Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Kehangatan keluarga


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa sudah hampir setahun aku mempelajari semua yang ada di perusahaan papa. Sekarang tinggal pengecekan tiap cabang saja. Aku tak mau ada cabang yang merugikan perusahaan kami, jadi harus kupastikan bahwa semua cabang benar-benar kondusif dan tidak ada yang curang.


Hubunganku dengan Senja juga baik, kami masih intens berkomunikasi. Setiap hari selalu kusempatkan buat video call. Walaupun aku sudah begitu merindukannya, pengen banget memeluknya, namun sampai detik ini aku belum sempat mengunjunginya. Untungnya Senja begitu mengerti keadaanku saat ini. Ternyata mempelajari seluk beluk perusahaan ga semudah yang ada dipikiranku, begitu ribet dan memusingkan. Begitu banyak yang harus dipahami. Untung semua bisa kulewati.


Akhirnya setelah kesibukan yang tiada henti, hari ini aku, mama dan papa bisa bersantai dirumah. Weekend ini kami memutuskan untuk stay dirumah karena memang lagi ga pengen kemana-mana.


"Ga, besok lusa coba cek ke anak cabang perusahaan yang ada di Bali ya" kata papa membuka obrolan.


"Ke Bali pa? Kok mendadak. Sendirian ato sama mama papa?" tanyaku.


"Sama mama sama papa. Kami sekalian mau merayakan anniversary" kata papa sambil tersenyum memandang ke arah mama. Mama pun membalas senyuman papa.


Sejenak kuperhatikan mereka berdua saling bertatapan dan bertukar senyum. Sungguh romantis sekali. Seakan cinta mereka tak pernah lekang oleh waktu. Aku pun kelak ingin seperti mereka. Selalu setia dan tetap saling mencintai hingga tua, hingga ajal menjemput.

__ADS_1


"Cieeeeee" kataku memecah keheningan membuat mereka berdua sedikit tersipu.


"Ma, pa, kenapa dulu memutuskan cuma punya anak satu? Kalo cinta kalian sebegitu besar dan dalam, harusnya bikin anak banyak dong. Jadi kan aku ada temen bermain sama berantem. Ga kesepian" kataku sambil duduk ditengah-tengah mereka dan memeluk mereka berdua.


"Bukan kami yang memutuskan sayang, semua udah kehendakNya. Kami pun sebenarnya menginginkan anak lagi, cuma keadaan mama yang tidak memungkinkan lagi" kata mama menerangkan.


"Maksudnya ma?" tanyaku kurang paham.


"Dulu waktu hamil kamu, sekitar 8 bulan, mama sama papa berniat pergi untuk check up ke bidan. Mama dibonceng papa naek sepeda motor. Waktu dijalan kami kecelakaan. Akhirnya mau ga mau mama harus operasi untuk mengeluarkan kamu sekaligus mengangkat rahim mama" kata mama dengan nada sedih.


Akupun bisa merasakan kesedihan mereka. Ma, pa, aku janji ga akan pernah bikin kalian kecewa. Aku bakal jadi anak kebanggaan mama sama papa. Terima kasih telah merawatku sampai detik ini.


"maafin Ega ya ma, pa. Ega ga tau kalo ternyata bukan keinginan kalian untuk ga memberikan Ega saudara. Tapi karena takdir. Ega janji Ega ga akan bikin mama sama papa kecewa. Ega bakal bahagiain mama sama papa. Ega bakal jagain kalian selalu. Ega janji. Ega sayang banget sama mama sama papa" kataku sambil menangis dan memeluk mereka.

__ADS_1


"kami tau nak. Pasti kamu bakal lakuin yang terbaik. Tetap prioritaskan kehidupan kamu ya. Liat kamu sukses dan bahagia itu udah merupakan kebahagiaan buat kami" kata papa sambil mengelus kepalaku.


"Dan kebahagiaanku adalah kalian berdua. Aku bersyukur memiliki orang tua seperti kalian" kataku sambil menyenderkan kepalaku ke papa.


"Yasudah, udahan melownya. Kita makan siang yuk. Tadi mama masak sendiri buat nyiapin semuanya. Semua kesukaan kamu sama papa" kata mama.


Kami pun langsung menuju meja makan untuk makan siang bareng. Wuuahhhh masakan mama emang juara banget. Terenak sedunia bagiku. Ga ada yang bisa ngalahin rasanya karena dimasak dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Waah, mama tau aja ini papa lagi pengen banget makan asem-asem daging" kata papa langsung mengambil nasi dan asem-asem kesukaannya.


"Aku juga mau ini. Siang-siang seger lauknya asem-asem" jawabku ga mau kalah dari papa. Aku pun ikut mengambil asem-asem daging yang begitu menggoda.


Mama hanya tertawa melihat tingkah kami berdua. Kami pun menikmati makan siang bersama disertai dengan obrolan-obrolan kecil dan becandaan serta tebak-tebakan yang konyol yang bikin kami semua tertawa.

__ADS_1


Ya Allah, semoga keluargaku selalu hangat seperti ini, aku ingin selalu melihat senyum mereka. Aamiin.Doaku dalam hati.


__ADS_2