Sebatas Patok Tenda

Sebatas Patok Tenda
SPT 16


__ADS_3

Keesokan harinya


Pagi ini, mereka melakukan aktivitas seperti biasanya. Setelah berolahraga ringan, mereka dikumpulkan di lapangan dikarenakan, ada pengumuman yang akan di ucapkan oleh ketua penyelenggara.


"Selamat pagi, Adik-Adik." Sapa ketua penyelenggara. Pria bertubuh tegap kemungkinan berumur 28 tahun. Yang merupakan ketua kwarcab Pandeglang, Banten.


"Pagi, Kak!" Jawab para peserta serempak.


"Baik, Kakak sengaja mengumpulkan kalian disini. Cuacanya cukup panas, ya? 'Nggak apa, matahari pagi masih sehat. Kakak berdiri disini ..." Ucap ketua penyelenggara menggunakan mic.


"Lama. Terlalu banyak omong!" Cibir Ninda dengan setengah berbisik sembari melipat tangannya di dada.


"Berdirinya saya disini, karena tidak ada kursi lah. Makanya, saya berdiri disini," sambung Ria dengan setengah berbisik menggunakan logat melayu.


"Kayak video Fizi yang minta maaf sama Upin Ipin, ya?" Balas Ninda dengan berbisik kepada Ria.


Ria tertawa kecil, "iya. Hahahaha. Ada yang sengaja edit video jadi kayak gitu."


Mereka mengobrol berdua tetapi tidak ketahuan oleh para panitia atau pun pembina karena, mereka baris paling belakang.


"Baik, pengumuman yaitu, Kakak akan mengadakan perlombaan. Perlombaan tersebut dilakukan secara berkelompok. Kelompoknya, sudah Kakak atur. Ada 4 perlombaan dan 1 perlombaan final. Yang menang, akan mendapatkan hadiah spesial dari kami." Suara riuh mulai berdatangan. Para peserta seakan tidak sabar dan sangat senang.


"Untuk kelompoknya, akan ada 6 kelompok dan 5 anggota dalam satu kelompok. Untuk anggota kelompok, Kakak akan bagikan kertas ini, dan kalian cari teman sekelompok kalian dalam waktu lima belas menit! Dimulai dari ... Sekarang!" Seru ketua penyelenggara sesudah membagikan kertas berisikan nama-nama anggota kepada peserta yang barisan di depan.


"Kira-kira, kita sekelompok 'nggak, ya?" Pikir Ria.


"Kayaknya sih, iya. Semoga aja!" Lanjut Ninda sembari mengikat tali sepatunya.


Di sisi lain, Rafael sedang mencari-cari teman sekelompok nya. Karena, dia yang baris paling depan.


"Bima, Buyung, Ninda dan Ria? Dimana, ya?" Gumam Rafael sembari menjelajahi penglihatannya.


"Yang kenal aja deh. Oke. Yang pertama, cari Ria sama Ninda! Dari nama lengkapnya sih, aku yakin kalau mereka itu pasti gadis yang waktu itu!" Rafael berbicara sendiri sambil mengingat nama Ria dan Ninda.


Setelah mencari keberadaan Ninda dan Ria, akhirnya Rafael menemukan mereka. "Itu mereka!" Rafael langsung menghampiri ke dua gadis itu. "Ninda! Ria!" Pekik Rafael sembari melambaikan tangannya kepada Ria dan Ninda.


"Itu cowok yang waktu itu 'kan, Li?" Tanya Ninda kepada Ria. Ria hanya mengangguk.


"Kalian. Akhirnya ketemu ..." Ria dan Ninda mengerutkan dahinya. "Kita sekelompok." Sambung Rafael, sementara itu Ria dan Ninda hanya mematung.


Ninda yang tersadar dari lamunannya, sontak kegirangan. "Kita sekelompok?! Serius?!" Tanya Ninda kepada Rafael dengan wajah sumringah. Rafael kemudian menyerahkan kertas yang berisi anggota kelompoknya.


"Li! Bima juga sekelompok sama kita!" Pekik Ninda sambil memukul pelan bahu Ria.


Ria pun tersadar dari lamunannya, "apa? Ada apa?" Beo Ria.

__ADS_1


"Lagi sih ngelamun! Nih, lihat! Bima juga sekelompok sama kita!" Geram Ninda sembari menyodorkan kertas tersebut.


Ria ber-O ria, "Bima nya mana?" Tanyanya. Kemudian menatap Rafael yang lebih tinggi dari pada dirinya. "Bima mana?" Tanya Ria lagi.


"Bima? Oh, Bima itu teman kalian? Aku 'nggak kenal. Makanya, aku cari kalian dulu siapa tahu, kalian kenal sama mereka berdua," jelas Rafael apa adanya.


"Tersisa sepuluh menit lagi!" Pekik ketua penyelenggara yang mana, membuat peserta menjadi kebingungan.


Ria dan Ninda pun mencari keberadaan Bima di susul dengan Rafael yang berjalan di belakang mereka. Setelah itu, mereka semua mencari keberadaan peserta yang bernama Buyung.


