Sejuta Cerita

Sejuta Cerita
Kontes robot cerdas (Cerita Thriller)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA 🙏🙏🙏🙏


Bram sibuk mengerjakan tugas salah satu mata kuliahnya. Medan Magnet. Kata teman-teman ini adalah mata kuliah tingkat dewa. Di dalamnya selain membahas fenomena listrik di sekitar magnet, pula perhitungannya yang bikin pusing tujuh keliling, integral (salah satu cabang matematika tingkat tinggi).


Pokoknya ini adalah mata kuliah yang paling susah. Tapi bagaimana pun juga Bram harus mengambil mata kuliah tersebut dan segera menyelessaikan tugas dari dosennya.


“Meong.. meong..”, tiba-tiba smartphone milik Bram berdering. Agak aneh cowok menggunakan nada dering suara anak kucing.


Bram segera mengambil handphone, ada pesan whatsapp yang masuk.


Dari Raka,”Bro, program udah jadi, kita kerjain sekarang?”, Tanya Raka.


“Ntar, aku masih ngerjain tugas medan magnet, ntar siang aja kita kerjain.”, jawab Bram.


“Oke” Raka pun menyetujui.


Setelah beberapa waktu lamanya Bram mengerjakan tugas medan magnet, ia pun mempersiapkan perlengkapan untuk menemui Raka. Mereka sedang mengerjakan proyek pribadi. Mereka membuat sebuah robot kecil untuk diikutkan lomba kontes robot.


Tak lama Bram sudah melaju di atas motornya menuju laboratorium robotika. Perjalanan dari kost Bram menuju gedung robotika memakan waktu sekitar 15 menit. Gedung tersebut terletak di kiri jalan dalam lingkungan kampus.


Sesampai di laboratoriun robotika, Bram segera membuka box peralatannya. Ia mengeluarkan seluruh peralatan mulai dari spare part untuk merangkai robot, beberapa bagian board dan kabel berwarna warni.


Tanpa komando, Raka pun mempersiapkan peralatannya pula. Detik berikutnya mereka tenggelam dalam pekerjaan mereka. Sesekali mereka melirik ke arah dinding laboratorium, sebuah gambar desain perencanaan pembuatan robot tertempel di sana. Mereka harus jeli memasang setiap bagian robot, agar hasilnya sempurna.


Setelah seluruh bagian robot terpasang, mereka berdua memperhatikan robot hasil karya mereka. Robot tersebut berukuran kira-kira berdimensi sekitar 20 centimeter.


Bentuk robot tersebut mirip laba-laba. Dengan 8 kaki, dan 2 tangan di badan. Beberapa kamera mini terpasang di bagian atas. Di bagian depan dan di bawah kedua tangan robot, terdapat sebuah baling-baling.


Bram pun mulai menyalakan laptop, ia memasang sebuah kabel penghubung antara laptop dengan robot. Ia pun sibuk membuat ‘coding’ dan mentransfernya ke dalam system robot. Sedangkan Raka mempersiapkan smartphone miliknya. Raka telah membuat sebuah software robot controller yang di pasang di smartphone-nya.


“Selesai”, ujar Bram.


“Oke kita nyalakan robotnya”. Sahut Raka.


Sehabis Bram memutar tombol ‘ON’ di salah satu bagian robot, Raka pun segera mengoperasikan smartphone-nya. Seketika itu pula robot hasil karya mereka mulai berjalan. Memiliki kaki yang mirip laba-laba, maka cara jalannya pun mirip laba-laba pula.

__ADS_1


Robot berjalan ke sana ke mari mengikuti control dari smartphone Raka. “bagus, sesuai perencanaan. Saatnya mencoba memanjat”, ujar Bram. “Oke kita coba, apakah robot ini bisa memanjat”, kata Raka.


Bram segera mengambil sebuah arena kecil yang mirip dengan gambar lokasi pertandingan robot yang akan dilombakan. Raka pun segera menaruh robot ke dalam arena dan mulai mengoperasikan robot melalui smartphone miliknya.


Di dalam arena sudah dipersiapkan sebuah box yang terletak di tengah pertandingan. Samping kiri kanan box memiliki lubang-lubang kecil. Di atas box terdapat sebuah lilin dan apinya telah dinyalakan oleh Bram.


Robot berjalan menuju ke tengah arena. Selanjutnya robot pun memanjat box menuju ke atas box. Pelan tapi pasti, satu persatu kaki robot memanjat box tersebut. Sebuah maneuver dilakukan oleh robot tersebut untuk mencapai posisi atas box.


Dengan lancer robot tersebut telah sampai di atas box dan berada di hadapan lilin. Kemudian Raka pun mulai menekan tombol “Push”. Saat itu pula baling-baling di tubuh robot mulai berputar kencang hingga api pada lilin padam.


Robot telah menyelesaikan misi memadamkan api. Bram dan Raka tersenyum puas, pekerjaan mereka berhasil.


