
SELAMAT MEMBACA 🙏🙏🙏🙏
Dear Diary…
Hari ini mungkin adalah hari paling spesial untukku, setelah beberapa minggu kami akrab, entah ada angin dari mana, Iqbaale tiba-tiba menyatakan perasaannya padaku… dan entah kenapa aku menerimanya… tapi aku tak bisa membohongi perasaanku, kalau aku memang cinta padanya…
Tapi, tiba-tiba Salsha menjauhiku… jujur, aku sedih kalau harus kehilangan sahabatku itu, tapi hati ini memang tak bisa dibohongi…
Bella Graceva Amanda Haling
Jakarta, 30 November 2013
Flash Back On
'Bell… gue mau ngomong sesuatu' ujar Iqbaale yang sedang duduk bersama Bella di taman sekolah saat jam istirahat, 'ngomong aja kali Baale..' jawab Bella sambil memainkan Bbnya. Tiba-tiba, Iqbaale memegang tangan Bella dan menatapnya sehingga membuat Bella menghentikan aktivitasnya.
'Bell, kita emang baru beberapa minggu saling kenal… tapi perasaanku beda kalo lagi sama kamu, mungkin ini yang namanya cinta kali ya…' ujar Iqbaale sambil cengengesan, 'Bell, gue tau mungkin ini terlalu cepat… tapi perasaanku gak bisa dibohongi, kamu mau kan jadi pacar aku?' tanya Iqbaale.
'aku mau Baale…' jawab Bella sambil tersenyum manis ke arah Iqbaale. 'makasih Bell, aku janji gak bakal kecewain kamu…' ujar Iqbaale sambil memeluk Bella.
Flash Back Off
'Sha… lo kenapa sih?' 'jawab sha, jawab…' ujar Bella sambil berjalan mengejar Salsha yang terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan Bella. 'Sha… please, jawab…' ujar Bella lagi, Salsha pun menghentikan langkahnya. 'lo mau tau gue kenapa, hah? Tapi walaupun gue jelasin lo gak bakal ngertiin gue…' ujar Salsha sambil tersenyum pahit lalu pergi dari hadapan Bella.
—
'Adiba?' ujar Bella saat baru saja sampai di rumahnya, 'Bella…' ujar Adiba lalu memeluk Bella. Adiba adalah saudara kembar Bella, tapi selama ini Adiba tinggal di pesantren. Tiba-tiba cairan merah mengalir dari hidung Bella… 'ya Tuhan… cairan ini lagi…' batin Bella saat masih berpelukan dengan Adiba. 'lo kenapa Bell?' tanya Adiba cemas saat melihat cairan merah itu mengalir dari hidung Bella. 'gue gak apa-apa..' ujar Bella lemas, tak berapa lama kemudian Bella kehilangan kesadaran.
'Bell… Bella… Bellaa…' seru Adiba sambil mengguncang-guncangkan badan Bella yang terbaring di atas lantai. 'Kak Rio… Bella pingsan…' teriak Adiba sambil menangis. 'Bella kenapa?' tanya Rio cemas lalu mengangkat Bella menuju mobilnya. 'gak tau…' ujar Adiba sambil mengikuti Rio menuju mobil. Mereka pun segera pergi ke rumah sakit.
—
'Kak Rio… Bagas… Adiba…' ujar Bella lemah, 'Bella… lo udah sadar…' seru Rio sambil memegang tangan Bella, sementara Bagas dan Adiba duduk di sebelah Rio. 'kenapa sih lo gak pernah bilang tentang penyakit lo?' protes Rio, Bella pun hanya tersenyum tipis. 'gue gak mau kalian khawatir sama gue…' jelas Bella. 'oh ya, kalian jangan kasih tau Iqbaale ataupun Salsha tentang penyakit gue ya… please..' pinta Bella. 'oke… tapi lo harus janji, lo harus sembuh…' ujar Bagas, Bella pun mengangguk.