Setelah menemukan Buyung, mereka langsung berbaris sesuai kelompok. Rafael yang berada di depan, Bima berada di belakang Rafael, begitu seterusnya, Buyung, Ria dan terakhir Ninda.


"Baik, untuk perlombaan pertama yaitu, lomba bakiak. Dalam lomba ini, kalian harus bekerja sama dan harus kompak. Kelompok yang menang, akan ikut ke lomba selanjutnya, dan kelompok yang kalah akan di diskualifikasi," kata ketua penyelenggara tersebut.


"Bagaimana? Kalian paham?" Tanya ketua penyelenggara.


"Siap! Paham, Kak!" Jawab peserta serempak.


Lomba pun dimulai, beberapa kelompok banyak yang kesulitan. Mulai dari langkah kaki yang berbeda dan ada yang dorong-mendorong. Beberapa dari mereka ada juga yang terjatuh.


"Kita harus kompak! Dengar aba-aba dari aku!" Seru Rafael yang memimpin kelompoknya.


"Dimulai dari kaki kiri! Soalnya aku kalau langlah kebiasaan kaki kiri," timpal Bima. Semua pun mengikuti arahan dari ketua kelompok.


"Kiri ... Kanan ... Kiri ... Kanan ..." Begitu seterusnya sampai di garis finish. Jarak dari start ke finish yaitu sepuluh meter jaraknya lumayan bagi Author sih, entah bagi mereka bagaimana.


"Lomba yang kedua yaitu, lomba balap karung. Jarak start dan finish sama dengan lomba pertama. Dimulai dari start, kemudian setelah sampai di finish, kalian akan berganti. Begitu seterusnya, waktunya adalah tiga puluh menit." Ketua lomba memberi arahan.


Rafael mulai melompat, setelah sampai di finish, ia berhanti dengan Bima. Begitu seterusnya hingga akhir.


Ketika waktu hampir habis, Ninda kelelahan di tengah jalan. Hampir ia tumbang, tetapi Ninda berusaha untuk sampai di garis finish. Namun, sayang seribu sayang. Lomba kedua dimenangkan oleh kelompok Nando yang berasal dari Tangerang.


Lomba ketiga yaitu, lomba lari tempurung. Peraturannya masih sama seperti balap karung. Dan, lomba dimulai dari Rafael dan berganti dengan Bima begitu seterusnya.


Tetapi, ketika di akhir masih sama seperti balap karung. Ninda kelelahan dan ia hampir tumbang. Ketika Ninda hampir terjatuh, ia melanjutkannya tetapi dengan berjalan.


"Nin, kayaknya kamu kecapekan. Kamu istirahat aja deh, takutnya kenapa-napa." Saran Ria tetapi bukan Ninda namanya yang tidak keras kepala. Ninda malah tetap mengikuti lomba.


"Di lomba ke empat ini yaitu lomba egrang. Lomba hanya di mainkan dengan perwakilan dari salah satu amggota dari kelompok kalian. Lomba ini yang akan menentukan kelompok siapa yang akan menuju babak final." Kata ketua penyelenggara. Semua peserta pun kebingungan.


"Gimana nih?" Tanya Buyung bingung. Semuanya hanya mengangkat bahu pertanda mereka tidak tahu.


Setelah berpikir-pikir, Ria pun mengajukan dirinya sendiri.


"Aku bisa! Waktu tahun lalu aku pernah ikut lomba egrang. Aku yang akan mewakilkan!" Tegas Ria.

__ADS_1


"Serius, Li?" Tanya Ninda, sedangkan Ria hanya mengangguk pela sembari tersenyum.


Akhirnya, setelah mereka semua setuju, Ria pun berdiri di belakang garis strat sembari memegang egrang dan hendak menaiki egrang tersebut.


Peluit berbunyi, mereka semua pun mulai berjalan menggunakan egrang. Ria hampir saja kesusahan, ia hampir terjatuh. Untungnya, ia bisa menyeimbangkan kembali sampai ke garis finish.


Dan pemenangnya, ada dua kelompok yaitu kelompok dari Tangerang dengan ketua kelompok Nando, dan kelompok dari Padang dengan ketua kelompok Rafael.


Untuk menentukkan pemenangnya, di lakukan babak final yaitu tarik tambang.


"Bersedia semuanya?" Ucap ketua penyelenggara sembari memegang tali. Semuanya mengangguk sungguh-sungguh.


Di kehitungan ketiga, tali di lepas oleh ketua penyelenggara dan masing-masing dari kelompok menarik tali tersebut.


"Ayo! Satu ... Dua ... Tiga ..." Seru Rafael sembari menarik kuat tali begitu juga dengan anggota kelompoknya.


"Satu ... Dua ... Tiga ... Tarik lebih kuat!!" Pekik Rafael kemudian, teman sekelompoknya menarik lebih kuat alhasil, lawan mereka pun ikut tertarik.


"Yeay!!" Mereka senang sembari bertepuk tangan.


"Kerja bagus bro ..." Ucap Bima kepada Rafael dan Buyung.


Mereka mendapatkan hadiah yang sudah dijanjikan oleh ketua penyelenggara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)


*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*

__ADS_1


-**Bersambung-


#HappyReadingAll😉🤗**


__ADS_2