Sebatas Patok Tenda

Sebatas Patok Tenda
SPT 11


__ADS_3

"Para penumpang yang terhormat, sesaat lagi kita akan mendarat di Bandar Udara internasional Jakarta SOEKARNO-HATTA. Kami persilahkan kepada anda untuk kembali ke tempat duduk anda masing-masing, menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan anda, dan mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya kami seluruh awak pesawat Lion Air di bawah pimpinan kapten Anton mengucapkan terima kasih telah terbang bersama kami, dan sampai jumpa di lain penerbangan lain waktu. Terima kasih." Itu ucapan yang digunakan oleh Pramugari saat Landing.


"Eh, Ninda! Bangun! Aku udah bilang 'kan, jangan tidur dulu! Memang kamu 'nggak dengar apa?" Ria terus menggerutu sembari menggoyang-goyangkan tubuh Ninda.


"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di Jakarta, kita telah mendarat di Bandar Udara internasional SOEKARNO-HATTA, kami persilahkan kepada anda untuk tetap duduk sampai pesawat ini benar-benar berhenti dengan sempurna pada tempatnya dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan. Berakhirlah sudah penerbangan kita pada hari ini atas nama Lion Air kapten Anton, dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat berpisah dan semoga dapat berjumpa lagi di dalam penerbangan Lion Air lain waktu. Sebelum meninggalkan pesawat, kami ingatkan kembali kepada anda untuk memeriksa kembali bagasi kabin anda agar tidak ada barang yang tertinggal. Para penumpang dengan lanjutan penerbangan silahkan melapor pada bagian layanan pindah pesawat di ruang penerbangan. Terima kasih." Kini, mereka sudah sampai dan pesawat sudah mendarat di tujuan dengan selamat.


....


"Baik adik-adik, kita tunggu disini dulu untuk menunggu Bus yang akan kita gunakan," ucap wanita dewasa yang memimpin para peserta Jambore dari Padang.


Tidak lama kemudian, Bus yang ditunggu pun datang. Ada dua Bus yang cukup untuk membawa para peserta Jambore.


Mereka semua pun mulai masuk ke dalam Bus dengan tertib dan teratur tanpa dorong-dorongan.


Ria dan Ninda duduk bersama lagi tetapi, kini mereka tidak ber-dua melainkan ada peserta Jambore asal Padang tetapi dari sekolah lain.


"Hai, nama kamu siapa?" Ninda mulai membuka pembicaraan dengan gadis disampingnya.


"Hai juga, nama aku Liliana Khairunissa. Nama kamu siapa?" Jawabnya, sembari berjabat tangan dengan Ninda.


"Nama aku Ninda. Ninda Susanti kamu bisa panggil aku Ninda. Salam kenal," ucap Ninda, sambil tersenyum.


"Oh ya, yang ini namanya Ria Eliyanti. Bisa dipanggil Ria. Kalau aku manggil dia Lili ehehe." Ninda memperkenalkan Ria kepada Liliana.


"Salam kenal," ucap Ria dengan tersenyum sembari berjabat tangan dengannya.


"Salam kenal juga kalian semua. Aku juga biasa dipanggil Lili. Itu karena nama depanku Liliana," jelas Liliana.

__ADS_1


"Gimana kalau kita panggil kamu Ana? Gimana?" Timpal Ninda berpendapat.


"Oke. Boleh kok!" Balas Liliana. "Kalian orang pertama yang manggil aku Ana. Soalnya, aku sama teman sekolah, keluarga dan tetangga mereka semua panggil aku Lili." Sambungnya.


"Ngomong-ngomong, kamu sekolah dimana?" Tanya Ria yang sedari tadi hanya menyimak.


"Aku sekolah di MAN 2 Padang," jawab Liliana. Ria dan Ninda hanya ber-O ria.


Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke Buper Pandeglang.


"Ria! Ninda! Kalian berdua bawa PowerBank 'nggak?" Tiba-tiba Bima membuka suara. Ternyata dia duduk di belakang Ria dan Ninda.


"Bawa. Kenapa?" Jawab Ria kemudian berbalik nanya kepada Bima.


"Pasti lupa bawa lah tuh," sela Ninda kemudian menyenderkan kepalanya di kursi Bus dan langsung memejamkan matanya yang akan segera memasuki dunia mimpi.


"Ehehe iya," Bima hanya cengengesan belaka, "gimana? Ada 'nggak?" Tanya Bima lagi.


Bima pun mengangguk antusias dengan mata berbinar.


"Nih, PB-nya." Ria menyodorkan PowerBank kepada Bima. Tetapi ... "Eits, ada syaratnya!" Sambung Ria yang tiba-tiba terlintas ide jahil di otaknya.


Bima pun mendengus kesal, "apa syaratnya?!" Tanyanya dengan nada tak bersahabat.


"Kamu harus ..." Bima pun mengerutkan dahinya.


"Janji ya!" Bima hanya mengangguk lesu.

__ADS_1


Sedangkan, Ninda hanya menggelengkan kepalanya dan Liliana hanya tertawa kecil melihat kelakuan teman barunya.


"Kamu harus traktir aku setelah pulang Jambore nanti! Kamu harus traktir aku semua yang aku mau di kantin sekolah!" Ujar Ria. "Gimana? Mau 'nggak? Kalau 'nggak mau, yaudah aku 'nggak akan kasih PowerBanknya!" Sambungnya.


Kemudian, Bima hanya terdiam sebentar. Mengingat Ria tidak terlalu banyak makan, akhirnya Bima pun setuju.


Sedangkan, Ria hanya menatap sinis, entah apa yang ada di pikirannya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)


*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*

__ADS_1


-**Bersambung-


#HappyReadingAll😉🤗**


__ADS_2