
"Kalian dari mana sih?!" Tanya kak Rudy geram ketika melihat adik binaannya yang baru saja sampainya.
"Kita habis dari toilet, kak!" Jawab Ria dengan nada yang cukup tegas.
"Ke toilet 'kok lama banget," cibir Bima sembari tersenyum kecut.
Ninda pun memberanikan diri untuk membuka suara, "soalnya tadi kita ketemu cowok ganteng banget dah. Terus, kita ngobrol sebentar."
"Cowok ganteng?" Beo Bima dan kak Rudy serempak.
Ninda mengangguk antusias, "dia ... Sekolah di ... SMA Bina Cahaya. Iya dia sekolah disitu." Dengan pola bicara yang agak terputus-putus dan sembari menjelajah penglihatannya.
"Bohong tuh, Kak! Buktinya aja pola bicara-nya begitu!" Ketus Bima. Sementara, Ninda dan Ria pun mengercutkan bibirnya dan menatap kesal ke arah Bima.
Ninda pun dibuat kesal olehnya, "BENERAN TAU! KALAU KAMU 'NGGAK PERCAYA TERSERAH KAMU! KITA 'KAN LAGI NGOMONG SAMA KAK RUDY!" Bentak Ninda.
"Sudah ... Hust! Kita lebih baik kumpul di sana, sebentar lagi akan mengadakan acara makan malam." Kak Rudy melerai Ninda dan Bima. Sedangkan, Ria masih bertengkar dengan fikirannya sendiri entah apa yang ada difikirannya itu.
Mereka pun mulai berjalan menuju lapangan Buper. Disana, banyak para peserta Jambore yang tengah berbaris rapi. Ninda, Ria dan Bima ikut masuk ke dalam barisan.
Setelah itu, mereka mulai berjalan dengan teratur masuk ke gedung Kwarcab Pandeglang. Disana, terdapat bangku panjang yang sudah tertata begitu juga dengan mejanya.
Mereka pun mulai mengambil piring, sendok dan juga garpu dan di susul dengan mengambil nasi dan juga lauk pauk yang sudah tersedia.
"Wah. Kayaknya enak-enak nih," celetuk Ria yang tidak sabar ingin menyantap makanan yang ada di hadapannya.
"Iya Li! Aku bakal nambah ini!" Timpal Ninda sembari merenggangkan otot-ototnya.
Ketika mereka ingin menyantap makanan tiba-tiba saja terdengar suara deheman seseorang yang menggema di ruangan yang bisa di sebut Aula itu.
"Sebelum makan, alangkah baiknya kita mencuci tangan terlebih dahulu," perintah orang tersebut yang berbicara menggunakan pengeras suara.
"Kayak anak TK aja!" Celetuk Bima diiringi dengan decakan sebal.
Semuanya pun berbaris dan mencuci tangannya menggunakan sabun.
"Mari kita berdo'a sebelum makan sesuai kepercayaan masing-masing ... Berdo'a ... Dimulai!" Kata orang itu sembari menundukkan kepala begitu juga dengan para peserta Jambore.
"Selesai! Silakan kalian menikmati makanan kalian."Selang lima menit suasana hening, setelah itu suasana pun menjadi riuh bagaikan pasar yang baru saja dibuka.
"Kakak tadi do'a nya lama banget. Kira-kira, dia baca do'a apa ya? Aku aja tadi pakai arti do'a mau makan tapi kakak itu belum selesai," ucap Ria bingung.
Ninda pun menaikkan bahunya, "Mungkin dia baca do'a tahiyyat?" Ucapnya asal.
"Ngawur, udah yuk! Makan aja!" Ajak Ria. Mereka pun mulai makan dalam diam hanya ada dentingan suara sendok.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka di perintahkan untuk merapikan kembali tempat tersebut. Awalnya mereka mengeluh, tetapi setelah mengetahui hukuman yang sedikit absurd akhirnya mereka pun pasrah.
Dengan rasa sedikit tidak ikhlas, mereka mulai merapikan kembali bangku-bangku panjang.
Setelah selesai, mereka semua di perbolehkan untuk kembali ke tendanya masing-masing.
