
Keesokan harinya.
"Selamat pagi anak-anak," sapa pak Tedi. Pria dewasa yang baru berumur 38 tahunan yang merupakan salah satu guru fisika di sekolah tersebut. Diumur ke-38 tahunnya, dia masih sangat terlihat gagah dan tampan walau hampir berkepala 4.
"Pagi Pak!" Jawab mereka semua serempak.
"Keluarkan buku kalian masing-masing, buka halaman 10 kalian baca sampai halaman 13, setelah itu Bapak akan menerangkan kembali dan Bapak akan menyuruh kalian mengerjakan soal yang Bapak tulis dipapan tulis nanti. Jadi, kalian baca yang benar, jangan ada yang bercanda. Bapak tinggal dulu," ucap Pak Tedi setelah mengeluarkan buku bukunya kemudian melangkah keluar.
"Ingat! Jangan ada yang bercanda! Kalau ada yang bercanda, kalian keluar jangan balik lagi ke kelas!" Ancam Pak Tedi kemudian ia keluar kelas dan menutup pintu kelas.
"Ria!" Panggil Riana teman sekelas Ria. Nama lengkapnya yaitu Riana Moora Indah gadis cantik dengan tubuh langsing bak model internasional dan kulit yang putih mulus. Riana juga teman sebangku Dona Marlenda. Mereka berdua terlahir dari keluarga yang terpandang begitu juga dengan beberapa anggota geng mereka seperti Diana Tamarra dan Rebecca Indri.
"Apa?" Jawab Ria sambil menoleh ke belakang.
"Kamu ngerti nggak? Yang ini nih," tanya Riana sembari menunjukkan rumus-rumus fisika.
"Ooh. Ini? Ngerti kok," jawab Ria setelah ia menganalisa selama 5 menit lamanya.
"Ajarin 'dong ... please ...." Pinta Riana dengan wajah memelas dan telapak tangan disatukan bagaikan memohon.
"Oke aku ajarin. Nih, jadi tuh begini.... Ria langsung memutar badannya agar lebih leluasa ketika mengajarkan Riana dan langsung dijelaskan dengan detail.
....
Setelah selesai, Ria pun berkata, "gituh. Kamu ngerti? Kalau belum ngerti, aku jelasin lagi,"
Riana pun mengangguk-anggukan kepalanya kemudian berkata, "iya. Aku ngerti 'kok. Makasih ya Ri!"
Ria mengangguk sambil tersenyum sebagai respon kemudian memutar badannya menghadap ke depan lalu kembali membaca-baca buku paketnya.
'Ceklek'
Pintu dibuka oleh Pak Tedi dengan tangan kirinya yang memegang gelas berisi teh panas.
"Sudah?" Tanya pak Tedi sembari berjalan menuju meja guru.
__ADS_1
"Sudah Pak!" Semua murid langsung duduk dengan rapi.
"Oke. Bapak akan menjelaskan sedikit dari yang kalian baca tadi, setelah itu Bapak akan menulis soal di papan tulis dan Bapak akan menunjuk salah satu dari kalian untuk menjawab soal yang Bapak tulis nanti. Bagi murid yang jawabannya benar, maka akan mendapatkan bintang. Bintang itu akan menjadi nilai di rapor kalian nanti," pak Tedi menjelaskan dengan panjang kali luas kali tinggi sama dengan volume persegi panjang.
....
Istirahat.
"Untuk anggota Scout Batanghari, dimohon untuk segera berkumpul di aula. Segera ke sumber suara! Di mohon segera berkumpul! Terima kasih." Tiba-tiba ada pemberitahuan.
"Yuk cepat! Kayaknya persiapan persami dah," ucap Windy sembari menghabiskan makanannya.
Para anggota Scout Batanghari langsung berlari menuju aula.
"Ada apa, Kak?" Tanya Dean Dermawan yang juga teman Ria satu kelas sekaligus doi Risa.
"Jadi gini, sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan persami untuk kelas X, jadi disini Kakak akan membuat kelompok panitia. Yang terdiri dari ketua panitia, wakil ketua panitia, dan anggota." Jelasnya.
"Ooh gitu Kak, emangnya kapan persami nya Kak?" Kata Risa yang baru membuka mulutnya.
"Tempatnya dimana Kak?" Kali ini Sindy yang bertanya.
"Di buper, dekat danau. Nggak terlalu jauh kan?" Balas Kak Rudy.
"Ooh. Lumayan lah Kak!"
"Oke, sementara itu dulu. Untuk struktur panitianya, Kakak infokan lewat WhatsApp." Kak Rudy menutup pembicaraan.
"Salam pramuka! Semangat semua!" Tutupnya. Mereka pun membalas dan langsung pergi ke kelas karena jam istirahat yang hampir selesai.
....
Malam harinya.
'Ting'
__ADS_1
Pertanda pesan masuk. Ria pun langsung mengambil ponselnya.
"Untuk struktur panitia :
Ketua 1 : Ria Eliyanti
Ketua 2 : Bima Abimana
Wakil ketua 1 : Windy Diana
Wakil ketua 2 : Robby Purnama." Sebuah pesan masuk WhatsApp dari kak Rudy.
"Jadi ketua panitia lagi, mager akh!" Gerutu Ria setelah membaca pesan tersebut.
"Tidur aja lah. Nggak usah dipikirin hehe," Ria terus bermonolog sendiri di kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-Bersambung-
__ADS_1
#Happy Reading All ππ€