
Kini, matahari mulai tenggelam pas disaat mereka sudah selesai memasang tenda. Adzan magrib pun sudah berkumandang dimana-mana. Para peserta Jambore berikut dengan pembinanya masing-masing.
Kejadian yang tadi siang pun sudah terlupakan. Mereka pun langsung mengambil wudhu yang jaraknya tidak jauh dari area Buper. Setelah selesai, iqamah dikumandangkan semua peserta Jambore yang muslim berdiri dan mulai melaksanakan salat magrib secara berjamaah.
Setelah itu, mereka kembali ke tendanya masing-masing.
"Lili! Aku kebelet nih!!! Anterin aku yuk!!" Ajak Ninda sembari menghentak-hentakkan kakinya ke tanah berkali-kali.
"Iya ... Sabar," balas Ria sembari memasukkan peralatan salatnya ke dalam tas.
Setelah selesai, Ria dan Ninda pun berlari menuju toilet.
"Udah?" Tanya Ria ketika mendapati Ninda yang baru keluar dari bilik toilet.
Mengangguk dan berkata, "iya. Kenapa?"
Ria pun menyenggol bahu Ninda yang masih berdiri di ambang pintu toilet. Melakukan hal yang sama ketika di rumah, "misi. Aku ada sesuatu yang penting!" Ujarnya.
"Iya iya. Sabar sih. Toiletnya 'nggak kemana-mana ini," cibir Ninda kemudian mengganti posisi Ria sebelumnya.
Setelah keluar dari bilik kamar mandi, Ria pun langsung melengang pergi, meninggalkan Ninda yang sedang melihat para pemuda tampan yang sedang mempersiapkan pertunjukkan.
"Eh eh! Tungguin dong Li!" Pekik Ninda kemudian langsung menyusul Ria yang hampir jauh.
"Li! Tungguin!!!" Seru Ninda lagi karena, pergerakan Ria semakin cepat. Hingga tak sengaja ia menambrak seseorang.
'Bruk!'
"Aduh ... Maaf ..." Ria langsung menunduk. Sementara, Ninda pun langsung menghampiri Ria.
"Tuh 'kan! Kamu kena karma! Makanya jangan ninggalin aku!" Sewot Ninda.
"Aduh, maaf ya ... Tadi saya 'nggak lihat jalannya!" Ucap pemuda itu yang tingginya melebihi tinggi Ria dan Ninda. Sehingga, mereka melihat pemuda itu dengan menatap ke atas.
__ADS_1
"Tinggi banget ..." Beo Ninda dengan mulut sedikit terbuka.
Ria dan Ninda pun diam tak menanggapi pemuda di depannya itu. Hingga pemuda itu melambaikan tangannya di depan mereka berdua.
"Hei??" Pemuda itu pun menggelengkan kepalanya. Hingga Ria dan Ninda mulai tersadar dari lamunannya yang sudah tingkat dewa.
"Eh ma—maaf! Tadi nabrak, soalnya aku 'nggak ngeliat," menundukkan kepalanya, Ria pun meminta maaf.
"Udah 'nggak apa kok. Kalian peserta Jambore juga, ya?" Tanya pemuda itu.
Mereka berdua pun mengangguk antusias, "iya, Kak!" Seru Ninda dan Ria dengan kompak.
Pemuda itu lantas tertawa, "hahaha ... Bukan, aku bukan pembina kok apalagi panitia. Kita seangkatan bukan?" Tanyanya.
Mata mereka membulat sempurna, "iya 'kah?"
"Iya. Tadi kita satu Bus 'kan?"
"Iya apa? Kita 'nggak terlalu merhatiin," ucap Ninda sembari menggaruk pipinya yang memang tidak gatal. Begitu juga dengan Ria.
"Oke. Di Bus tadi sih, aku juga sempat lihat kalian ngobrol sama seseorang." Pemuda itu pun mengucapkan hal yang tak terduga.
"Maksudnya? Kamu lihat arwah itu?" Tanya Ria penasaran.
"Iya. Karena, aku punya kemampuan yang jarang orang lain punya," ucap pemuda itu.
"Maksudnya tuh, indigo?" Kata Ninda yang tiba-tiba jiwa ke kepoannya semakin merajalela.
Pemuda itu mengangguk, "ya. Itu keturunan dari keluargaku. Tapi, 'nggak semua anggota keluargaku yang punya kemampuan itu."
"Begitu?? Kok kayak di novel yang aku baca ya?" Ucap Ninda.
"Iya Nin, benar. Aku juga kayak pernah baca cerita yang seperti itu," timpal Ria sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ceritanya panjang. Aku juga belum tahu penyebab beberapa anggota keluargaku punya kemampuan seperti ini. Ada yang bilang, dulunya kakek buyut aku dikutuk sama seseorang. Tapi, itu juga aku masih 'nggak percaya." Jelas si pemuda itu.
"Tunggu! Kenapa kamu 'nggak TimeTravel aja? Biasanya begitu 'kan?" Sela Ninda dengan wajah yang serius.
"Kamu tahu dari mana? Apa kamu indigo juga?" Tanya pemuda tersebut.
"Lihat hantu aja udah ketakutan. Gimana mau dibilang indigo?" Cibir Ria sembari memutar bola matanya.
"Ehehe. Aku tahu soal itu, karena aku baca novel." Ninda pun memasang cengiran lebar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-**Bersambung-
__ADS_1
#HappyReadingAll😉🤗**