Sejuta Cerita

Sejuta Cerita
Surat ini kuberikan.. (Cerita Menyentuh Hati)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA 🙏🙏🙏🙏


Andi duduk di kursi, Seorang dokter ahli jiwa terlihat sedang mengecek kertas-kertas. Suasana begitu tenang, Andi yang terlihat biasa saja bahkan tidak tahu apa yang terjadi mencoba melirik surat yang dipegang dokter. Dokter duduk dan bertatap muka dengan Andi lalu berkata


“ehmm… begini kita mencoba menyelesaikan ini tapi jasad adikmu masih belum ditemukan” dokter jeda sebentar


“bila kamu ingin kami bantu tolong ceritakan mengapa kejadian ini bisa terjadi” lanjut dokter


“haa? Kejadian apa dokter” Tanya Andi


Dokter berhenti sebentar, ia menarik nafas lalu mulai berkata lagi


“Insiden keluargamu” lanjut dokter


“Keluarga? Keluarga saya baik-baik saja ada ibu yang baik dan adek oh iya mereka katanya mau ke sini kok ga dateng-dateng sih? Dokter ngelihat keluarga saya ga?”


Dokter itu diam lalu menulis Belum ada kemajuan lalu mengantar Andi ke kamarnya sendiri.


Sudah 2 bulan Andi tinggal di Rumah sakit jiwa, karena suatu insiden yang dokter sendiri tidak bisa menjelaskannya. Kadang-kadang saat di rumah sakit Andi melihat keluarganya padahal dokter hanya melihat pasien yang menjenguk yang ternyata bukan keluarganya Andi


Rumah sakit pun kebingungan bagaimana bisa seseorang yang 3 bulan yang lalu lulus dari sarjana kedokteran bisa menjadi gila. Hampir semua dokter sudah angkat tangan dalam menangani kasus Andi ini. Bahkan Andi sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan dokter-dokter daerah tersebut


Andi berbaring di atas Kasur melihat ke arah atas dan bertanya-tanya mengapa ibu dan adikku tidak menjemputku padahal aku sudah menunggu lama. Beberapa menit kemudian Andi memejamkan matanya lalu tertidur pulas. Terlintas di ingatannya dalam mimpi bahwa sekitar 3 bulan yang lalu ia baru saja lulus dari sebuah perguruan yang ia lupa namanya


“Alhamdulillah bu aku lulus!” teriak Andi sambal menangis dalam telpon


“Alhamdulillah ya allah… Ton abangmu lulus nih” ibu Andi menangis terharu


Ibu memberikan hpnya ke Sulton dengan keadaan menangis terharu karena senang bahwa anaknya lulus perguruan dokter yang terkenal di Jakarta


“kak.. kakak lulus? Beneran nih?” Tanya Sulton


“iya dek abang lulus dengan nilai bagus” Jawab Andi dengan semangat


“Alhambulillah bang.. ternyata ga sia-sia abang jauh-jauh dari Rembang sekolah di sana”


“iya dek nanti minggu depan abang pulang ke sana”


“iya nanti kami jemput kok”


“iya udah ya wassalamualaikum”


“wa alaikum salam”


Andi sangat bahagia karena akhirnya ia bisa membahagiakan keluarganya yang selama ini telah susah payah bekerja untuknya, Keluarganya menaruh harapan besar pada Andi, terutama ibunya semenjak suaminya telah tiada terpaksa ibunya bekerja dan adiknya merawat ibunya yang sudah berumur 52 tahun.

__ADS_1


Andi berjalan ke arah kos-kosannya. Terlihat teman-temannya begitu bahagia, beberapa anak ada yang memeluk orangtuanya. Semua sibuk dengan kebahagiannya masing-masing begitu pula Andi yang tidak sabar pulang ke rumahnya. Saat di kos-kosan Andi merayakan kelulusannya dengan mentraktir teman-temannya makan mie ayam.


