
Dua hari kemudian ...
Tersisa dua hari lagi mereka para peserta Jambore akan pulang ke rumah mereka masing-masing. Kegiatan di pagi ini, cukup berbeda karena akan ada latihan APEL Pagi selama hampir dua jam.
Dua jam itu, mereka banyak yang berkeluh kesah karena kepanasan. Tetapi, sang pembina berucap ...
"Matahari pagi itu bagus untuk kesehatan. Kakak tahu, kalian semua pasti jarang yang berjemur pagi, kan? Anak jaman sekarang ... Sama matahari aja takut." Itu katanya. Tetapi, para peserta hanya berseru pasrah kepada Yang Maha Kuasa.
"Kurang tahu dia ... Kita sering berjemur tiap pagi," ujar salah satu peserta dengan berbisik kepada temannya. Memang beberapa peserta ada yang tidak mendengarnya. Tetapi ...
"Kalian bicara apa itu?! Jangan ada yang berbisik-bisik! Semuanya tenang!" Sang pembina berucap dan membuat para peserta menjadi ciut.
"Padahal mereka itu bisik-bisik lho. Aku dengar juga, sih. Tapi, kenapa kakak pembina dengar? Padahal jaraknya jauh banget," batin Ria bingung. "Atau ... Kakak pembina itu punya indra keenam?!" Pikirnya.
Entahlah, itu benar atau tidak. Yang pasti, hal itu membuat para peserta menjadi sangat terkejut. Apa dia bisa membaca pikiran orang lain?
.......
Siang harinya, mereka diizinkan untuk beristirahat sejenak. Ada yang tertidur di tendanya, ada yang bercanda ria bersama teman-temannya dan ada juga yang sok sibuk dengan pekerjaannya yang sangat absurd. Ingat ya! SOK sibuk!
"Hei! Lagi ngapain?" Sapa Rafael yang tiba-tiba ada di samping Ria.
Ria terkejut dan bukunya pun hampir terjatuh, "ngagetin!" Pekiknya. Tiba-tiba, pipinya bersemu merah.
"Pipinya 'kok ... Merah? Kenapa? Demam?" Tanya Rafael ketika melihat pipi Ria bersemu.
"Iya kali. Kemarin malam aku 'nggak bisa tidur. Mungkin masuk angin," elaknya dengan nada terbata-bata. Rafael pun tersenyum kecut, "yang benar? Masa sih? Aku 'nggak percaya. Atau ... Jangan-jangan ..." Rafael tersenyum misterius dan mendekati Ria dengan tatapan penuh sejuta kemisteriusan.
"Apa sih?! Udah sana-sana! Kamu 'nggak ada kerjaan apa? Tuh, main sama Bima sana!" Elak Ria lagi sembari menyingkirkan tubuh Rafael yang hampir mendekatinya. "Ganggu orang aja!" Lanjut Ria lalu bangkit dari duduknya dan pindah tempat.
__ADS_1
Rafael hanya terkekeh melihat tingkah Ria yang seperti salah tingkah. Lalu pergi dari tempat duduknya dan mencari aktivitas yang sebenarnya.
......
Malam harinya ...
Sesudah salat Isya, mereka kembali ke aktivitasnya lagi. Beberapa dari mereka kebanyakan memilih berjalan malam sambil melihat bintang yang menghiasi langit malam.
"Lagi ngapain?" Lagi dan lagi, Rafael datang menghampiri Ria.
"Lagi lihat bintang." Jawab Ria singkat yang masih fokus melihat bintang.
"Oh. Serius banget sih liatinnya. Emang ada apa?" Tanya Rafael lagi lalu mendekati Ria.
"Aku mau jadi bintang itu," jawab Ria sambil melihat bintang yang paling terang daripada bintang lainnya.
Rafael bingung dibuatnya, "kenapa?" Tanya Rafael lalu melihat bintang yang ditunjuk Ria tadi.
"Dari mana kamu bisa buat kata-kata kayak begitu?" Tanya Rafael yang masih bingung. Ria pun terkekeh kecil lagi dan memperlihatkan giginya yang putih bersih.
"Aku ... 'Nggak tau. Tiba-tiba aja, kalimat itu datang di otakku. Emang kenapa?" Ucap Ria yang masih terkekeh.
"Tapi, kamu ngerti apa maksud dari yang aku katakan tadi?" Lanjut Ria.
Rafael terdiam sejenak. "Ngerti sih. Sedikit tapi," ucapnya diiringi kekehan garing.
"Kalo 'nggak ngerti juga ... 'Nggak apa, kok!" Ucap Ria kemudian menatap langit malam lagi.
"Semakin hari ... Kita semakin akrab, ya?" Tiba-tiba saja, ucapan itu keluar dari mulut Rafael. Ria bingung, "maksudnya?" Tanyanya. Rafael hanya diam dan menggeleng pelan dan tersenyum tipis kepada Ria. Kemudian, pergi meninggalkan Ria sendiri.
__ADS_1
"Aduh! Ini mulut kenapa 'nggak bisa dijaga sih?!" Kata Rafael kepada dirinya sendiri sambil memukul-mukul mulutnya sendiri.
"Eh? Kenapa bro?" Tanya Bima yang tiba-tiba menghampiri Rafael.
Rafael pun terkejut sambil menggeleng pelan dan diiringi kekehan garing.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-**Bersambung-
__ADS_1
#HappyReadingAll😉🤗**