
1 minggu kemudian.
'Tak tak tak'
"Weh weh, bu Nami datang bu Nami datang!" Semua siswa yang semula berada di luar kelas langsung masuk ke dalam kelas dan duduk dengan rapi.
"Selamat pagi anak-anak," sapa Guru tersebut yang kerap disapa bu Nami. Nama lengkapnya yaitu Nami Indrianti. Wanita yang sudah berkepala 4 itu adalah seorang guru bidang kimia disekolah Batanghari 3 Padang. Berbadan gemuk dengan balutan baju dinas dan juga rok panjang ketat yang membalut kakinya. Kemana-mana selalu memakai kacamata dan juga membawa tongkat kayu sakti. Wkwk bawa tongkat kayu cuma di sekolah aja, kalo selain di sekolah mah enggak. Ya kali ke pasar bawa bawa tongkat kayu, terus meja dagangan orang digebrakin pakai tongkat kayu dengan alasan, mau beli dagangannya wkwk.
"Pagi Bu!" balas mereka semua secara serempak.
"Oke, kali ini ...." Ucapannya terpotong karena, ia menutup pintu terlebih dahulu dan mengambil beberapa barang-barangnya yang ada di tas, "Kita akan mengadakan ulangan harian. Ada sepuluh soal, lima pilihan ganda dan lima soal essay," lanjutnya lagi.
Semua murid tercengang tak menyangka. Mulut mereka membentuk huruf 'O' dan mata mereka membulat sempurna.
"Bu? Nggak salah? Kita belum belajar! Hiks." Salah satu dari mereka pun merengek sedu.
"Ya. Ibu nggak salah. Soalnya nggak susah susah kok," balasnya.
"Oke, kalau begitu Ibu kasih kalian waktu tiga puluh menit untuk membaca baca di bab dua! Dimulai dari ... sekarang!" sambungnya lagi. Semua murid langsung mengambil buku paket dan membaca dengan terburu-buru.
25 menit kemudian.
"Sudah? Waktunya tinggal lima menit lagi!" titah bu Nami sambil melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.
"Sebentar Bu! Dikiiiiiiitttt lagi," ucap salah seorang murid.
5 menit berlalu.
"Sudah? Waktu habis. Sekarang, masukkan buku-buku kalian ke dalam tas kecuali alat tulis kalian. Dan, letakkan tasnya didepan sini!" perintah bu Nami.
"Tapi Bu? Dikit lagi aja Bu! Kita belum siap," rengek Dona yang masih memegang buku paketnya dengan erat.
"Enggak ada tapi tapian! Kalau Ibu ngasih kalian waktu terus, jam pelajaran Ibu keburu habis nanti! Sudah! Masukkan bukunya ke dalam tas keluarkan alat tulis kalian! Dan letakkan tas kalian di depan sini!" perintah bu Nami dengan nada tinggi. Semua murid hanya pasrah dan langsung memasukkan semua buku buku mereka kedalam tas kecuali alat tulis.
"Tidak ada yang contek contek! Jika ada yang ketahuan mencontek contek? Ibu robek kertas ulangannya dan tidak boleh mengikuti pelajaran Ibu lagi! Paham?!" sarkas bu Nami sambil memberikan lembar kertas ulangan.
"Paham Bu ..." jawab mereka dengan lesu.
__ADS_1
Ketika bu Nami selesai membagikan lembar kertas ulangan, bu Nami pun berkata, "Ya sudah! Silakan kalian kerjakan ulangannya dengan jujur! Tidak ada yang mencontek! Kerjakan dengan kejujuran kalian masing-masing. Jika ada yang tidak di mengerti boleh bertanya kepada Ibu. Waktunya hanya tersisa 1 setengah jam lagi, jadi pergunakan waktunya dengan baik!"
"Dimulai dari ... sekarang!" seru bu Nami. Semua murid langsung mengerjakan ulangan dadakan tersebut.
"Huft, untung aja soalnya nggak terlalu susah banget. Jadi, aku bisa ngerti hehe." Ria membatin.
1 jam berlalu.
"Oke! Silakan dikumpulkan sekarang! Setelah itu, kita koreksi bersama-sama!" perintah bu Nami.
"Sebentar Bu! Satu soal lagi nih!"
"Ibu hitung sampai sepuluh. Tidak mengumpulkan, tidak dapat nilai!" ancam bu Nami alhasil, semua murid langsung mengumpulkan ulangan tersebut.
.....
"Oke. Semuanya sudah terkumpul. Ibu akan acak, setelah itu kita koreksi bersama-sama." ucap bu Nami.
"Baik Bu!" jawab mereka semua serempak.
.....
"Kamu mah enak Ri. Nilainya aja 100, lah aku? Aku malah nilainya 70," timpal Sindy dengan wajah lesu.
"Bu Nami ya?" tanya Bima yang tiba-tiba ikut pembicaraan.
"Iya," jawab Ria dan Sindy berbarengan.
"Udah biasa. Waktu kelas 11 tahun kemarin aja hampir tiap minggu ulangan dadakan. Dan, beruntungnya aku dapat nilai bagus," ucap Bima dengan bangga. Sedangkan, Ria dan Sindy hanya menatap sinis Bima.
"Hiih pamer!" cibir Sindy.
"Lah? Benar kok. Nggak percaya? Nanti kalian datang ke rumah ku! Nanti aku kasih hasil ulangan aku tahun kemarin! Biar kalian percaya!" sarkas Bima.
"Hai gays! Kalian tau nggak?" Tiba-tiba saja Windy datang dan langsung merangkul kedua sahabat ceweknya.
"Berat Win!!" titah Sindy sambil menggerakkan bahunya.
__ADS_1
"Hehe maaf. Kalian tau nggak? Tau nggak?" ucap Windy kemudian mengulang perkataannya lagi.
"Apaan?"
"Aku dengar ada kabar tentang persami gitu!" ucapnya riang.
"Serius? Tau dari mana?" tanya Bima.
"Jadi gini, waktu aku lewat ruang guru, di sana ada kak Rudy. Nah, aku kan kepo tuh, terus aku nguping. Aku dengarnya mereka ngomongin tentang persami persami gitu," jelas Windy sambil mengingat-ingat kejadiannya tadi.
"Ooh. Mereka ngomongin gitu doang?" ucap Ria kemudian bertanya lagi.
"Nggak tahu. Soalnya, pas aku mencoba dengar lagi, eh Robby datang ngagetin aku," balas Windy dengan bibir yang melengkung kebawah.
"Yahhh." Semuanya pun kecewa.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-Bersambung-
#Happy Reading All ππ€
__ADS_1