
Dirumah Senja..
Hmm..
Foto2nya lumayan juga. Hasilnya bagus. Oke beberapa foto bisa kumasukkan blog ini. Hasilnya ga mengecewakan. Entah tempatnya kemarin yang bagus, ato skill fotografernya yang bagus. Mungkin keduanya. Pikirku.
Kupikir dia ga seprofesional ini. Ternyata hasil kerjanya oke. Fix, foto berikutnya aku mo lanjut kerjasama lagi dengannya. Gumamku dalam hati sambil senyum senyum.
"Doooorrrrrr" tiba tiba kak Dirga mengagetkanku sambil menepuk bahuku yang sedang asik tengkurap di kasur sambil melihat hasil foto yang dikirimkan Ega, barusan.
"Diih kak Dirga, ga lucu tau" kataku kesel sambil melempar bantar ke arahnya.
"Yee, sapa yang ngelawak. Lagian serius bener mantengin laptop sambil tiduran nyante gitu" jawabnya sambil meluk aku.
"Eh, kakak kapan dateng dari Sydney?" tanyaku sambil bangun dari tengkurap dan duduk di kasur menghadap kak Dirga.
"Barusan. Baru sejam yang lalu, trus makan siang di bawah sama mama papa , ngobrol2 sm mereka, trus naek kesini cek adek tercinta lagi ngapain kok ga ikut makan siang dibawah" jawabnya sambil ngacak ngacak rambutku.
__ADS_1
"Lah, makan ga ngajak2. Biasanya mama triak manggil2, ini tumbenan kok diem2 bae. Ga taunya kakak isengku tersayang pulang. Langsung lupa deh sama anak cewenya" gerutuku.
"Yaelah gitu ngambek, mama kelupaan mungkin karena memang dari tadi ngobrol2 sama aku. Dari aku datang sampe naek kesini, mama ga brenti ngoceh tau" kata kak Dirga setengah berbisik.
"Hayoo ngomongin mama yaa. Dosa tau ngomongin orang tua" tiba tiba mama muncul masuk kamar sambil bawa cemilan buatku.
"Ini mama bawain cemilan. Buruan dimakan yaa. Tadi kelupaan manggil kamu, soalnya kakakmu ini baru datang udah nyerocos aja begitu ketemu mama" kata mama sambil duduk di sebelah kak Dirga.
"Lah, mama kenapa jadi nyalahin Dirga, kan mama yang ngajakin ngobrol dari Dirga datang" kata kak Dirga membela diri.
Mama cuma ketawa sambil membelai kepala kak Dirga. Mama sangat menyayangi kami berdua. Bagi mama, aku dan kak Dirga tetaplah seorang bayi kecil kesayangannya mama. Dimata mama, kami ga pernah jadi anak dewasa. Begitu juga denganku. Aku juga sangat sayang sama mama sama kak Dirga, sama papa juga. Betapa bersyukurnya aku diberikan keluarga lengkap dan utuh serta bahagia seperti sekarang.
"Loh, napa nangis?" tanya kak Dirga.
"Gapapa, seneng aja kita semua bisa kumpul lagi dirumah ini" jawabku sambil menyeka air mata.
Mama mengelus kepalaku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yaudah dimakan dulu rotinya. Makan nasinya dibawah aja ya. Mama kebawah dulu" kata mama kemudian berdiri dan beranjak dari kamarku.
"Iya ma" jawabku sambil mulai mengunyah roti bakar isi selai kacang favoritku.
"Enak?" tanya kak Dirga.
"Enak" jawabku sambil terus mengunyah.
"Kalo gitu ini sisanya buat kakak ya" kata kak Dirga menyomot sisa roti bakar yang ada di piringku sambil berlari keluar kamar.
"Diih, kak Dirgaaaaa" teriakku sambil melempar bantal ke arahnya namun ga kena karena kak Dirga keburu ilang dari pandanganku.
Setelah selesai ngemil, aku mulai mengupload beberapa foto yang tadi kupilih ke blog ku.
Ga lama setelah itu, iseng2 kukunjungi blognya Ega si fotografer.
Hmm, dia memajang salah satu fotoku tampak dari belakang yang di bukit moko kemarin. Ni orang ga sopan yaa majang foto tanpa ijin si empunya foto lebih dulu. Batinku menggerutu.
__ADS_1
Eh, tumben fotonya dikasih keterangan pake kata kata. Dan aku langsung tersenyum setelah membacanya. Aku like dan aku komen fotoku yang dia pajang dengan emoticon.
Hihi, bisa aja ni orang. Pikirku sambil ketawa geli.