
"Kamu bilang kalau kamu lihat Hazan, Amar, Anton, dan Nara dalam mimpimu? Dan mereka semua berwajah mirip denganmu Ndri?" Tanya Lily.
Andri mengiyakan, ia tertunduk masih terguncang. Ada Reyza juga yang mendampinginya.
"Lalu ceritakan padaku Rey tentang sosok yang mencekikmu," pinta Lily.
Reyza mulai bercerita.
***
Malam di mana bulan kembali bulat. Sinar purnama amat terang di luar asrama. Reyza belum bisa tidur, sedangkan Andri sudah pulas. Menatap keluar jendela kamarnya, Reyza memandangi pemandangan favoritnya, langit berhiaskan bintang dan supermoon.
Satu per satu lembaran jurnal ia balikan, ia membaca satu karya tentang jiwa manusia dan kepribadian. Ia juga sudah menamatkan buku bertemakan setan.
Persona dalam bahasa latin artinya topeng yang digunakan oleh pelakon. Dimensi persona meliputi citra lahir dan batin, menggambarkan perilaku unik, sifat, hingga karakter. Lebih canggih, persona juga berdefinisikan sebagai suatu integrasi kalbu, akal pikiran, dan hasrat manusia yang menimbulkan tingkah laku.
Dari mana lahirnya persona? Memori, yakni bersumber dari memori yang diserap oleh seorang individu.
Apapun itu yang sampai ke pikiran seorang manusia, pola asuh dan kasih sayang keluarga, hingga ideologi yang ditanam lingkungan secara keseluruhan akan keluar dalam bentuk rumusan visi. Lalu visi itu turun ke hati dan pada akhirnya membentuk suasana jiwa, menciptakan mentalitas.
Mentalitas kemudian mengalir memasuki wilayah fisik dan melahirkan tindakan secara keseluruhan disebut sikap. Sikap yang dominan kelak secara kumulatif akan membentuk citra pada diri individu yang kita sebut persona.
Teori yang panjang. Reyza menghela napasnya, mencoba menyerap maksud jurnal ini, kemudian ia lanjut baca.
Jiwa manusia diibaratkan wadah yang menampung banyak dimensi. Jiwa itu membuat manusia mampu menelurkan gagasan, memegang nilai dan memiliki pandangan hidup, berpikir dan berlogika, memiliki emosi, nurani, spirit dan juga hasrat.
Selanjutnya hati adalah 'sisi dalam' manusia yang berada dalam satu kotak tersendiri dalam jiwa. Hati dapat diisi dan diambil isinya. Selama hati itu ditutup, maka tidak akan ada yang dapat masuk, tidak juga yang berada di dalamnya dapat keluar. Hati juga dapat diperbesar sehingga mampu menampung berbagai macam pengetahuan, kebajikan, hingga aneka cobaan yang pahit.
Tepat di dekat hati, ada banyak bisikan dan pengaruh dari setan, nurani, hasrat manusia itu sendiri, dan lainnya.
Ibarat ular atau ulat kecil. Ketika mereka mematok meracuni hati itu, maka jiwa manusia akan tertimpa penyakit.
Manusia tidak akan berubah kecuali dengan usahanya sendiri. Harus ada tekad dan perubahan pada cara pikir seorang individu jika ia ingin misalnya sembuh dari penyakit.
Ada banyak persona yang dapat terlahir dari satu individu. Semua persona yang lahir adalah karena rusaknya jiwa manusia, hati yang sakit atau akal yang tak terkendali.
Reyza geleng-geleng. Mengapa ia membaca ini? Sulit dicerna. Tapi kesimpulan yang ia ambil sederhana. Ia rasanya perlu menggali memori Andri, mencari alasan dibalik lahirnya banyak persona dalam diri Andri.
Itu jika Nara, Hazan, Amar, dan Anton hanya persona atau hanya merupakan bagian dari diri Andri.
__ADS_1
Tapi jika mereka adalah entitas yang terpisah dengan Andri, maka yang harus Reyza lakukan adalah... tidak. Yang harus Andri lakukan adalah menutup hatinya sendiri dan menguatkan akalnya. Agar Andri tidak dirasuki oleh mereka dari luar, dan agar ia mampu mengendalikan dirinya sendiri.
Pertama-tama, Reyza harus pastikan siapa sesungguhnya mereka. Apakah entitas asing atau sebetulnya persona yang tercipta tanpa sadar oleh diri Andri sendiri.