—
Hari ini Bagas berangkat ke sekolah bersama Adiba, Rio masih menjaga Bella di rumah sakit. Adiba akan pindah sekolah ke sekolah Bella dan Bagas. 'kak, ruang kepsek disana. Lo sendiri aja ya, gue mau ngerjain PR dulu…' seru Bagas, Adiba pun hanya mengangguk sambil tersenyum sementara Bagas pergi ke kelasnya.
Adiba pun berjalan di koridor sekolah menuju ke ruang kepala sekolah. 'eh lo, gue mau tanya donk, ruang kepsek dimana?' tanya Adiba pada seorang anak laki-laki. 'lo lurus aja, trus nanti belok kiri…' jawabnya ramah. 'thanks ya, nama lo siapa?' tanya Adiba, 'gue Iqbaale… lo anak baru ya? Nama lo siapa?' jawab dan tanya Iqbaale. 'gue Adiba, iya gue pindahan Palembang' jawab Adiba, 'eh gue duluan ya.. bye…' seru Adiba lalu pergi ke ruang kepala sekolah, Iqbaale pun langsung pergi ke kelasnya.
—
'gue boleh duduk disini gak?' tanya seorang cowok pada cewek yang sedang duduk di kursi kantin. 'boleh, duduk aja…' jawabnya tanpa melirik cowok itu sedikitpun. 'nama lo siapa?' tanya cowok itu lagi, 'gue Salsha…' jawabnya kali ini sambil menatap cowok itu. 'oh, kenalin gue Aldi…' seru Aldi 'cowok itu-, dan mereka pun bersalaman.
'lo anak IX-2 kan?' tanya Aldi, 'iya, kok tau?' seru Salsha dengan semangat. 'gue kan anak IX-1, jadi pasti tau lah.. kan hampir tiap hari lo lewat ke kelas gue…' jelas Aldy. 'oh, berarti lo sering perhatiin gue dong? Apa jangan-jangan lo suka sama gue?' ujar Salsha berniat menggoda Aldy. 'eng.. em.. enggak kok' ujar Aldy nervous. Salsha pun hanya tersenyum melihat tingkah Aldy.
—
'ayo perkenalkan diri kamu…' suruh Bu Winda pada seorang gadis. 'hy semua, kenalin gue Adiba Khanza Azzahra Haling.. panggil aja Adiba, gue pindahan dari Palembang. Semoga kalian bisa berteman baik sama gue…' seru Adiba di depan kelas. 'oke, sekarang kamu duduk di sebelah Salsha…' suruh Bu Winda, Adiba pun duduk di sebelah Salsha. 'hy, gue Salsha..' ujar Salsha. 'gue Adiba.
—
'kak, kalo nanti Bella pergi… kakak gak boleh nangis ya…' ujar Bella sambil duduk di kursi taman ditemani oleh Rio. 'hush… Bella jangan ngomong gitu…' ujar Rio dengan halus, sebenarnya Rio sakit setiap kali ia mendengar kalimat itu dari Bella, tapi ia berusaha menyembunyikannya. 'tapi kak, waktu Bella udah gak lama lagi… oh ya, Hp Bella mana?' tanya Bella, 'nih..' ujar Rio sambil menyerahkan BB berwarna hitam milik Bella.
Via SMS
__ADS_1
To : Iqbaale
Hy Baale… apa kabar? Gue mau ngomong sesuatu…
To : Bella Graceva
Baik, mau ngomong apa Bell?
To : Iqbaale
Gue mau minta putus Baale, dan jangan tanya apa penyebabnya… yang jelas ini bukan salah lo, dan gue mohon jangan cariin gue lagi… dan makasih buat semuanya yang udah lo kasih buat gue…
To : Bella Graceva
Kenapa Bell? Oke kalo emang itu mau lo, gue gak bakalan marah…
To : Iqbaale
Thanks Baale…
Jelang beberapa menit Iqbaale tak kunjung membalas. Akhirnya Bella pun meminta kakaknya untuk mengantarnya ke ruangan tempatnya dirawat. Ketika baru saja sampai, BB Bella kembali berdering.
