
'KRING!'
"Tugas yang tadi, dilanjutkan di rumah dan dikumpulkan besok di meja Bapak. Sekian, terima kasih," ucap pria paruh baya tersebut yang berprofesi sebagai guru biologi di sekolah terfavorit di kota itu.
Selesai guru itu keluar dari kelas, para murid pun ikut berhamburan keluar untuk pulang ke rumah melepas penat.
"Li! Jangan lupa nanti kumpul di aula! Ada pengumuman dari kak Rudy!" Suara tersebut membuyarkan lamunan seorang gadis SMA.
"Iya, Win! Makasih udah ingetin! Nanti aku nyusul," balas gadis itu yang disapa 'Li'.
Tidak lama, ia pun keluar kelas dan berjalan menyusuri lorong sekolah yang lumayan sepi kemudian menuruni anak tangga dan berhenti di aula sekolah sesuai tempat yang dijanjikannya.
Namun, ketika hampir menuruni tangga, ia tak sengaja menabrak seseorang.
'Buk!'
"Aduh, ma-maaf, saya 'nggak sengaja," ucap Ria dengan terbata-bata. Sedangkan, yang ditabrak terus memarahi Ria.
"Maaf lo bilang?! Hampir aja gue jatuh gara-gara lo! Tanggung jawab!" bentak pemuda itu.
"Apa? Ta-tanggung jawab?! Abang 'kan 'nggak jatuh, buat apa tanggung jawab?!" balas Ria dengan emosi menggebu-gebu.
"Lo ... jadi adik kelas 'nggak tau diri, ya?" Pemuda itu hampir melayangkan tamparan kepada Ria.
Tangan pemuda yang hampir melayangkan tangannya ke pipi Ria, seketika terhenti karena ada seseorang yang mencekal nya. "Beraninya sama cewek? Dimana sikap jantan lo?" tanya orang itu yang ternyata satu angkatan dengan pemuda di depan Ria.
Ria yang melihat kejadian itu, langsung menghindar sambil menyaksikan pertengkaran antara dua kakak kelas di depannya.
"Lo ... kalo 'nggak tau apa-apa, jangan ikut campur!" tegas pemuda yang hampir melayangkan tamparan kepada Ria, sambil menunjuk ke arah teman di depannya.
"Gue, sebagai ketua osis di sekolah, harus memberi contoh kepada adik kelas, sedangkan lo ...." Tangan itu menunjuk ke teman di depannya. "Lo malah membuat keributan di sini dan cuma berani lawan sama cewek?!" sambungnya.
Melihat pertengkaran yang tak ada henti-hentinya, Ria langsung meleraikan kedua pemuda itu, "Kak! Stop! 'Nggak usah ribut!" ucapnya dengan nada keras.
"Diam kamu!" bentak kedua pemuda di depannya sambil menatap tajam ke arah Ria.
Dengan segera, Ria pergi dari tempat itu membiarkan kakak kelasnya yang terus adu mulut satu sama lain.
__ADS_1
•••••
"Maaf, Kak! Saya terlambat," ucapnya dengan napas tersengal-sengal seraya menundukkan kepalnya.
"Ria ... Ria ... hampir telat 5 menit. Tapi, 'nggak apa," balas pemuda yang dipanggil 'Kak' tadi.
Ya, gadis itu bernama Ria Eliyanti. Bisa dipanggil Ria oleh beberapa orang atau bisa juga dipanggil Lili oleh teman dekatnya. Ria merupakan gadis SMA yang sebentar lagi akan naik ke kelas 12 SMA. Gadis cantik berkelahiran di sebuah kota Padang, Sumatera Barat yang mempunyai beberapa bakat tertentu. Sebenarnya, ia terlahir dari keluarga yang tidak terlalu terpandang. Tetapi, berkat kecerdasan otaknya, ia bisa mendapatkan beasiswa dan masuk ke SMA terfavorit di kotanya.
Beberapa prestasi ia raih semuanya mulai dari SD, SMP, hingga sekarang. Mata pelajaran yang paling disukainya adalah biologi. Kenapa? Karena, dia lebih suka meneliti daripada menghitung. Selain itu, dia juga sangat terampil dalam kegiatan pramuka. Maka dari itu, banyak siswa-siswi yang mengidolakan Kakak Pratama Putri tersebut.