Andi terbangun dari tidurnya dengan kaget jiwanya sudah normal 21 %. Minggu depan kemudian dokter membawa Andi ke ruangan yang sama, Dokter tersebut berpemikiran hasilnya pasti sama akan tetapi kali ini berbeda


“ok jadi sudah ingat apa yang terjadi” Tanya dokter tersebut


“mmm inget apa ya dokter, Oh keluarga saya mana sih sudah saya tunggu lama belum datang” keluh Andi


Dokter geleng-geleng kepala


“soal insiden keluargamu. Bagaimana ini bisa terjadi” Tanya dokter dengan lembut


“saya ga tau oh iya saya pernah mimpi lulus dari perguruan kedokteran loh dokter trus saya nelepon ibu sama adik saya rasanya seneng banget deh” kata Andi


Dokter mengangkat alisnya terlihat wajah serius ia segera mencatat apa yang dikatakan Andi lalu bertanya lagi


“terus gimana?”


“saya balik ke kos-kosan trus saya mentraktir makan mie ayam temen-temen saya rasanya enak banget tapi mahal dan uang saya mau habis trus saya bangun deh” kata Andi dengan muka cemberut


Dokter tersenyum kecil dan menulis kata-kata ADA KEMAJUAN di kertas itu. Dan Andi dituntun oleh suster menuju kamarnya. Saat di dalam kamar suster mengunci pintu dan tinggalah Andi sendiri di kamar itu, Andi melihat ke arah luar jendela dari lantai 3 rumah sakit tersebut ia melihat mobil dan motor melintas. Saat sebuah bus berwarna hijau muda dan bertuliskan “Sumber barokah” melintasi RS itu Andi seketika kaget dan mengingat sesuatu


Andi berjalan mencari bus di terminal dan menaiki bus Sumber barokah berwarna hijau. Ia mendapat kursi di tengah. Ia melihat pemandangan kota Jakarta yang penuh dengan bangunan tinggi dan rumah bagus. Terlihat sudah jam 16.28 di tangannya. Ia sangat senang karena akhirnya bisa memeluk keluarganya yang selama ini ia nantikan, Di perjalanan ia terus-terusan chat dengan ibu dan adiknya. Jam 20.12 Andi mengantuk dan tidur


Andi sudah tidak mengingat kejadian sesudahnya lagi ia berusaha mengingat-ingatnya tapi tidak bisa kini ia sudah sadar 45 %. 2 minggu kemudian Andi dituntun suster keruangan yang sama. Andi duduk di kursi dokter membawa kertas dan duduk didepannya baginya kasus ini sangat unik, bagaikan menyusun puzzle. Dokter menatap Andi dan bertanya


“biasa saja Dok tapi kalo gak salah saya pernah naik bus Sumber barokah pada perjalanan pulang ke rumah saya” Jawab Andi yang bahasanya sekarang sudah seperti orang normal


“terus gimana perjalanannya”


“nyaman di perjalanan saya chat dengan ibu dan adik saya soal saya mau bekerja di rumah sakit mana, terus ibu saya mensarankan rumah sakit Sutomo”


Dokter tersebut kaget lalu bertanya lagi


“trus gimana lagi”


“ga inget lagi” kata Andi dengan wajah sedih


Dokter mengambil penanya dan menuliskan ADA KEMAJUAN Di kertas tersebut, Terlihat Rumah sakit Sutomo di kertas tersebut. Andi dituntun suster ke kamar yang berbeda kamar tersebut nyaman daripada kamar yang sebelumnya Andi pun beristirahat.


6 hari berlalu Andi menjalankan kegiatan seperti biasa tanpa adanya ingatan kembali, suster memberikan makanan untuknnya terlihat piring bertuliskan RS Sutomo ia mengingat sesuatu lagi


Andi terbangun dari tidurnya ia dibangunkan oleh orang yang duduk sebelahnya jam tangannya menunjukan pukul 16.49 dan ia Terminal Rembang di salah satu penanda di luar kaca bus. Ia keluar dengan membawa kopernya mencari-cari keluarganya