To : Bella
Hy Bell, maafin sikap gue selama ini ya… gue tau gue salah. Oh ya, gue sekarang udah jadian sama Aldy. Dan gue udah relain Iqbaale buat lo… oh ya, kenapa lo gak masuk? Lo sakit? Ada murid baru lho, namanya Adiba
To : SalshaBilla
Lo gak salah apa-apa kok Sha, gue yang salah. Gue udah putus sama Iqbaale, dan jangan tanya apa penyebabnya. Syukur lah kalo lo udah punya pacar. Gue gak kenapa-kenapa kok, oh ya, Adiba itu kakak kembar gue…
To : Bella
To : SalshaBilla
Jangan, gue gak ada di rumah… gue lagi jalan sama kakak gue… gue titip Adiba yah
To : Bella
Oke…
Bella tak membalas SMS dari Salsha. Ia pun langsung tiduran di kasurnya. 'kak, Bella mau buat Video, tolong direkam ya… tapi kakak pergi keluar dulu…' seru Bella, kakaknya pun menuruti kemauan Bella. Tak lama kemudian Bella membuat Video itu.
—
'kak, Bella mana?' tanya Adiba yang baru saja sampai di rumah sakit dan diikuti oleh Bagas. 'Bella di dalem, lagi buat video… jangan diganggu dulu… nanti dia ngambek' ujar Rio, Bagas dan Adiba pun mengangguk dan duduk di dekat Rio.
Beberapa menit kemudian, Rio, Adiba dan Bagas masuk ke ruangan tempat Bella dirawat. 'kak, jangan lihat rekaman ini dulu ya, nanti kalo udah waktunya, baru boleh kalian tonton tapi sama Salsha, Iqbaale dan Aldy' seru Bella, 'iya,' seru ketiganya bersamaan.
'kamu kenapa Bell?' tanya Adiba cemas ketika melihat Bella memegangi kepalanya. 'kak Rio, Adiba, Bagas… kalo Bella pergi kalian jangan nangis ya… kalian harus janji akan selalu kuat, Bella gak seutuhnya pergi kok… Bella akan selalu ada di hati kalian…' ujar Bella, tanpa sadar, Rio, Bagas dan Adiba mulai menitikan air matanya.
'kak, walaupun lo cerewet… tapi gue sayang lo… lo jangan ngomong gitu kak…' seru Bagas sambil sedikit menangis. 'Bell, kita sayang sama lo… lo gak boleh ngomong kaya gitu..' ujar Adiba sambil mengelap air matanya. 'Bell, lo pasti sembuh… lo pasti bisa ngumpul bareng kita lagi…' seru Rio.
'tapi waktu Bella udah gak lama lagi, Bella gak kuat kak, Adiba, Bagas… inget, Bella selalu ada di hati kalian… jangan nangis ya…' ujar Bella dengan suara hampir tak terdengar. 'Bella jangan ngomong gitu…' ujar Adiba, 'Adiba, gue titip Kak Rio sama Bagas ya, jagain mereka. Gue juga titip Iqbaale, buat dia bahagia…' ujar Bella, Adiba pun hanya menangguk sambil berusaha menahan tangisnya.
'Bella gak boleh pergi, udah cukup kita kehilangan mama sama papa. Kita gak mau kalo harus kehilangan Bella juga…' ujar Rio. 'Bella udah gak kuat kak… Bella mau pergi… jangan nangis… selamat tinggal semua… Bella sayang kalian…' ujar Bella yang saat itu juga menghembuskan nafas terakhirnya, kata-kata itu merupakan kata-kata terakhirnya. Kini Bella telah pergi untuk selamanya.
