli.


Lily berkali-kali menanyai Nara tentang dari mana Nara berasal, siapa Nara sebenarnya, bagaimana riwayat hidupnya, dan kenapa bisa bersemayam di tubuh Andri. Nara jawab pertanyaan itu pendek, "sekolah ini entah bagaimana caranya telah membangunkan Nara dan yang lain di tubuh Andri. Dan sebetulnya Andri sudah lama membawa Nara dan yang lain tanpa Andri sadari."


Tapi Nara tidak pernah peduli. Meski Nara tahu ada banyak tikus yang mengejar tubuh Andri, dan mungkin membahayakan Andri yang merupakan inangnya. Nara tidak pernah ingin ikut campur dengan misteri sekolah ini.


Lily memohon dengan sangat agar Nara bisa memberitahunya tentang para tikus alias si orang hitam. Nara terus saja menolak, informasi tidak gratis. Ada bayaran dari setiap bantuan yang Nara berikan.


Tidak seperti Reyza, Lily enggan menjual dirinya kepada setan. Lily tidak akan pernah bersedia menawarkan harga kepada Nara.


Cukup pelik masalah yang ada di kepala Lily, ia tidak ingin menambah masalah itu dengan utang kepada setan.


"Ayolah Ly! Jasaku memang mahal, tapi worth it. Aku bisa membantumu menangkap tikus-tikus itu," ucap Nara tak hentinya menggoda Lily.


Nara berseringai, "para tikus terus mengikuti inangku tanpa bosan Ly. Tinggal menunggu waktu kapan salah satu dari tikus itu akhirnya melangkah, melakukan hal yang bahaya pada inangku. Kamu gak khawatir, temanmu..."


"Stop Nar! Berkali-kali pun lu nawarin jasa lu ke gue, gue gak bisa."


Nara terkekeh, "kamu serius?" Ia memandangi wajah cantiknya Lily dengan tajam.


Obrolan itu tak berlanjut ketika Reyza seperti biasa selalu datang mengajak Andri untuk makan bersama.


Reyza yang polos, tidak tahu-menahu kalau yang sedang bersamanya itu bukan Andri, tapi Nara.


Lily mengepalkan tangannya, menatap lurus ke Nara dan Reyza. Ia khawatir bukan main. Lily tidak akan membiarkan setan itu menipu Reyza.


Nara membalikkan pandangannya, melihat Lily yang masih menatapnya, lalu mengejek Lily. Seolah Nara berkata, "mari bermain permainanku!"

__ADS_1


Lily gusar dan gelisah.


***


Lily memutar otaknya bagaimana bertransaksi dengan setan. Lily yakin Nara pintar mengelabui manusia. Sekian kali pun Lily pikirkan, Lily tetap tegas memutuskan bahwa ia tidak akan pernah terjebak dengan permainan Nara.


Nara tidak pernah lama muncul di tubuh Andri, begitu pula sosok yang lain. Inilah yang membuat Reyza tidak menyadari ada 'yang lain' di dalam diri temannya.


Hingga akhirnya Lily memilih untuk membuka komunikasi dengan yang lain, membujuk dan mengajak mereka agar bersedia memberikan gambar-gambar pada Reyza. Tidak sulit bernegosiasi dengan tiga sosok lain. Mereka langsung mengabulkan pinta Lily. Satu per satu lukisan, mereka berikan pada Reyza untuk petunjuk.


Ah yang pertama lukisan karya Andri sendiri. Lily tahu Andri menyukainya, amat mudah meminta Andri untuk menunjukkan lukisan ke Reyza agar dipajang di kamar mereka.


Tetapi tidak butuh waktu lama, Nara langsung mengetahuinya. Nara tidak tinggal diam.


Sosok itu menghantui Lily melalui tubuh Andri, memberitahu Lily dengan terangnya.


"Sekolahmu dikuasi ambisi iblis. Para putra dan putri iblis terlahir dari sekolah ini. Termasuk kamu Ly! Lilith si wanita iblis!"


Dinginnya sorot mata Nara, Lily rasakan menusuk tulang dan sendinya. Lily tak sanggup mendengar bisik si setan. Ia menutup telinganya rapat-rapat, berteriak dan ketakutan.


Nara dengan lezatnya menyantap rasa takut Lily itu, ia amat puas menyaksikan Lily yang terpojok di luasnya aula asrama. Ia meneruskan perkataannya, "Reyza ada di tangan gue Ly."


Lily menolak sambil matanya tersedu. "Please jangan bawa-bawa Reyza. Reyza gak ada hubungannya sama ini semua. Please Nar! Lepas Reyza! Jangan ganggu Reyza!"


Nara tertawa geli, "gue gak yakin bisa. Gue terlanjur suka anak itu," ia berseringai.


Nara pergi meninggalkan Lily yang lemas lunglai. Setelah ada sedikit tenaga, Lily memberanikan diri berjalan seperti biasa, turun dari aula itu.


Di sana, ia berpapasan dengan Reyza. Nyatanya Reyza mendengar suara teriaknya barusan. Lily menghembuskan napas lelahnya pelan. Ironi memang, susah payah Lily menjauhkan Reyza dari misteri sekolah. Tapi pada akhirnya, Reyza tercebur sendiri, dan semua karena ulah Lily.


***


Untuk mengingat lagi, coba teman-teman baca Janggal dan Janggal 2 😉☺

__ADS_1


Yang di atas itu NARA. Ini Reyza deh



__ADS_2