
Sore menjelang malam, para panitia sedang bersiap-siap. Mulai dari pengeras suara, hadiah dan juga penampilan spesial dari beberapa peserta.
Begitu juga dengan para peserta. Mereka disibukkan dengan latihan yang akan mereka tampilkan nanti. Ada yang akan menampilkan bernyanyi, tari daerah, berpuisi, story telling dan ada juga yang menampilkan kegiatan kepramukaan.
Kelompok Ria, kali ini mereka tidak menampilkan kegiatan kepramukaan. Tetapi, mereka menampilkan sebuah drama yang akan dimainkan oleh Ria, Ninda dan juga Bima serta kak Rudy yang menjadi narator drama tersebut.
"Ini dramanya 'nggak ada adegan-adegan romantis, kan?" Tanya Ria menghampiri kak Rudy yang sedang membaca isi cerita itu.
"Sesuai genrenya. Ini 'kan genre action jadi, 'nggak bakal ada adegan-adegan ronantis. Ya ... Mungkin yang romantis itu, bopong-bopongan," jawab kak Rudy sembari melihat sekilas ke arah Ria.
Ria pun bernafas lega, "syukurlah ..." Ucapnya. Kak Rudy pun dibuat bingung olehnya, "syukur? Kenapa? Biasanya tuh, orang-orang malah senang kalau ada adegan romantis. Apa lagi sama orang yang disukainya ..." Ucap kak Rudy disertai dengan cibiran tak kasat mata.
"Ya ... Malu lah, Kak! Mana lagi aku pemeran utamanya! Kalau Ninda pasti dia bakal senang banget!" Balas Ria sembari melipatkan tangannya di dada dan juga memajukan bibirnya beberapa senti.
"Iya ... Iya. Gara-gara kamu, Kakak jadi ingat sama adik perempuan, Kakak ..." Lirih kak Rudy kemudian meletakkan naskah drama di meja dekatnya. Ria pun tersenyum tipis, "kayaknya, kalau punya kakak cowok itu enak, ya. Apalagi kalau udah kerja kayak Kakak ..." Balas Ria kemudian duduk di kursi dekat kak Rudy.
Kak Rudy melirik sekilas ke arah Ria yang sedang senyam-senyum, "iya, enak di kamu! Kakaknya yang bangkrut! Sama kamu di palakin terus!" Sewot kak Rudy. Ria pun terkekeh garing, "hehe. Tau aja! Pastinya lah, aku pintain uang ke dia. Kalau bukan ke abang, sama siapa?"
Kak Rudy hanya mendengus kesal, "untung aja ... Kamu tuh bukan adik kandung tapi cuma adik binaan doang. Jadi, uang Kakak selamat ..." Ria hanya menatap kesal kemudian bangkit dari duduknya.
"Lah ... Dia marah," ucap kak Rudy sambil menggelengkan kepalanya.
.......
Malam harinya sekitar jam delapan tepat, mereka semua sudah siap untuk menampilkan bakat mereka masing-masing.
"Assalamu'alaikum semuanya! Selamat malam!" Ucap panitia yang menggunakan pengeras suara.
"Wa'alaikumsalam! Malam, Kak!" Jawab para peserta.
__ADS_1
"Baik, kita langsung saja. Penampilan pertama yaitu dari pos Tangerang. Dari SMA Cahaya. Beri tepuk tangannya!" Tempat itu pun riuh oleh suara tepukkan tangan.
SMA Cahaya, mereka menampilkan paduan suara. Suara mereka sangat merdu dan bahkan, bisa di kolaborasikan oleh artis papan atas Indonesia. Yang kedua yaitu, dari Tangerang juga tetapi beda sekolah yaitu SMA Insani, mereka menampilkan puisi berantai. Perpaduan antara lelucon, perjuangan pahlawan dan juga pedagang mencampur jadi satu.
Yang ketiga, yaitu dari Bogor, sekolah SMA Nusa Bangsa. Mereka menampilkan tentang story telling. Penampilannya sangat menakjubkan membuat penonton yang mendengarnya larut dalam suasana.
Kali ini, Ria dan teman-temannya yang akan tampil. Awalnya mereka gugup, tetapi setelah di beritahu hadiahnya yaitu uang tunai sebesar lima ratus ribu rupiah, mereka pun langsung bersemangat dan penampilan mereka sangat bagus.
Terakhir, yaitu penampilan spesial dari SMA Kristen Bandung. Salah satu dari mereka ada yang memainkan alat musik Cina yaitu Guzheng. Penampilannya sangat memukau dan cara dia memainkan Guzheng itu sangat bagus dan tidak kaku.
"Wih bagus banget. Aku baru kali ini lho, liat alat musik Buzheng gini ..." Celetuk Ninda tanpa memikirkan kata yang salah di ucapannya.
"Emang namanya Buzheng ya?" Tanya Ria polos. Ninda mengangguk, sedangkan Bima yang duduk di depan mereka hanya menggelengkan kepala sembari melipat tangannya di dada.
"Guzheng ya ... Bukan Buzheng!" Ralat Bima dengan berlagak sombong.
"Ya ... Kita 'kan asing sama namanya. Kita aja baru liat. Kamu jangan sewpt gitu dong!" Timpal Ninda dengan nada kesal.
Catatan Kecil :
•Guzheng, alat musik Tradisional Cina.
Ilustrasi Guzheng :
Guzheng atau kecapi Cina termasuk alat musik tradisional Cina yang paling populer. Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara, diatasnya terbentang 21 senar.
Sumber : Wikipedia
__ADS_1
•Apa itu Puisi Berantai?
Puisi berantai adalah puisi yang lebih kepada penggabungan isi, diksi, metafora yang jauh berbeda dan kontradiksi satu sama lain. misal bagaimana empat tema beragam bisa menyatu dalam satu pementasan pembacaan.
Sumber : Google
#SemogaBermanfaat
#BerbagiItuIndah
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
__ADS_1
-**Bersambung-
#HappyReadingAll😉🤗**