__ADS_1
—
Hari ini merupakan pemakaman Bella. Air mata terus mengalir dari mata Rio, Adiba dan Bagas. Adiba tak henti-hentinya memanggil nama Bella. 'bell, gue janji bakal jagain Iqbaale buat lo…' batin Adiba sambil memegang nisan bertuliskan BELLA GRACEVA AMANDA HALING. Tak terasa, hari sudah beranjak sore, para pelayat pun satu persatu mulai meninggalkan tempat ini.
'kita pulang yuk…' ajak Bagas dengan suara serak karena menangis. 'ayo…' jawab Adiba dan Rio. 'Bell, kita pergi dulu ya… kita janji gak akan nangis lagi…' seru Adiba. Mereka pun segera pulang ke rumahnya.
—
Hari ini, Adiba, Bagas dan Rio berangkat ke sekolah tanpa ada Bella di samping mereka. 'kak, kalo Salsha atau Iqbaale tanya tentang Bella, gue harus bilang apa?' tanya Adiba saat baru saja sampai di sekolah. 'lo bilang aja, nanti siang pas pulang sekolah, suruh mereka dateng ke rumah. sekalian kita liat video yang Bella buat kemaren…' jelas Rio, Adiba dan Bagas pun mengangguk. 'ya udah, gue duluan ya…' seru Rio lalu pergi ke kelasnya. Adiba dan Bagas pun segera pergi ke rumahnya.
—
'Adiba…' teriak Salsha dan Iqbaale secara bersamaan dari arah berbeda. 'apa?' tanya Adiba sambil berjalan melewati koridor sekolah dan diikuti oleh Iqbaale dan Salsha. 'Bella mana?' tanya Salsha, 'Bella… Bellaa… nanti siang kalian ke rumah gue aja deh, nanti gue jelasin semuanya.' Jelas Adiba lalu pergi menuju kelasnya. Sementara Salsha dan Iqbaale masih bingung dengan kata-kata Adiba.
—
'Diba pulang…' teriak Adiba dari luar rumahnya. 'eh kalian, ayo masuk…' suruh Rio sambil tersenyum. Adiba, Iqbaale, Aldy dan Salsha pun masuk ke dalam rumah. 'kalian duduk dulu ya… gue mau nyetel kaset ini dulu..' ujar Rio sambil menyetel kaset itu. Tiba-tiba muncul seseorang di video itu yang tak lain adalah Bella.
Hy Kak Rio, Adiba, Bagas, Iqbaale, Aldy, Salsha… mungkin saat kalian liat video ini gue udah pergi dan udah tenang di atas sana… oh ya, sebelumnya gue mau minta maaf karena selama ini gue gak ngasih tau tentang penyakit gue ini, gue gak mau kalian sedih karena gue…
'jadi.. Bella.. udah meninggal?' tanya Salsha sambil menangis. 'iya, dia meninggal dua hari yang lalu…' jawab Adiba sambil menahan tangisnya.
Kalian jangan nangis, terutama Kak Rio, Bagas, Iqbaale sama Aldy. Masa cowok cengeng sih… buat Salsha, maaf kalo gue gak bisa jadi sahabat yang baik buat lo… dan maaf gue gak bisa jadi kakak sekaligus adik buat kak Rio, Bagas dan Adiba. Inget jangan nangis!!!
Buat Aldy, makasih karena udah mau jadi sahabat gue selama beberapa minggu ini. Dan buat Iqbaale, jangan nangis… gue minta maaf karena gak ngasih tau semua ini. Ini juga alasan gue mutusin lo, gue gak mau lo sedih kalo tau gue lagi sakit… dan makasih karena lo udah jadi orang paling spesial dalam hidup gue beberapa minggu ini…
Gue sayang kalian semua…!!! inget ya, gue bakalan selalu ada di hati kalian… sekarang gue mau pergi… Jangan nangis ya, selamat tinggal semuanya… kalian harus bisa jalanin hari tanpa gue lagi… selamat tinggal…
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud HARMONY
Seiring berhentinya lagu, kaset itu pun selesai. 'kak, kasih tau dimana makam Bella? Kita mau kesana kak…' ujar Iqbaale disertai anggukan dari Salsha dan Aldy. Rio pun memberi tahu mereka, dan mereka pun bergegas pergi ke makam Bella.
