
Paginya..
Hoammzzz, jam berapa ini, aku beneran bobo nyenyak ya semalem, sampe ga kebangun sama sekali. Kulihat jam dimeja dekat kasurku menunjukkan pukul 8 pagi. Ahh, rasanya hari ini pengen bersantai. Eh, Senja apa kabar ya. Katanya semalem sakit, udah sembuh apa belum ya, pikirku.
Segera kuambil hp yang ada di sebelah bantalku dan aku mulai mengetik pesan untuk senja.
"Pagi.." isi chatku basa basi.
"Pagi" balas Senja.
"Gimana keadaan kamu? Masih pening kepalanya?" tanyaku penasaran.
"Masih Ga. Lemes banget pula" balas senja.
"Mau kuantar ke dokter?" tanyaku menawarkan.
"Ga usah. Ntaran aja" balas Senja singkat.
__ADS_1
Sepertinya sakit Senja parah. Dari semalem kepalanya pening sampe sekarang belum sembuh juga. Padahal udah minum obat, pikirku. Ntar aku kerumahnya aja coba liat keadaannya kayak gimana, takutnya ntar gimana-gimana, aku berinisiatif.
Akhirnya rencanaku buat ngebo seharian batal, hari ini rencana mau jengukin Senja yang lagi sakit. Sekalian aku kasih file hasil foto yang kemarin.
Aku bergegas ke kamar mandi. Brrrr, airnya dingin banget, tapi seger mandi pake air dingin pagi gini. Selesai mandi, aku menyiapkan foto-foto hasil jepretan kemarin. Beberapa aku edit supaya hasilnya lebih maksimal. Setelah itu, kusimpan ke flasdish. Aku turun ke bawah untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah Senja.
Bibi masak apa ya, di meja makan kulihat ada banyak makanan. Tumbenan ini. Ada ayam bakar, gurami asam manis, rendang, tumis sayuran, nasi uduk, sambal terasi.
"Bi, makanan sebanyak ini buat siapa bi? Mau ada tamu kita?" tanyaku ke bibi.
"Engga mas, cuma bapak sama ibu mau pulang siang ini. Bibi diminta menyiapkan makan siang. Katanya mau makan siang sama mas Ega sambil ngobrol-ngobrol" jawab bibi.
Aku langsung siapin makanan untuk sarapan. Aku bikin roti bakar dengan selai kacang, sekalian kubikinin buat Senja. Dia suka roti bakar selai kacang. Hhhh, aku menghela nafas.Semua ini mengingatkanku dulu. Lara selalu bikinin aku roti bakar kayak gini. Dan sekarang, aku yang bikinin roti bakar buat orang lain.
Hidup itu terkadang membingungkan. Kita ga pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya. Cukup lakukan hal baik hari ini supaya ke depannya kita juga mendapatkan hal yang baik pula. Itu prinsipku.
Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Aku udah selesai sarapan. Aku langsung meluncur ke rumah Senja.
__ADS_1
* Dirumah Senja
"Dek, ayok sarapan" panggil kak Dirga dari luar kamar.
"Iya kak, duluan aja. Lagi ga enak badan" jawabku lemes.
"Kenapa kamu dek? Sakit? " tanya kak Dirga langsung masuk ke kamarku dan memegang keningku memeriksa apakah aku demam atau tidak.
"Cuma pening aja kepalaku. Ga tau kenapa pusing dari kemarin. Kayaknya kecapean deh" jawabku sambil rebahan di kasur.
"kakak antar ke dokter ya?" tanya kak Dirga dengan muka kawatir.
"Senja gapapa kak. Minum obat juga ntar sembuh. Bentar lagi deh sarapan kalo udah mendingan" jawabKu sambil tersenyum menahan sakit.
"Yaudah kako gitu kakak sarapan dulu ya. Habis sarapan, kakak mo langsung ke rumah Tiara. Kamu kalo ada apa-apa hubungi kakak aja ya" jawab kak Dirga sambil mengelus rambutku.
"Iya kak. Dah sarapan dulu dih. Salam buat kak Tiara ya" kataku seraya menarik selimut dan coba memejamkan mata lagi.
__ADS_1
"Iya jelek. Cepet sembuh ya" jawab kak Dirga sambil mengecup keningku.
Hari ini aku hanya ingin istirahat total. Pusing di kepalaku belum juga reda. Masih nyut-nyutan padahal udah minum obat dari semalem. Akhirnya setelah mencoba istirahat, aku pun tertidur.