Sebatas Patok Tenda

Sebatas Patok Tenda
SPT 9


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian ...


"Adik adik! Satu minggu lagi para anggota Pramuka yang sudah memiliki tingkat tinggi akan mengadakan Jambore yang ke 12. Jadi, mulai sekarang Kakak akan pilih 3 orang dari kalian yang akan mewakilkan sekolah kita." Ya, Kak Rudy sedang membincangkan tentang Jambore.


Seketika wajah mereka sangat senang, sudut bibir mereka melengkung ke atas drngan sempurna. Para calon anggota pun kelihatan senang tetapi.


"Dimana Kak Jamborenya?" Tanya Dean sambil mengangkat tangan kanannya.


"Kakak dengar sih di Pandeglang, Banten kalo 'nggak salah," jawab Kak Rudy sembari memegang dagunya.


"Widihh naik pesawat tuh. Iya 'nggak Kak?" Sahut Bima sembari memukul bahu teman sebelahnya.


"Sakit, Bim!" Sewot Doni sambil mengelus-elus bahunya yang baru saja dipukul oleh Bima.


Bima hanya menyengir se-eyes, "ehehe. Maap."


Doni mendengus kesal sementara, cicak cicak di dinding pun berdecak decak. Mungkin, mereka juga kesal dengan Bima yang cukup jail.


"Ya. Kita berangkat ke Pandeglang naik pesawat. Tapi, bukan cuma sekolah kita aja, seluruh sekolah se-kota Padang. Jadi, kita naik pesawatnya bareng-bareng. Paham?" Ucap Kak Rudy menjelaskan.


"Dan ... Oh ya! Kalian jangan senang dulu. Hanya 3 orang terpilih yang akan ikut! 3 orang yang dipilih yaitu yang sudah mencapai tingkat tertinggi dan juga TKK yang cukup." Lanjut Kak Rudy. Semuanya hanya mengangguk sebagai respon.


"Pasti yang dipilih itu, Ria, Bima dan ... Satu lagi nggak tau dah!" Rio mulai membuka suaranya.


"Pasti yang ke tiga itu aku!" Sahut Sindy.


"Kalo kamu ikut, aku disini sendiri dong?" Balas Rio dengan wajah memelas dan mode cute on.


Sindy pun menatap ke arah Rio lekat-lekat, "iya ya. Terus? Gimana dong?"


"Kamu nggak usah ikut!" Jawab Rio gembira. Sindy hanya mengercutkan bibirnya dan mendengus kesal.


"Yang ketiganya itu aku ya Kak?!" Kini Windy yang berucap.


"No no no! Nanti aku sendiri! Nggak mau! Kalo kamu tetap mau ikut? Aku mau cari yang lain!" Sahut Robby.


"Ihhh! Kamu mah!" Windy pun kesal sembari mengercutkan bibirnya.


"Yang nggak punya pacar baru boleh ikut!" Kini Saras yang berbicara.

__ADS_1


"Yap! Aku setuju sama Saras!" Balas Ninda sembari memberi jempol kepada Saras.


"Sudah sudah! Kan Kakak bilang, yang ikut itu, orang yang sudah mempunyai tingkat tertinggi dan TKK yang cukup!" Kak Rudy memotong pembicaraan mereka.


"Nah iya tuh! Nice one!" Kata Ria.


"Jadi, belum tentu kalo aku bakal ikut." Sambungnya.


"Sama. Aku juga belum tentu kalo bakal ikut," ucap Bima dengan mengikuti kata-kata dari Ria.


"Copas copas!" Sewot Ria.


"Heh! Udah dong ah! Kalian tuh ya sehari ga bisa kalo ga berantem!" Lerai Kak Rudy dengan nada seperti orang yang marah.


"Diam!" Ucap mereka semua serempak. Sedangkan, Kak Rudy hanya diam tak bergeming.


.....


"Katanya, minggu depan ada acara Jambore ke Pandeglang ya?" Tanya Laila yang memecahkan keheningan di dapur.


"Lho? Amak tahu dari mana? Kayaknya Lili 'nggak kasih tau dah," balas Ria yang kebingungan dengan pertanyaan Ibunya.


"Yah ... Amak tau dari teman Amak. Kamu tahu 'kan? Teman Amak tuh banyak tau?" Laila menjawab dengan nada agak ke-akuan.


"Amak yakin, kamu pasti bakal dipilih. Soalnya 'kan, pangkat kamu sudah mencapai pangkat Garuda. Iya 'kan?" Laila menyemangati anak bungsunya itu.


Ria pun tersenyum tipis kemudian melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


....


Pagi harinya ...


"Oke adik adik! Sebelum bel berbunyi, Kakak sengaja mengumpulkan kalian disini. Kakak ingin menyampaikan sesuatu," Kak Rudy memulai pembicaraan setelah mengumpulkan anggota Pramuka inti, "sesuatunya yaitu. Anggota Scout Batanghari yang akan ikut ke Jambore di Pandeglang."


Seketika mulut mereka pun terbuka dan mata mereka ikut membulat sempurna.


"Wah?? Kapan Kak??? Kapan???!!" Bima membuka suaranya tanpa menyaring terlebih dahulu.


Sontak Rio langsung memukul bahu Bima, "pekan depan! Kemarin 'kan udah dikasih tahu! Gimana sih?!" Ucapnya.

__ADS_1


Bima pun menyengir se-eye, "oh iya 'ya? Eh, salah ucap! Maksudnya tuh, siapa aja Kak?" Kata Bima sembari menggaruk temgkuknya yang memang gatam beneran.


"Mereka ialah ..." Kak Rudy memotong ucapannya dikarenakan bel yang sudah berbunyi.


Mereka semua pun langsung kecewa dan berucap, "yahh. Bima sama Rio sih!"


"Apaan sih?! Tuh Rio duluan!" Elak Bima sembari menunjuk ke arah Rio.


"Apaan?! Tuh Bima nya!" Elak Rio sembari menunjuk ke arah Bima. Dan terjadilah adegan tunjuk tunjukkan sampai Kak Rudy yang menyuruh mereka untuk masuk ke kelas.


Nb : Huhu 2 hari 'nggak up. Eh? Iya 'kan? Eh? Ah tau lah! Berasa satu pekan 'nggak up nih. Hidupku hampa. Eak eak.


Oh ya! Author ada kata-kata nih. Mau dengar? Duduk ya! Duduk duduk duduk!!


Nih ini dia :


-Teruslah Bermimpi walaupun banyak orang yang Mencaci Mimpimu itu. Jadikanlah cacian itu sebagai energi yang positif untuk mu. Tetapi, jangan sampai mimpi itu menyakiti dirimu sendiri- ★RNS 2020-


Bagaimana? Bagus 'nggak?


Dan, ada lagi nih :


-Hidup itu seperti permainan. Banyak level yang harus kita selesaikan. Terkadang, kekalahan seperti Game Over membuat diri kita jadi down. Tidak semua orang bisa menyelesaikan level-level tersebut hingga puncak. Bahkan saya pun tidak bisa. Jangan sampai level puncak itu membawa kita kedalam kesombongan. Tetaplah rendah hati dan ajarkan mereka yang masih dibawah kita. Itulah hidup yang sesungguhnya- ★RNS 2020- 💜


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)


*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*

__ADS_1


-**Bersambung-


#HappyReadingAll😉🤗**


__ADS_2