Jabatannya di organisasi ke pramukaan di sekolahnya yaitu sebagai Ketua Pratama Putri. Wah, sangat hebat bukan? Seringkali ia menjuarai beberapa lomba bahkan, pernah ikut dalam tingkat nasional. Waw. Sudah pintar, berbakat, cantik, hebat pula. Siapa yang tidak menyukainya.
"Oke, kita langsung saja. Sebentar lagi 'kan tahun ajaran baru dimulai. Pastinya di awal tahun ajaran baru, sekolah kita mengadakan MOS atau jika lengkapnya Masa Orientasi Siswa. Nah, beberapa ekstrakulikuler disekolah kita akan menampilkan bidangnya masing-masing.
Jadi, Kakak mau kalian semua yang ada di sini ikut serta memeriahkan acara tersebut," jelas pemuda tersebut yang bernama Rudy biasa dipanggil Kak Rudy oleh beberapa murid. Ia merupakan kakak pembina pramuka disekolah Ria. Ia merupakan lulusan dari UI (Universitas Indonesia) di Jakarta. Aneh memang, dia lebih memilih menjadi kakak pembina dibanding yang lainnya.
"Ada pertanyaan?" tanya kak Rudy.
Salah satu murid lelaki mengangkat tangannya dan berkata, "Saya, Kak!"
"Apa Bima?"
"Untuk latihan, diminggu ketiga bulan ini kita akan latihan. Latihannya dua kali dalam satu pekan," jelasnya sembari memegang dagunya.
"Ada lagi?" sambungnya.
"Saya, Kak!" ucap murid perempuan yang bernama Windy Diana. Tadi dia yang mengingatkan Ria untuk berkumpul di aula.
"Apa Win?"
"Nanti kita bakal tampilin apa kak? PBB bertongkat? PBB biasa? Mendirikan tenda? Dance semaphore? Atau ...." Seketika ucapan terpotong oleh si kakak pembina.
"Campuran." Ucapnya datar, singkat, dan padat.
"Hah?"
"Campuran?"
__ADS_1
"Maksudnya apa, kak?"
Itulah pertanyaan-pertanyaan dari mereka. Setelah mendengar ucapan kakak pembina yang terbilang 'ambigu'.
Perlahan kak Rudy menarik napas dalam setelah itu tidak lupa dikekuarkan olehnya dan berkata, "Maksudnya, nanti kita bakal tampil campuran. Nanti kita semua pertama intro dulu, setelah itu buat kelompok masing-masing. Nanti ada yang dance semaphore, ada yang PBB tanpa tongkat, ada yang PBB bertongkat, ada yang mendirikan tenda dan satu lagi, ada kelompok yang menampilkan tali temali," jelasnya dengan satu tarikan napas.
"Oh gitu, Kak. Oke deh," ucap mereka serempak.
"Ini ada beberapa kelompok yang sudah Kakak atur. Kalian latihan dulu di rumah setelah tiga minggu baru kita latihan disekolah bareng-bareng. Mengerti?" tuturnya sambil membagikan selebaran kertas.
"Siap! Mengerti!" jawab mereka dengan badan tegak.
"Bisa?!" ucap Kak Rudy dengan nada bass-nya tetapi terbilang cukup tegas.
"Siap, bisa!" jawab mereka dengan keadaan yang masih sama.
"Oke. Kakak akhiri pertemuan kita ini. Jangan lupa untuk selalu berlatih tapi, jangan lupa juga buat belajar karena kalian sebentar lagi akan mengadakan ujian kenaikan kelas. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh!" tutupnya kemudian berdiri tegak.
Semuanya pun ikut berdiri dengan badan tegak dan mengucapkan, "Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh!"
"Salam pramuka!" salam Kak Rudy dengan posisi tangan hormat.
Semuanya pun membalasnya dan mengucapkan, "Salam!"
.
.
.
.
.
Ini karya ketiga Author, mohon dukungannya dengan like, comment, vote jika berkenan share juga boleh :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Karena, ini hanyalah imajinasi saya belaka :)*
__ADS_1
#Happy Reading All😉🤗