***


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, jalanan kampus begitu ramai. Terlihat orang-orang sedang menuju lokasi gedung serba guna kampus. Di sanalah kontes robot tingkat provinsi diadakan.


Dalam gedung pun para penonton sudah memadati area pertandingan. Penonton terdiri dari berbagai usia, mulai anak-anak, remaja, mahasiswa, hingga paruh baya. Di antara mereka ada yang membawa bendera almamater kampus. Bahkan ada pula yang memakai kostum robot.


Ada 3 kategori lomba. Yang pertama adalah kategori umum, kedua kategori mahasiswa, dan ketiga merupakan kategori untuk anak SMA dan SMP.


Bram melakukan uji coba pada robot buatannya. Kali ini mereka tidak menggunakan controller. Robot telah disempurnakan dengan tambahan kecerdasan buatan’. Robot akan berjalan secara otomatis mencari box dan memadamkan api di atas box.


Saat robot telah mencapai box, robot terlihat berjalan berputar-putar berkeliling box, Bram hanya memperhatikan saja. Setelah dirasa terlalu lama, Bram pun memanggil Raka,


“Bro, robotnya dari tadi berjalan memutari box, tidak segera memanjat”, kata Bram menginformasikan kepada Raka.


“hah? Masak sih?” Tanya Raka.


“Coba perhatikan..” seru Bram.


Setelah beberapa menit memperhatikan, Raka menarik kesimpulan bahwa robot buatan mereka error.


“Waduh, padahal mau pertandingan ini, ayok segera kita perbaiki”. Kata Raka.


Pertandingan sudah dimulai, satu persatu team menampilkan robotnya masing-masing. Raka dan Bram berada pada urutan ke 10 untuk meanpilkan robot mereka. Hingga penampilan team ke 9 perbaikan mereka masih belum selesai. Apabila mereka tidak tampil, maka mereka akan dianggap gugur.

__ADS_1


Kedua sahabat karib itu masih sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka, hingga akhirnya mereka selesai melakukan perbaikan,


“Berikutnya, Team Braka, dengan nama robot juga Braka dipersilahkan masuk arena pertandingan.”, ujar pengeras suara dari wasit pengatur pertandingan.


“Waduh, gimana nih? Padahal belum dicoba uji coba lagi?”, Tanya Raka.


Robot mereka sudah diperbaiki sisi software maupun hardware, tapi sayang mereka belum sempat melakukan uji coba lagi.


“Gimana lagi, kita masuk arena pertandingan saja, langsung tampil, dari pada kita didsiskualifikasi dan dianggap gugur”, jawab Bram.


Mereka berdua bersama robot Braka pun memasuki arena pertandingan. Robot Braka pun mulai di power ON, mengindikasikan bahwa robot siap melaksanakan misi memadamkan api di tengah arena pertandingan.


“Siap? 3.. 2.. 1.. mulai”, seru wasit pertandingan.


Raka pun mulai menekan tombol Go untuk member perintah pada robot. Seketika itu robot mulai berjalan. Dengan cepat robot itu pun telah sampai di tengah pertandingan. Robot pun mulai memutari box tersebut.


Agak lama robot itu melakukan aksi memutari box. Raka dan Bram memperhatikan robot mereka dengan cemas. Sesaat robot pun berhenti berputar, kemudian perlahan mulai memanjat box tersebut. Setelah sampai di atas box, robot itu pun mulai melihat lilin dengan api menyala di hadapannya. Saat itu pula robot menggerakkan sebuah kipas yang terpasang di kepalanya. Sekejap api pun padam.


Seluruh penonton bergemuruh, mereka bertepuk tangan. Raka dan Bram seketika bersorak kegirangan.


“Berhasil !!!”, pekik Raka dan Bram bersamaan.


“Robot Braka berhasil memanjat dan memadamkan api, selamat kepada team Braka. Robot membutuhkan waktu 1 menit 23 detik untuk memadamkan api. Selanjutnya panggilan kepada team 11 untuk bersiap-siap.”, uajr wasit pertandingan memberikan penjelasan kepada seluruh penonton melalui pengeras suara.


Setelah pertandingan berakhir, robot Braka berada di posisi ke 5 sebagai juara harapan 2.


“Gak papa, Bro. Kita akan ikut lagi kontes robot tahun depan dengan robot yang lebih sempurna”, kata Raka member semangat kepada.


Bram hanya mengangguk murung.


Cerpen karangan : M. Rudy Haris


Tamat.


MAAF KALAU ADA KESAMAAN NAMA, ALAMAT, WAKTU, DAN TEMPAT. CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA. JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR, LIKE, KOMEN YANG BANYAK, JADIKAN FAVORIT, VOTE JUGA BOLEH. TERIMA KASIH.

__ADS_1


Ini pertama kalinya author upload cerpen dengan Gendre Thriller, jadi mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan, dialog, atau pun jalan ceritanya. Karena ini bukan author sendiri hang buat!


__ADS_2