Reyza menutup jurnal itu. Ia berjalan menghampiri Andri yang amat nyenyak dalam tidurnya. Ia memandangi wajah Andri sebentar saja, sambil bertanya dalam benak, apa yang salah dengan lu bro? Apa sekolah ini yang buat lu sakit?
Reyza bersiap tidur. Ia tutup matanya. Sebaliknya Andri membuka mata.
Andri berjalan-jalan menyusuri setiap sudut ruangan kamar. Kemudian berhenti di rak buku Reyza. Andri mengambil salah satu buku, seolah membacanya lalu menulis sesuatu di sana.
Reyza yang mendengar suara langkah Andri pun turut terbangun. Ia mengucek matanya, dan terkejut melihat Andri yang mematung membaca bukunya.
"Ndri?" Panggil Reyza.
Andri menoleh kepada Reyza. Andri mengambil lagi salah satu buku, mengangsurkan buku itu pada Reyza. Sebelum Reyza mengambilnya, Andri justru merobek buku itu dengan tatap mata tajam. Anak itu tidak membiarkan Reyza meredam keterkejutannya.
Reyza sedikit membentak Andri dan ia bertanya, "apa itu Nara yang di dalam?"
Mata Andri makin melotot. Ia berjalan tegas ke arah Reyza.
Dari sana ia mulai mengangkat dan mencekik Reyza.
Reyza meronta berusaha mencuri napas. Di sisi lain, ia terus meminta Andri sadar.
***
Reyza mengakhiri ceritanya. Ia merinding. Juga Andri dan Lily terbawa suasana. Lanjut Reyza berkata, "gue mau lu cerita tentang masa lalu lu Ndri!"
Andri membisu.
Lily menegurnya.
Akhirnya dengan terbata-bata Andri menjawab, "gue sebenernya amnesia dan gak ingat masa kecil gue."
Reyza memegangi kepalanya, ia berkata kasar dalam hati, sialan.
***
Akbar akhirnya ikut dalam rapat. Langkahnya cepat menuju pintu ruangan Lily. Dibawanya Intan di samping Akbar.
__ADS_1
Di ruangan itu, Akbar letakkan berlembar-lembar kertas di atas meja.
"Ini histori Pipit."
Lily membeku. Kilasan balik kenangan mengerikan kembali berputar di otaknya.
Reyza dan Andri tak paham apapun. Mereka lalu bertanya, "maksud lu Bar? Siapa Pipit? Kenapa lu kasih tahu kita ini?"
Akbar mengarahkan matanya ke riset Lily yang terpampang di dinding, ia menunjuk salah satu foto di sana.
"Dia itu alumni sekolah ini. Dan dia mati saat membawa Lily keluar asrama. Itulah kenapa Lily pernah bilang kalau dia saksi dari pembunuhan korban si orang hitam."
Reyza dan Andri masih belum paham, mereka lalu bertanya lagi, "ya terus?"
"Pipit adalah angkatan ketujuh di sekolah asrama ini. Saat itu, sekolah tidak banyak menerima siswa. Ini daftar siswa. Semua data siswa tersimpan rapih dan berurutan di sini. 12 siswa. Data siswa kelima dan keenam hilang."
Reyza dan Andri masih juga belum paham, "apa urusannya dengan kita?"
"Masalahnya adalah siswa kelima dan keenam bernama Ali dan Nafira. Nafira itu kakak lu Ndri! Dan Ali itu saudara kembar Pipit, artinya ia masih berkerabat dengan Lily."
Mulai mengerti, Reyza memalingkan pandangannya pada Lily. Ia bertanya menelisik, "kamu kenal?"
Lily mengangguk.
Lalu Reyza beralih pada Andri dan bertanya, "di mana dan kemana Kakakmu sekarang Ndri?"
Andri membisu, lagi-lagi ia terguncang.
Reyza masih menunggu jawaban. Tapi melihat Andri yang sepertinya tak mampu berkata-kata, Reyza meminta maaf.
Intan masih dalam kondisi ketakutan. Intan meminta tolong pada Reyza dengan air mata yang nyaris jatuh dari pelupuknya.
"Kamu putra sulung Prasetyo. Aku mohon kamu bisa gunakan statusmu itu untuk menyelesaikan semua misteri ini Rey."
Intan berjalan ke arah Reyza dan lanjutnya lagi, "tangkap dalang di balik semua ini!" Tangis Intan tumpah.
Akbar dengan sigap memberikan pelukannya.
***
__ADS_1
INTAN