Sebatas Patok Tenda

Sebatas Patok Tenda
SPT 10


__ADS_3

Seminggu kemudian ...


"Kalian sudah siap semua 'kan?" Kak Rudy sedang menyiapkan para anggota Scout Batanghari untuk menuju ke Bandara.


"Siap Kak!" Jawab mereka serempak.


"Oke. Pandeglang! We are comming!" Seru Kak Rudy dengan semangat seakan memberikan semangat untuk adik binaannya.


Mereka semua yaitu, Ria Eliyanti yang menjabat sebagai pratama Putri, Bima Abimana yang menjabat sebagai pratama Putra dan Ninda Susanti yang menjabat sebagai sekretaris Pramuka. Mereka bertiga terpilih untuk mewakilkan sekolah mereka ke Pandeglang, Banten.


"Kita sampai disana kurang lebih 3 atau 4 jam. Jadi, kalian boleh santai santai dulu," ucap Kak Rudy yang duduk dikursi penumpang depan. Mereka menaiki Mini Bus walaupun hanya 4 orang saja, tetapi sisanya dijadikan tempat untuk menaruh barang-barang lain.


"Begitu ya Kak? Kalau tahun kemarin 'kan sampai 1 hari lebih sampainya," tanggap Bima yang duduk dibagian baris ke tiga.


"Tahun kemarin 'kan ke Sulawesi. Ini lebih dekat!" Timpal Ninda dengan kesal yang duduk dibaris samping Bima.


"Yaudah sih biasa aja!" Balas Bima sewot kemudian Bima mengambil beberapa makanan ringan yang disengaja dibawanya.


Sedangkan, Ria hanya memasang Earphone ditelinganya sembari memandangi pemandangan alam.


Butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk menuju ke Bandara Internasional Kualanamu.


"Akhirnya sampai juga." Ria bernafas lega.


"Awas nanti kalau kamu mabuk! Aku 'nggak mau nolongin!" Timpal Bima yang tiba-tiba berdiri disamping Ria.


"Ck! Penghancur mood!" Balas Ria dengan diiringi decakan sebal.


"Hei! Kalian mau masuk tanpa bawa barang ya?" Kak Rudy langsung melerai mereka jika tidak, mungkin perang dunia ke-3 akan dimulai sekarang, saat ini dan sekarang.


Ria berjalan terlebih dahulu kemudian disusul oleh Bima. Mereka pun mengambil barang-barang seperti tas, dan peralatan yang lainnya.

__ADS_1


Ketika didalam Bandara, semua anggota Pramuka se-kota Padang sudah sampai dan tinggal Take Off. Mereka berfoto terlebih dahulu sebagai kenang-kenangan.


Setelah itu, mereka semua pun langsung menuju pesawat yang sudah disiapkan.


"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan Lion Air MD-90 dengan tujuan Tangerang. Penerbangan ke Tangerang akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dan 20 menit, dengan ketinggian jelajah 35.000 kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan Lion Air ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama Lion Air kapten Anton dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama Lion Air." Itulah ucapan yang digunakan Pramugari sebelum lepas landas


"Eh! Dengarkan! Jangan berisik!" Titah Ninda dengan membalikkan badannya karena, ada Bima yang sedari tadi mengobrol bersama Kak Rudy.


"Berisik sekali!" Timpal Ria kemudian memasang Earphone ke telinganya sembari memejamkan matanya dan menatap pemandangan dari luar Pesawat yang akan lepas landas.


"Iya iya," balas Bima dengan santainya kemudian melanjutkan obrolannya bersama Kak Rudy tetapi volumenya agak dikecilkan.


Pesawat pun mulai terbang membelah udara pemandangan yang sangat menakjubkan dari atas, semua rumah terlihat sangat kecil sekali.


.....


"Masih lama ya?" Gerutu Ninda sambil melipat tangannya di dada.


"Huh, lama banget sih! Aku capek dari tadi duduk mulu!" Ninda kembali menggerutu kesal.


"Ya sabar sih! 'Nggak usah sewot! Kalau 'nggak mau capek, tuh ajak Pramugari buat nari-nari bareng!" Ajak Bima yang tiba-tiba ikut menimbrung dalam obrolan mereka.


"Apaan sih! Tiba-tiba ngikut! Tamu tak di undang!" Balas Ninda dengan nada kesal.


"Ya, dari pada aku bengong mending aku ikut ngobrol sama kalian," timpal Bima.


"Lah? Emangnya kak Rudy ngapain?" Tanya Ria yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Ninda dan Bima.


"Tuh lihat saja sendiri," balas Bima dengan memakai bahasa yang baku sembari memalingkan wajahnya seakan menunjuk ke arah kak Rudy.


Ninda dan Ria pun berbalik badan dan benar saja, kak Rudy sedang tertidur dengan pulas dan bertumpu pada bantal leher yang selalu ia bawa kemana-mana.

__ADS_1


Ninda dan Ria pun hanya ber-O ria.


Bima pun mencibir mereka berdua dengan menirukan gaya bicara Ninda dan Ria tetapi lebih ke arah mengejek.


"Yaudah lah, aku mau tidur aja!" Ucap Ninda. Ketika Ninda hendak memejamkan matanya, Ria dan Bima pun serentak mengucapkan, "telat! Nanti kalau udah sampai kamu malah susah di bangunnya!"


"Yaudah yaudah. Aku 'nggak jadi tidur!" Pungkas Ninda kemudian kembali membuka benda pipih persegi panjang miliknya dan membuka ikon bergambar Kamera yang berwarna merah. Kalian tahu 'kan? Yup! Dia mau buka Instagrom gays!


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)


*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*


-**Bersambung-

__ADS_1


#HappyReadingAll😉🤗**


__ADS_2