
Beberapa bulan kemudian.
Acara pembukaan MOS baru dimulai. Penampilan pertama yaitu tari Saman yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam sekaligus ekstrakurikuler terfavorit di SMA Negeri Batanghari 3, Padang, Sumatera Barat.
Yang kedua yaitu, merupakan penampilan dari ekskul paduan suara dengan membawakan lagu nasional Indonesia dan lagu daerah yang berasal dari Sumatera Barat beserta iringan musik tradisional.
Yang ketiga, barulah ekskul tervaforit ke tiga yaitu pramuka. Dengan lincah dan berwibawa serta terlihat gagah mereka melakukan berbagai kegiatan pramuka mulai dance semaphore, PBB bertongkat, PBB biasa, tali temali dan mendirikan tenda. Semuanya diiringi lagu Mars Pramuka. Sebagai sentuhan terakhir, mereka berkumpul membentuk barisan yang rapi seraya menyanyikan lagu Himne Pramuka. Banyak siswa bersorak ria dan bertepuk tangan.
"Huh, alhamdulillah ya lancar semuanya," kata Saras sembari mengelap keringat di pelipisnya.
"Iya. Tapi, aku lihat-lihat nih, kayaknya banyak deh adik kelas kita yang suka sama pramuka," ucap Sindy setelah meneguk air mineral.
"Nggak juga, waktu kalian pertama masuk di sini, banyak siswa yang masuk pramuka katanya sih seru termasuk kalian juga. Eh, makin lama membernya sedikit, katanya capek terus panas-panasan mulu. Akhirnya, yang masuk ke Scout Batanghari cuma segini doang kan?" timpal kak Rudy yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Iya juga ya, Kak. Huh, cuma PHP-in kita doang," gerutu Bima kesal.
"PHP nggak tuh. Hahahaha!" kelakar mereka semua.
"PHP kayak waktu itu. Masih ingat 'nggak? Waktu kemah serentak sekota Padang, aku ketemu cowok ganteng banget, terus kita kenalan, eh pas kemahnya udah selesai dia ninggalin aku begitu aja. 'Nggak ninggalin nomor telfon atau apa. Sedih," ucap Saras mengingat-ingat momen kemah tahun lalu.
"Namanya juga pramuka, pasti ada momen gitunya," tanggap kak Rudy.
"Wihh Kakak udah ada berapa pengalaman? Pasti banyak ya?" tanya Ninda penasaran.
"Ya begitu deh," balasnya singkat.
"Cerita, Kak! Cerita!" titah Ria tak sabaran.
"Gimana ya? Kalo cerita lagi, Kakak jadi galau," tolak kak Rudy dengan tampang galau segalau-galaunya.
"Yah. Cerita, Kak! Aku penasaran nih!"
__ADS_1
"Iya, Kak! Cerita! Penasaran tau!"
"Oke, oke Kakak bakal cerita. Jadi ...." Tak ada angin, tak ada hujan, bel berbunyi pertanda masuk kelas walaupun MOS, tetap tak ada jam kosong pembelajaran masih berlangsung.
"Yah!" Semuanya pun bersorak lesu.
"Hehe lain kali Kakak cerita ya! Kalian masuk kelas gih, ciee yang satu tahun lagi mau lulus sekolah!" ucap kak Rudy sambil berdiri dan mengambil ransel yang berada diatas meja.
"Yaudah deh." Mereka pun langsung berjalan menuju kelasnya masing-masing.
Sepulang sekolah.
"Udah lama kita nggak kemah kemah. Kangen tau." Bima memecahkan suasana yang semula hening.
"Iya ya. Kangen banget. Apalagi waktu bangunin adik kelas dengan ancang-ancang sahur padahal mah 'nggak," timpal Risa dengan kekehan diakhir ucapannya.
"Tapi, kita 'kan udah kelas 12 otomatis, banyak banget tugas. Jadi, mana mungkin kita bisa ikut kemah lagi? Apalagi Jambore," ucap Ria yang ikut nimbrung percakapan.
"Ya, semoga aja kita bisa ikut kemah lagi atau bisa wakilin sekolah kita buat Jambore. Kita berdo'a aja siapa tau dijabah iya 'nggak?" imbuh Ihsan dengan bijak.
"Iya iya. Tumben nih bijak," timpal Bima lalu merangkul kawannya itu.
............
"Assalamu'alaikum! Lili pulang!" ucap Ria sambil membuka pintu rumahnya.
"Kumsalam," jawab Sukma kakaknya Ria. Nama lengkapnya adalah Sukma Putri Eliyanti. Ia sekarang sudah lulus sekolah dan sedang menempuh pendidikan di Universitas Negri Padang semester 3. Jaraknya hanya terpaut 4 tahun maka dari itu, tak jarang mereka selalu bertengkar walau hal simple saja.
"Nggak ikhlas banget nadanya," cibir Ria sambil menatap sinis ke arah Sukma.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh!" lanjut Sukma dengan nada terpaksa.
__ADS_1
"Nah, gitu dong. Oh ya, kok sepi? Pada kemana?" tanya Ria sambil mengedarkan pandangannya.
"Ke pasar," jawab Sukma dengan nada datar.
"Ngapain?"
"Mungutin sampah!" balas Sukma dengan kesal.
"Amboy! Sejak kapan ke pasar cuma mungutin sampah doang?" tanya Ria dengan tampang mengemis tabokan.
"Ya beli sayuran lah! Kalo udah tau ngapain nanya?! Udah sana sana ganti baju!" tukas Sukma hingga mukanya semerah tomat.
"Kayaknya mulai meledak nih amarahnya ehehe," batin Ria.
"Apa liat liat?! Sana ganti baju!" sambung Sukma. Kali ini, vas bunga lah yang hampir melayang.
"Eh, iya iya. Ampun!!" ucap Ria sembari mengangkat kedua tangannya dan berlari menuju kamarnya.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-Bersambung-
__ADS_1
#Happy Reading All ππ€