“bu abang tuh di sana” kata Sulton sambal menunjuk-nunjuk

__ADS_1


“oh iya ANDI!!” teriak ibunya sambal berjalan mendekatinya


Andi berlari ke arah ibunya lalu memeluknya dengan erat begitu pula adiknya, Air mata kebahagiaan mereka bertiga tidak bisa tertahankan. Setelah pelukan selesai mereka pulang ke rumah dengan berjalan. Di perjalanan Andi memegang erat tangan ibu dan adiknya tercinta. Kebetulan arah jalan pulang mereka melewati rumah sakit Sutomo


“tuh nak RS Sutomo nanti kamu kalo bisa kerja di sana, gajinya gede” saran ibunya sambil menunjuk ke arah RS


“iya bu” Andi mengangguk


Saat di rumah Andi membereskan barang-barangnya. Saat ia mau menunjukan Surat kelulusannya ibunya bilang besok saja karena waktu sudah menunjukan pukul 8 malam dan ia tidur. Saat jam 1 pagi Andi terbangun karena ada suara seseorang di arah luar kamar Andi, ia bingung sedang ada apa karena keadaan rumahnya itu dekat sungai jadi sepi walaupun rumahnya lumayan mewah tapi tetangga dia hanya ada 2.


Karena penasaran Andi keluar ia melihat ada 2 bayangan hitam, Andi menyalakan lampu dan ternyata rumahnya kemalingan.


“Hei sedang Apa kalian!” bentak Andi


Maling tersebut langsung segera memegang tangan Andi lalu memukul mukanya dan Andi pingsan. Saat Andi terbangun hari sudah siang, kepalanya mengeluarkan darah, badannya kesakitan penuh darah dan tangannya memegang pisau saat ia menengok ke arah samping terlihat ibunya tertidur dengan penuh darah di bagian perutnya. Andi kaget ia menangis lalu membangunkan ibunya


“Bu.. bangun buu”


“ibu…”


“bu..”


Andi menangis keras. Pada saat itu ia bingung mau apa karena ia mati rasa, Ia hanya bisa menangis. Ia berusaha meminta pertolongan tapi tidak bisa, karena tubuhnya terluka parah. Ia juga tidak menemukan adiknya itu. Andi lelah menangis dan tertidur dengan tangisan sedihnya


Andi sudah ingat semua yang terjadi ia langsung menangis dan sesekali memanggil ibu dan adiknya. Kini jiwanya sudah 100 % normal 1 jam berlalu dengan tangisan kepalanya pusing dan ia berpikiran ingin bunuh diri karena hatinya sakit. Dokternya melihat ia dan langsung masuk ke dalam kamarnya dan bertanya


“Kamu kenapa?” Tanya Dokter itu


“dok.. saya sudah ingat semuanya” Andi berhenti sebentar


“keluarga saya dirampok, Ibu saya dibunuh tapi adik saya gak tau”


Dokter itu diam lalu menjawab


“adikmu sudah ditemukan polisi 2 hari yang lalu dan dimakamkan bersama ibumu, dia ditemukan hanyut di sungai sementara malingnya belum ditemukan” kata dokter itu dengan nada sedih


“dok… kalau boleh saya ingin melihat makamnya dan ingin pulang dok. Saya sudah sehat” kata Andi memohon


“kalo itu bisa saja nanti saya yang urus”


1 minggu kemudian Andi pulang ke rumahnya. Terlihat foto keluarganya sedang tersenyum membuatnya menangis. Kini Andi bekerja di RS Sutomo ia bersahabat dengan dokter yang merawat dia. Hampir setiap saat ia memikirkan keluarganya dan setiap bulan ia mendatangi pemakaman keluarganya. Kini Andi selalu tersenyum di hadapan orang tetapi ia menyimpan jutaan kesedihan di dalam hatinya.


Cerpen Karangan : May Ramadani


Tamat.

__ADS_1


MAAF KALAU ADA KESAMAAN NAMA, ALAMAT, WAKTU, DAN TEMPAT. CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA. JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR, LIKE, KOMEN YANG BANYAK, JADIKAN FAVORIT, VOTE JUGA BOLEH. TERIMA KASIH.


__ADS_2