Sejuta Cerita

Sejuta Cerita
Pendekr tapak malaikat (Cerita Thriller)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA 🙏🙏🙏🙏


Pertarungan sengit terjadi di pasar rakyat. Seorang pemuda dikeroyok oleh beberapa orang berpakaian hitam. Seorang di antara mereka melesatkan tendangan ke arah pemuda tersebut. Seorang lagi mengarahkan pukulan ke kepala pemuda. Dengan sikap tenang, pemuda itu menangkis tendangan dari orang pertama dan berkelit dari pukulan orang kedua.


Orang ketiga yang dari tadi hanya melihat pertarungan itu pun ikut menyerang pemuda tersebut, setelah memasang kuda-kuda, Ia melompat ke dalam pertarungan. Sebuah cakar diarahkan ke punggung pemuda tersebut.


Sang pemuda merasakan ada hawa panas dari balik punggungnya. Ia mengalirkan tenaga dalam ke punggungnya untuk menahan hawa panas yang menyerang punggungnya. Sang pemuda tidak memiliki kesempatan untuk berbalik dan menangkis serangan cakar dari orang ketiga.


Alhasil, cakar itu sudah mengenai punggungnya. Hawa panas dari cakar orang ketiga beradu dengan tenaga dalam yang keluar dari punggung pemuda tersebut. Detik berikutnya, sang pemuda terjengkang ke depan.


Melihat sebuah kesempatan emas, orang pertama dan kedua segera menyerang dari samping kiri kanan pemuda tersebut, seorang melayangkan pukulannya dengan cepat, seorang lagi berusaha memukul pinggangnya.


Pemuda tersebut tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Ini adalah salah satu cara dia berkelit dari serangan musuh. Serangan dari kedua orang berpakaian hitam itu gagal, serangan mereka hanya mengenai tempat kosong.


Layaknya orang yang akan push up, kedua telapak tangannya menyentuh tanah. Ia menggeram, lalu keempat tanah yang dipijak kedua telapak tangan dan kaki pemuda tersebut amblas beberapa centi ke dalam tanah.


Sebelum sempat membalas serangan kedua orang tersebut, tiba-tiba dating serangan dari orang ke tiga. Orang itu melompat dan menerjang punggung pemuda tersebut. Sekali lagi ia mengarahkan serangan ke punggung sang pemuda.


Sebelum serangan orang ketiga mengenai sasaran, orang pertama dan kedua sudah melihat kesempatan emas, siap dengan tendangan ke arah kepala dan pinggang pemuda itu.


Merasa tersudut, sang pemuda akhirnya melompat, ia memilih beradu punggungnya dengan tendangan orang ketiga daripada menerima serangan kepala dan pinggang.

__ADS_1


Dengan segenap kekuatan, ia melontarkan tubuhnya ke atas, mengalirkan setengah tenaga dalamnya ke punggungnya dan siap beradu dengan tendangan orang ke tiga.


Seketika itu juga terjadi benturan keras, orang-orang yang melihat pertarungan tersebut menahan napas sejenak. Orang ketiga berpakaian hitam terpelanting ke belakang kemudian terjatuh ke tanah. Ia meringis kesakitan memegangi kaki kanannya.


Di lain pihak, sang pemuda menjejakkan kakinya di tanah dan berdiri kokoh layaknya pohon beringin besar dan kuat. Orang-orang semua tersenyum dan terdengar beberapa dari mereka memuji kepandaian ilmu silat pemuda tersebut.


Dirasa keadaan sekarang telah berbalik, kedua orang tadi segera mengeluarkan pedang dari sarungnya masing-masing. Mereka segera menyerang pemuda tersebut.


Sejak awal, pertarungan ini memang tidak seimbang, seorang pemuda dikeroyok oleh 3 orang dan sekarang malah ketiga orang tersebut memegang senjata. Sedangkan pemuda tersebut hanya sendirian dengan tangan kosong.


Pedang pertama mengarah ke leher pemuda, pedang kedua menyerang perut sang pemuda. Mata sang pemuda berusaha lebih jeli melihat serangan musuh. Tangan kirinya bergerak menyilang di dada, ia menangkis serangan di leher. Sedangkan tangan kanannya menyilang tubuh lurus ke bawah untuk menghalau pedang yang berusaha merobek perutnya.