"Li? Kenapa 'nggak di tenda aja?" Ninda yang tadinya di dalam tenda, menghampiri Ria yang sedang menatap langit-langit malam.
Ria tidak menggubris, ia tetap menatap langit malam dengan sesekali menarik nafas panjang. Takut terjadi yang iya-iya, Ninda pun menepuk bahu Ria.
"Eh!" Refleks Ria tersadar dari lamunannya.
"Ditanya bukannya jawab malah melamun!" Cibir Ninda yang dibalas cengiran oleh Ria.
"Mikirin apa sih? Ohh jangan-jangan cowok yang tadi, ya?" Sambung Ninda sembari menggoda temannya.
"Apa sih. Yang mikirin cowok tadi tuh kamu kali!" Timpal Ria tidak mau kalah.
"Aku tuh setia. Tetap bebep Doni dihati ku," ucap Ninda bangga sembari menepuk-nepuk dadanya.
"Iya 'kan? Kamu pasti lagi mikirin cowok tadi 'kan?" Lanjut Ninda sembari mengangkat telunjuknya ke depan muka Ria.
"Apa sih!" Elak Ria kemudian memalingkan wajahnya dari Ninda.
Ria berdiri dan perlahan mulai berjalan pergi.
Ketika Ria sedang berjalan santai, tiba-tiba saja kakinya tersenggol batu dan hampir jatuh ke jurang.
FYI, ceritanya tuh Buper itu dekat sama jurang ya dekat sama hutan juga.
"Akh!" Pekik Ria. Ninda berlari mengahmpiri Ria yang akan terjatuh ke dalam jurang. Sedangkan, Ria sedang berpegangan dengan akar pohon yang merambat.
"Lili! Tunggu! Aku tolong kamu!" Pekik Ninda yang berusaha menolong Ria. Ninda nampak kesulitan karena jalur yang cukup sulit.
Ria nampak sudah tak kuat lagi hingga pegangannya terlepas. Tetapi, takdir berkata lain ada seseorang yang menolongnya.
Ria pun sudah dalam keadaan semula.
Ninda yang sudah sampai pun ternganga melihatnya.
"Waw ..." Beo Ninda dengan mulut sedikit terbuka.
"Eh, kamu yang tadi?" Tanya Ria yang sudah berdiri.
"Iya. Aku tadi 'nggak sengaja jalan santai terus 'nggak sengaja juga lihat kamu tadi hampir ..." Jawabnya dan memutuskan ucapannya sendiri.
__ADS_1
"Makasih, ya ... Siapa?" Kata Ria kemudian berjabat tangan dengan pemuda itu.
"Rafael Dirgantara." Sembari membalas jabatan tangan Ria.
"Namanya kayak di CEO yang ada di novel-novel. Wah wah ..." Takjub Ninda sembari menggelengkan kepalanya.
"Oh ya, nama kalian siapa?" Tanya pemuda yang bernama Rafael itu.
"Nama aku Ri-" Tiba-tiba saja Ninda memutus ucapan Ria.
"Nama aku Ninda. Ninda Susanti, yang ini namanya Ria Eliyanti kakak Pratama Putri di sekolah." Sembari berjabat tangan dengan Rafael, Ninda pun menyebutkan nama lengkapnya dan juga Ria.
Ria hanya menghela nafas kasar dan sesekali berdecak bagaikan cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, hap lalu ditangkap. Jangan nyanyi loh!
"Salam kenal kalian. Tadi aku 'nggak sempat nyebutin nama aku. Malahan, aku sebutin nama sekolah ku, ehehe ..." Ucap Rafael sembari menggaruk tengkuknya.
"Salam kenal juga ..." Balas Ria dan Ninda serempak.
Mereka bertiga pun kembali menuju Buper. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi mereka bertiga tidak boleh beralama-lama karena, takut di cari oleh panitia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya dengan like, comment dan vote sebanyak-banyaknya. Tanpa semua itu, Author ini tak ada apa-apanya :)
*Jika ada persamaan nama, tempat dan wilayah Author mohon maaf sebesar-besarnya, itu semua hanya karangan Author belaka :')*
-**Bersambung-
__ADS_1
#HappyReadingAll😉🤗
#JustFiksiSayang😊😌**