
Sudah enam bulan Ria mengikuti pelajaran di semester ganjil ini. Setelah menerima rapor akhir semester, serta libur selama dua pekan. Ria akhirnya kembali berkutat dengan tugas sekolah.
Ya, kini gadis yang menuju fase dewasa itu sudah menginjakkan di semester genap kelas XII. Di semester ini, mungkin lebih banyak ujian dadakan dibanding materinya. Karena, ia akan menghadapi ujian nasional yang akan menandakan apakah murid lulus atau tidak-nya.
Dihari pertamanya ini, Ria terlihat sangat lesu mengingat bahwa tak lama lagi, dirinya akan berpisah dengan sahabat-sahabatnya yang telah melewati semua ini. Akankah ia bisa bertemu dengan para sahabat lagi? Biarkan waktu yang menjawab.
Dan juga ... ia akan berpisah dengan seseorang yang telah membuat dirinya mengenal apa itu kata 'cinta'.
Perlahan, ia menuju kelas yang sudah ia rindukan belakangan ini. Kemudian, menuju kursi kosong yang juga ia rindukan. Lalu, perempuan itu mengambil buku kecil kepunyaannya, yang sudah menemani gadis itu selama libur panjang ini.
...Untuk orang yang aku rindukan selama ini. ...
...Eh, ini buku, ya? Hehe. ...
...Jujur aja sih, selama liburan, isi pikiranku itu hanya kamu. Cuma kamu, entah apa itu, aku juga tak paham sama diriku sendiri ini. Setiap ada notif pesan dari kamu, hati aku jadi bahagia gitu. Apa ini yang namanya cinta? Atau sekedar rasa suka? Oh iya, kamu waktu itu juga pernah bilang ke aku, kan? Kalau kamu itu suka sama aku. Apa kamu cuma suka aja sama aku? Apa ga ada selain itu? Jadi ingat, waktu main truth or dare waktu jambore haha. Kamu bilang, kalau kamu itu suka ke semua orang. Aku mau ungkapin semuanya, tapi kenapa ga sanggup, ya? Huh ... udah kayak mau diintrogasi aja, sampe ga sanggup buat ungkapinnya, hahaha. Kalau kamu baca ini .... Eh, ga mungkin ya, yang ada aku yang baca ini terus. Semoga kita ditakdirkan. Semoga~....
Setelah menuangkan isi hatinya itu, Ria pergi keluar kelas sesekali menghirup udara pagi yang segar. Namun, disaat ia sedang menghirup napas dalam, tiba-tiba dikejutkan oleh seekor ... eh seorang maksudnya. Seorang Windy.
"Dor!" pekik Windy sambil menepuk bahu Ria dengan sekuat tenaganya.
Ria hanya menampilkan ekspresi datarnya, sambil berkata, "wlek! 'Nggak kaget!"
"Oh, iya. Aku baru ingat kalau kamu itu 'nggak kagetan." ucap Windy sambil menghembuskan nafasnya.
Sedangkan, Ria hanya memandang lurus ke arah area lapangan. Dilihatnya, banyak para murid mulai berdatangan sambil berlari.
__ADS_1
"Kayaknya udah mau masuk, mending kita ke kelas aja deh," ajak Ria seraya berlalu dari hadapan Windy. Sedangkan, Windy hanya mengikutinya dari belakang.
•••••
Jam istirahat, semua teman Ria langsung pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.
"Eh, 'nggak nyangka ya, sebentar lagi kita bakal berpisah." kata Bima dengan wajah lesu.
"Iya. Eum, gimana kalau kita bikin acara aja? Mau 'nggak?" sahut Dona yang sekarang sudah berteman baik dengan mereka semua.
"Boleh juga," imbuh Ninda sambil menganggukkan kepalanya.
"Gimana kalau kita adainnya di kafe yang biasanya aku kunjungin?" ujar Rafael yang sedari tadi hanya menyimak.
"Iya juga ya. Tapi, bukannya kamu suka malu-maluin? Aku baru tau, kalau kamu itu punya rasa malu juga," balas Rafael sambil melirik sinis ke arah Ria.
Dengan sigap, Ria langsung memukul lengan Rafael dengan kasar. "Aduh! Sakit tau!" sergah Rafael sembari mengelus lengannya.
"Badan gede, tapi giliran dipukul kesakitan! Payah!" cibir Ria.
"Kamu 'kan pukul nya pake kekuatan dari desa Konoha! Makanya sakit!" timpal Rafael yang tak mau kalah.
"Terserah lah!" ucap Ria yang mulai kesal.
Semua yang ada disitu hanya menjadi penonton bayaran, eh ralat. Mereka 'nggak di bayar. Mereka semua hanya menggelengkan kepalanya. Semakin kesini, hubungan antara Rafael dan Ria semakin akrab walau di awal mereka harus adu mulut terlebih dahulu.
__ADS_1
"Gimana kalau di rumah aku aja? Kebetulan orang tua aku pergi ke luar kota lagi. Jadi-" belum selesai mengucapkan katanya, ada orang yang langsung memotong ucapan Dona.
"Oke bagus! Kita adainnya di rumah kamu aja, Don!" seru Rebecca dengan senyum kemenangan.
"Akhirnya, bisa nyolong wi-fi gratis." batin Rebecca senang.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-Bersambung-
#HappyReadingAll😉🤗
__ADS_1