Sebatas Patok Tenda

Sebatas Patok Tenda
SPT 15


__ADS_3

Keesokan harinya ...


Pagi harinya, para peserta Jambore melakukan aktivitas seperti biasanya. Mulai salat shubuh berjamaah bagi yang muslim, mengganti pakaian olahraga kemudian melakukan senam ringan. Setelah itu, mereka membersihkan tubuh seperti mencuci muka dan sikat gigi kemudian, mereka sarapan bersama.


"Ingat, nanti kalau mau makan kita cuci tangan habis itu baca do'a yang lama ..." Ucap Ninda seakan mencibir kejadian kemarin malam.


Ria pun tertawa, "untungnya kita belum ambil sesuap itu."


"Iya. Untung aja ... Huft," sambung Ninda.


"Nanti malam jadwalnya kita cari jejak 'kan?" Sahut Bima yang tiba-tiba ikut pembicaraan.


"Kamu ngapain datang sih? Ini 'kan barisan perempuan!" Sewot Ninda sembari menatap kesal ke arah Bima.


"Oh ya? Coba lihat barisan aku," jawab Bima sembari tersenyum misterius.


Ninda pun melihat mulau dari barisan depan Bima dan belakang Bima. Ternyata benar! Ninda hanya cengengesan sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Makanya! Lihat lihat dulu!" Celetuk Bima sambil melihat lurus kedepan.


"Yaudah sih 'nggak usah ngegas gitu," balas Ninda sembari melipat tangannya di dada.


"Hus! Berantem mulu!" Lerai Ria sembari meletakkan telunjuknya di depan mulut.


"Diam! Nanti dihukum tuh sama kakak panitianya!" Tegas Ria ketika melihat Ninda dan Bima sedang memukul bahu satu sama lain.


Alhasil, Ninda dan Bima pun ciut. Mereka berdua diam sembari menundukkan kepalanya.


......


Matahari mulai terbenam pertanda malam akan tiba. Para panitia sudah menyiapkan untuk kegiatan mencari jejak.


Ketika waktu yang sudah ditentukan tiba, para peserta Jambore di siapkan dengan berbaris sesuai urutan yang telah disediakan oleh panitia.

__ADS_1


Ria, Ninda dan Bima satu tim bersama beberapa peserta Jambore dari Tangerang.


"Baik adik-adik, tugas kalian yaitu mengambil bendera yang ada di pohon-pohon dan juga semak-semak sekitar sini. Tim yang mendapat paling banyak bendera dialah pemenangnya. Kegiatan mencari jejak ini, Kakak jadikan sebagai permainan malam kalian. Hitungan ke-3, kalian boleh mulai mencari," ucap Kakak panitia itu menggunakan pengeras suara.


"Paham? Ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Kakak panitia itu. Semua diam hanya melempar tatapan kepada temannya.


"Baik, Kakak anggap kalian semua paham," lanjut Kakak panitia itu.


"Hitungan ke tiga. Satu ... Dua ..." Para peserta Jambore mulai bersiap. Di dalam genggaman mereka sudah ada senter dan juga tali untuk berjaga-jaga.


"Tiga! Ayo ayo ayo!! Cari sebanyak mungkin!" Semua peserta Jambore mulai berjalan sembari mengikuti arah yang sudah terpasang. Tetapi, ada dua arah yaitu kanan dan kiri. Tim Ria memilih arah kanan.


"Kita harus cari sebanyak mungkin!" Seru Bima.


"Iya, Bim! Jadi, dari kita semua jangan ada yang ketinggalan!" Sambung Ria serius.


"Gimana kalau kita pakai tali ini aja? Tali nya kita ikat di tangan kita masing-masing supaya 'nggak ada yang ketinggalan," saran salah satu anggota tim yang berasal dari Tangerang.


"Wah. Boleh tuh Dar! Gimana? Kalian semua setuju 'nggak?" Sahut anggota tim yang berasal dari Tangerang juga.


"Nama aku Dara Islamina yang ini namanya Putri Simanjuntak." Gadis yang memberi saran itu pun memperkenalkan dirinya berikut dengan temannya.


"Kami dari Tangerang. Dari sekolah SMA Cahaya," sambungnya dengan senyum yang mengembang.


Ria hanya ber-O ria kemudian menoleh kepada pemuda yang berdiri di samping Dara. Pemuda itu sangat tinggi.


"Nama kamu? Siap-" ucapannya terputus ketika melihat wajah pemuda itu.


"Lho? Nin! Ninda! Bima! Mukanya mirip Dean bukan sih?" Ucap Ria sembari memukul bahu Ninda dan Bima.


"Iya. Waw mirip banget!!" Seru Ninda dengan mulut sedikit terbuka.


"Nama aku Nando Febrian. Asal Tangerang, dari SMA Insani," ucapnya.

__ADS_1


"Halo Bro ..." Sapa Bima sembari ber-tos ria bersama pemuda bernama Nando itu.


Nando pun membalas dengan memberi sedikit pukulan di bahu Bima.


Setelah itu, mereka mulai mengikatkan tali di tangan mereka masing-masing berjaga-jaga takut ada yang tertinggal.


Setelah mengikat, Bima yang memimpin barisan dibelakangnya ada Nando yang memberi saran. Di belakang Nando ada Ria kemudian Ninda, Dara dan Putri. Mereka menjadi tim yang bagus selalu bekerja sama dan membantu sama lain.


Setelah kembali di Buper, ternyata disana sudah ada kelompok yang sudah selesai. Kelompok Ria mendapatkan 7 bendera alhasil, kelompok Ria lah yang menang karena mendapat bendera terbanyak dari pada yang lainnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)


*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*


-**Bersambung-

__ADS_1


#HappyReadingAll😉🤗**


__ADS_2