Mereka bertiga pun sampai di makam. Sesampainya disana, mereka langsung mencari makam Bella. Hingga tak lama kemudian, mereka sampai di makam dengan nisan bertuliskan BELLA GRACEVA AMANDA HALING. 'hy Bell…' seru Salsha sambil menangis. 'Bell, maafin kita ya… kita baru tau kalo lo meninggal…' seru Aldy. 'Bell, gue janji gak bakalan nangis… semoga lo tenang di alam sana. Kita semua sayang sama lo Bell..' ujar Iqbaale sambil mengelus-elus nisan Bella.
'Bell… kita pulang dulu ya… do'a kita selalu menyertai lo… Bye Bella…' seru Salsha. 'Baale, lo ikut pulang gak?' tanya Salsha sambil berdiri bersama Aldy. 'gak deh, kalian duluan aja…' ujar Iqbaale, Salsha dan Aldy pun meninggalkan Iqbaale sendiri di makam.
'Bell, maafin gue. Selama kita pacaran, gue gak bisa jadi pacar yang baik buat lo.. lo sakit aja gue gak tau, gue sayang lo Bell…' ujar Iqbaale sambil mengelus-elus nisan Bella. Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan Iqbaale Bella sudah duduk di samping Iqbaale. 'Gue juga sayang lo Baale…' ujar Bella, Iqbaale pun sontak menoleh ke sampingnya.
'Be.. Bella… lo Bella? Bukannya lo udah meninggal?' tanya Iqbaale sedikit ketakutan. 'gue Bella, emang sih gue udah meninggal. Gue kesini Cuma mau ngucapin selamat tinggal… maaf ya kalo gue sering buat lo kecewa…' ujar Bella sambil menatap Iqbaale. 'oh ya, gue titip Adiba ya… bahagiain dia, karena gue sama Adiba itu saudara Kembar… lo jangan nangis, gue selalu ada di hati lo… gue juga titip Bagas dan Kak Rio ya… gue sayang lo Baale..' ujar Bella.
'gue juga sayang lo Bell… please jangan tinggalin gue..!!' pinta Iqbaale sambil menatap Bella. 'maaf Baale waktu gue udah gak lama lagi. Boleh gak gue peluk lo buat yang terakhir kali?' tanya Bella, Iqbaale pun menangguk seraya tersenyum, mereka pun berpelukan. 'Baale gue pergi ya… jaga diri lo baik-baik, dan jangan pernah tangisin gue lagi. Lo harus bisa lanjutin hidup tanpa gue. Inget!! gue titip Adiba, Kak Rio dan Bagas. Bahagiain mereka, terutama Adiba. Selamat tinggal Baale. Gue akan terus ada di hati lo…' ujar Bella, ia pun mulai menjauh dari Iqbaale, hingga lama-kelamaan ia menghilang dan tak akan kembali.
'oke Iqbaale, lo harus bisa jalanin hidup tanpa Bella. Dan lo harus bahagiain Adiba, Kak Rio dan Bagas…' ujar Iqbaale seraya tersenyum. Ia pun mulai melangkahkan kakinya dan pergi dari tempat itu. Kini ia harus bisa menjalani hidup tanpa seorang BELLA GRACEVA AMANDA HALING.
Cerpen Karangan: Gina Fitria
Tamat.
MAAF KALAU ADA KESAMAAN NAMA, ALAMAT, WAKTU, DAN TEMPAT. CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA. JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR, LIKE, KOMEN YANG BANYAK, JADIKAN FAVORIT, VOTE JUGA BOLEH. TERIMA KASIH.
__ADS_1
Kata kata penulis : YES…!!!! Jadi juga cerpen gaje ala Gina… maaf ya kalo alurnya gak jelas, maaf juga kalo judul gak nyambung sama isinya. mohon di maklum ya, namanya juga penulis amatiran Hehe :D