“Prank!!!”


Terdengar suara seperti besi baja beradu dengan besi baja. Kedua orang berpakaian hitam tersebut terpekik, tangan mereka serasa ngilu dan kesemutan. Mereka tidak menyangka sedang berhadapan dengan pendekar berilmu kanuragan tinggi.


Melihat kedua temannya berhadapan dengan pendekar yang memiliki ilmu kebal senjata tajam, sejenak orang ketiga mulai mengayunkan pedangnya. Ia mempersiapkan sebuah jurus pedang. Tak lama, pedangnya mulai bersinar hijau agak gelap.


Sang pemuda terkesiap, “kalau tidak salah, itu adalah ilmu pedang kala ijo. Apapun pedangnya, mau tumpul atau tajam, sanggup menembus ilmu kebal.”, batinnya. “Hanya ada 2 orang pemilik ilmu pedang tersebut, Pendekar Kala Ijo dan seorang muridnya”.


“Lalu yang di depanku ini siapa? Pendekar Kala Ijo atau muridnya?”, Sang pemuda bertanya-tanya dalam hati. Namun belum sempat ia bertanya pada pemilik ilmu tersebut, ia terpaksa berkelit ke samping kanan. Sebuah serangan pedang kala ijo menyerbu dirinya.

__ADS_1


Ia ingat pesan gurunya, hati-hati terhadap ilmu pedang kala ijo, tidak hanya sanggup menembus ilmu kebal tubuhnya, namun juga pedangnya memiliki racun mematikan, sekali tergores, seketika itu pula racun menyebar ke seluruh aliran darah hingga jantung. Beberapa detik kemudian, dipastikan jantung berhenti berdetak.


Kedua orang yang tadi menyerangnya sekarang hanya berdiri tersenyum dan melihat temannya menyerang sang pemuda. sepertinya mereka puas melihat temannya mengeluarkan jurus andalan.


Orang-orang yang menyaksikan pertarungan tersebut terpana melihat pertarungan antara sang pemuda dengan pendekar kala ijo. Sinar kehijauan dari pedang mendesing ke kanan dan kiri. Sang pemuda bergerak cepat menghindar mengimbangi kecepatan pedang tersebut.


Lama-kelamaan, yang terlihat hanya kelebatan sinar hijau dan sinar putih, saking cepatnya gerakan kedua pendekar tersebut hingga mata awam orang-orang biasa tidak akan sanggup mengikuti pertarungan tersebut.


Sang pemuda merasa terlalu lama ia berkelit dari serangan pedang kala ijo. Ia berniat untuk mengakhiri pertarungan ini. Sambil berkelit, ia pun mulai mempersiapkan sebuah jurus sakti. Dari lengan kanannya mulai berwarna putih keperakan. Semakin lama semakin bersinar, Ia memusatkan tenaga dalamnya.


Tanpa menunggu lama sang pemuda melesatkan lengannya menyerang dada pendekar kala ijo yang kaget menerima serangan secepat itu. Seketika itu pula pendekar kala ijo terdorong ke belakang dengan keras. Saat terjatuh ke tanah, darah segar muncrat dari mulutnya.


Semua orang menahan nafas melihat kejadian itu, mereka benar-benar tahu bahwa sang pemuda tersebut benar-benar seorang pendekar kelas atas. Kedua orang yang tadi hanya melihat, mendesis saat melihat sang pemuda yang mengeluarkan sebuah jurus sakti dan terkenal, “Pendekar Tapak Malaikat”.


Dari wajah ketiga orang berpakaian hitam tersebut muncul semburat rona ketakutan di wajahnya. Sadar jika mereka berhadapan dengan pendekar kelas kakap dari golongan putih, mereka pun lantas kabur secepat kilat.


Cerpen karangan : M. Rudy Haris


Tamat.


MAAF KALAU ADA KESAMAAN NAMA, ALAMAT, WAKTU, DAN TEMPAT. CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA. JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR, LIKE, KOMEN YANG BANYAK, JADIKAN FAVORIT, VOTE JUGA BOLEH. TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2